17 April 2017

Polres Metro Bekasi Menangkap Buron Kasus Penganiayaan Terapis Pijat di Serang Baru

Kepolisian menyisir TKP di Serang Baru, Senin (5/12/2016). (Foto: Nurkiden)
Senin, 17 April 2017 07:53 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Petugas Satreskrim Polres Metro Bekasi berhasil menangkap pelaku penganiayaan hingga tewas terhadap terapis pijat di Kampung Ceper RT 01/03, Desa Sukaragam, Serangbaru, yang terjadi pada tahun lalu. Petugas menangkap seorang Satpam berinisial AE, 35 tahun, ditangkap pada Jumat, 14 April 2017. 

"Tersangka ditangkap tanpa perlawanan," kata Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Asep Adi Saputra, Minggu (16/4/2017) kemarin.


Kasus ini berawal saat AE datang ke panti pijat di Desa Sukaragam, Serang Baru, Kabupaten Bekasi pada Senin, 5 Desember 2016. Ia kemudian bertemu Aan Hayati, 38 tahun, yang merupakan terapis di sana.


Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Bekasi, AKBP Rizal Marito mengatakan AE saat itu datang sekira pukul 08.30 WIB saat panti pijat belum buka. "Tersangka ketemu korban lalu ngobrol di depan," kata AKBP Rizal.

Karena panti pijat belum buka, korban lalu menghubungi pemilik panti untuk membuka. Sepuluh menit kemudian pemilik panti pijat datang dan membukakan pintu lalu pergi lagi.

"Tersangka menjanjikan upah Rp 150 ribu," kata AKBP Rizal. Namun, setelah selesai ternyata tersangka hanya memberi uang pembayaran Rp 100 ribu. AE tak mau membayar lebih karena pelayanan Aan dianggap tak memuaskan.

Hal itu membuat Aan marah dan mengunci panti pijat agar AE tak dapat keluar. AE naik pitam lalu mengambil pisau di dapur dan menghampiri korban. Seusai cekcok mulut, pelaku menghujani Aan dengan pisau. "Korban mengalami luka tusuk di pinggang, perut, dan punggung," kata AKBP Rizal.

Setelah kejadian itu, AE melarikan diri, meninggalkan korban di dalam kamar. "Seusai kejadian pelaku kabur membawa harta korban berupa telepon selular, uang Rp 175 ribu, sedangkan korban dibawa ke rumah sakit," ujar AKBP Rizal.

Kini untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka mendekam di sel tahanan Polsek Serang Baru. Dijerat dengan Pasal 351 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dengan ancaman hukuman penjara selama 9 tahun. Polisi menyita barang bukti berupa pisau, serta pakaian bernoda darah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar