21 April 2017

Satu dari Tiga Penjambret Dibekuk di Depan Wisata Air Go Wet Tambun

Remaja Rampok Ponsel Warga di Depan Wisata Air Go Wet Tambun
Jumat, 21 April 2017 13:56 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Seorang remaja babak belur dihajar warga setelah tertangkap merampas HP milik warga, Kamis (20/4/2017) petang. Pelaku AP, 17 tahun, kemudian dibawa ke Kantor Polsek Tambun untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kapolsek Tambun, Kompol Bobby Kusumawardhana mengatakan, polisi masih memburu dua pelaku lainnya yang saat kejadian berhasil kabur. Kedua pelaku yang masih buron berinisial RZ, 17 tahun dan IQ, 17 tahun.

"Para pelaku masih di bawah umur. Untuk pelaku AP sudah ditahan penyidik," kata Kapolsek, Jumat (21/4/2017).

Kapolsek mengatakan, kasus pencurian dengan kekerasan itu dialami oleh Subur Burhanudin, 23 tahun, warga Kampung Jejalen, Desa Jejalen Jaya, Tambun Utara, Kabupaten Bekasi. Saat menunggu kedatangan temannya untuk dijemput di depan wahana air Go Wet, Grand Wisata Tambun, tiba- tiba Subur dihampiri oleh tiga pelaku.

"Ketiga tersangka datang menggunakan sepeda motor Honda Beat langsung memepet korban yang saat itu sedang berdiri di tepi jalan untuk dijemput temannya," ujar Kapolsek.

Saat dipepet, pelaku AP yang dibonceng di barisan paling belakang langsung mengambil paksa ponsel korban yang saat itu sedang dimainkan. Korban lalu berusaha mempertahankan ponselnya, hingga terjadi aksi tarik-menarik.

Kesal dengan perlawanan Subur, pelaku lainnya RZ yang berada di bangku tengah langsung menyabetkan celurit hingga mengenai pergelangan tangan kanan Subur. Korban merintih kesakitan dan berteriak meminta bantuan warga sekitar.

Seorang saksi, Ahmad Juanda yang berada di dekat lokasi langsung mengejar dan berhasil menarik baju AP yang duduk di bangku belakang. Sementara dua pelaku lainnya berhasil melarikan diri.

"Sepeda motor yang dikemudikan pelaku IQ sempat oleng karena dikejar warga. Tapi dia berhasil melarikan diri," tambah Kapolsek.

Kanit Reskrim Polsek Tambun, AKP Oman Suhendra menambahkan, polisi masih mendalami keterangan pelaku AP untuk mengejar dua tersangka lainnya.

Kepada polisi, mereka nekat mencuri karena terhimpit kebutuhan ekonomi. "Pengakuannya sudah beberapa kali beraksi dan biasanya menyasar korban yang dianggap lemah seperti kaum perempuan dan remaja yang sendirian di pinggir jalan," kata AKP Oman.

AKP Oman mengimbau kepada masyarakat untuk waspada terhadap kasus pencurian dengan kekerasan. Sebab modus seperti itu kerap terjadi terutama menyasar korban yang sedang sendirian di tepi jalan.

Selain mengamankan tersangka, polisi juga menyita barang bukti berupa ponsel merk Asiaphone milik korban yang gagal digasak pelaku.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan yang bakal dihukum penjara lima tahun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar