17 April 2017

Januari - Maret 2017, Polresta Depok Ungkap 97 Kasus Narkoba

Senin, 17 April 2017 07:42 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Kasus narkoba di wilayah Kota Depok, Jawa Barat kian memprihatinkan. Karena, hampir setiap hari kasus tersebut diungkap oleh pihak kepolisian Polresta Depok sejak Januari hingga Maret 2017.

"Total ada 97 kasus yang berhasil diungkap," kata Kasat Narkoba Polresta Depok, Kompol Putu Kholis Aryana di Depok, Minggu (16/4/2017).

Sehari, kata dia, ada dua hingga tiga kasus yang berhasil diungkap. Dari hasil pengungkapan bisa diketahui wilayah yang rawan peredaran. Daerah rawan yaitu Kecamatan Sukmajaya, Kecamatan Beji, dan Kecamatan Sawangan.

"Tidak terkecuali daerah perbatasan dengan Jakarta, Tangerang dan Bogor. Hampir 50% penyalahgunaan narkotika terjadi di Kecamatan Sukmajaya," tuturnya.

Kompol Putu menjelaskan, terjadi pergeseran jenis narkotika yang banyak disalahgunakan dan diedarkan. Dahulu ganja menjadi favorit para pengguna dan pengedar namun kini beralih ke sabu.

"Dari 97 kasus penyalahgunaan narkotika, 72-nya merupakan kasus sabu. Pergeseran ini disebabkan beberapa faktor, antara lain sabu lebih mudah didapat. Kemudian pengaruh sabu kepada pengguna yang bisa diatur karena bahannya yang berasal dari campuran kimia," jelas Kompol Putu.

Menurutnya, alasan ganja jarang dikonsumi karena dinilai kurang praktis penggunaannya. "Ketika mengkonsumsi ganja lebih ribet karena harus melinting dan lainnya, beda dengan sabu relatif lebih mudah. Itu alasan pengguna beralih ke sabu," ucapnya.

Kompol Putu menuturkan, kasus narkotika yang melibatkan kalangan pelajar dan mahasiswa terus mengalami peningkatan tiap tahunnya. Depok sudah termasuk zona merah dalam peredaran narkotika.
Kata dia, pihaknya mencatat pelajar yang terlibat narkotika pada 2015 sebanyak 11 orang, dan meningkat menjadi 14 orang tahun 2016. Sedangkan 2017 masih terus dilakukan pendataan. Pada 2015 ada 19 mahasiswa yang terlibat kasus narkotika, dan meningkat menjadi 27 mahasiswa tahun 2016.

"Kasus narkotika yang melibatkan pelajar dan mahasiswa ini menjadi perhatian kami. Apalagi di Depok terdapat beberapa universitas," katanya.

Menurutnya, banyak bandar narkotika yang memilih Depok karena lokasinya yang strategis. "Depok juga dipilih sebagai tempat transit peredaran narkotika sebelum sampai di Jakarta dan kota lain," ujarnya.

Untuk mencegah dan membasmi peredaran narkotika, pihaknya pun kini gencar melakukan langkah preventif dengan memberikan penyuluhan kepada warga melalui Babinkantibmas.

"Pemberantasan narkotika ini  perlu melibatkan instansi lainnya. Tak terkecuali masyarakat. Kami berharap jika ada kejadian mencurigakan di sekitar lingkungan harap segera lapor ke kami. Perlu peran aktif di kalangan masyarakat," tutupnya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar