15 Mei 2017

Pelaku Curanmor yang Tewas Ditembak di Koja, Ternyata Identitasnya Palsu

Pelaku curanmor bersenpi yang tewas ditembak.(dok)

Senin, 15 Mei 2017 15:10 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Polisi mengungkap indentitas asli pelaku curanmor yang tewas usai baku tembak dengan anggota Polsek Metro Koja di di Jalan Mawar IX, RT 05 RW 06, Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara. Pelaku yang semula diketahui bernama Sopyan, 17 tahun, ternyata bernama Abu Hasan berumur 20 tahun.

Hal tersebut diketahui dari hasil forensik pada gigi pelaku di RS Polri Kramajati dan keluarga pelaku yang datang saat membawa jenazahnya. Diduga KTP atasnama Sopyan, yang dibawa pelaku merupakan palsu.

“Kami minta untuk dilakukan otopsi dan dilakukan pengecekan secara forensik. Disitu diketemukan hasil gigi dan yang lain, disampaikan dari dokter forensik pelaku dimungkinkan berumur 20 tahun ke atas” kata Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Dwiyono, Senin (15/5/2017).

Dikatakan Kapolres, saat keluarga menjemput jenazah tersangka, polisi meminta identitas asli pelaku dan keluarganya. “Ternyata identitas pelaku ini bukan atas nama Sopyan namun atas nama Abdul Hasan” tambah Kapolres.

Pelaku merupakan residivis dan pernah dipenjara karena kasus yang sama dan tinggal berpindah-pindah. KTP yang dibawa pelaku diduga sengaja dipalsukan untuk menghilangkan jejak, termasuk akan diproses berbeda oleh polisi jika umurnya masih 17 tahun (anak dibawah umur).

Sementara, Rekan pelaku yang kabur masih dalam pengejaran. Kapolres mengaku sudah membentuk timsus Polsek Metro Koja dan Polres Metro Jakarta Utara untuk melacak pelaku dan komplotannya yang lain.

Kapolres menghimbau kepada masyarakat untuk tidak memakirkan kendaraannya di tempat yang aman. “Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar lebih berhati-hati utamanya untuk memarkirkan kendaraan bermotornya jangan memarkirkan sembarangan, silahkan diparkir di tempat yang aman utamanya yang ada petugasnya,” tukasnya.

 Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kasus pencurian sepeda motor dengan senjata api itu terjadi pada Rabu (10/5/2017) malam sekira pukul 22.00 WIB. Pelaku menyatroni rumah warga di Jalan Melati RW 06 Kelurahan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

 Berdasarkan kesaksian warga bernama Setiawan, saat kejadian, ia tengah berada di depan rumah dan mendengar ada orang yang berteriak maling dari arah Taman Melati. Dia pun, ikutan mengejar pelaku. "Karena pelaku berjarak sekitar dua meter, lalu berbalik arah dan menembak korban dan mengenai paha sebelah kiri. Kemudian, korban dibawa ke RS Tugu," kata Kapolres.

Kemudian, sekira pukul 22.30 WIB, Kapolsek Metro Koja yang tiba di lokasi, langsung memimpin pengecekan tempat kejadian perkara (TKP) penembakan. Namun, ternyata pelaku masih berada di atas rumah penduduk untuk bersembunyi.

 Sadar posisinya diketahui aparat, pelaku langsung mengumbarkan tembakan ke arah bawah dan mengenai salah seorang anggota polisi. "Mengenai Aiptu Pardiwiyanto bagian dada sebelah kiri, kemudian dibawa ke RS Tugu dilakukan pertolongan medis," ujarnya.

Dari hasil foto Rontgen, terlihat tidak ada proyektil yang bersarang di tubuh anggota Polsek Metro Koja Jakarta Utara itu. Dokter menyatakan, Aiptu Pardiwiyanto hanya terserempet, kemudian luka yang terbuka dijahit.

 Sementara itu, pelaku tewas, setelah berhasil dilumpuhkan polisi. Setelah diidentifikasi, pelaku diketahui bernama Sopiyan, 17 tahun, yang berdomisili di Desa Negeri Agung Gunung Pelindung, Lampung Timur. Dari tangan pelaku, Polisi mengamankan barang bukti berupa senjata api jenis Kaliber 2, peluru 11 butir, kunci T, dan anak kunci 16 buah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar