16 Mei 2017

Polres Metro Jakarta Utara Tangkap 2 Pelaku Pembunuhan Nenek Penjual Bunga di Penjaringan

Polres Jakut Himbau agar Kegiatan Selama Bulan Puasa Tidak Picu Kericuhan
Selasa, 16 Mei 2017 07:42 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Petugas gabungan Polsek Metro Penjaringan dan Polres Metro Jakarta Utara menangkap seorang pria yang menjadi pelaku pembunuhan nenek penjual bunga bernama Melyanawati, 65 tahun, yang terjadi pada Kamis, 4 Mei 2017.

Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol  Dwiyono mengatakan pelaku bernama Zul, 21 tahun, ditangkap di Pelabuhan Bakauheni. "Yang bersangkutan hendak pulang kampung untuk melarikan diri," kata Kapolres kepada wartawan, Senin (15/5/2017) kemarin.

Selain Zul, satu tersangka lain adalah Riyanto alias Yanto, 25 tahun. Yanto merupakan sopir korban. Sedangkan Zul adalah kernetnya. Keduanya biasa bekerja sebagai pengantar barang ke toko langganan korban.

Kapolres menjelaskan, peristiwa ini berawal saat keduanya datang ke rumah korban di Perumahan Muara Karang Blok H7 Utara, Jalan Pluit Karang Sari XI RT 09 RW 08, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, untuk mengambil barang yang akan diantar.

Saat tiba di sana, keduanya sempat terlibat cekcok dengan Melyanawati. Zul yang emosi kemudian mengambil pisau di dapur dan menusuk leher serta dada korban hingga tewas. "Pelaku mengaku sering dimaki oleh korban," ujar Kapolres.

Setelah menusuk korban, Zul mengambil uang korban sebesar Rp 1,8 juta. Zul juga menyuruh Yanto mengambil barang-barang berharga lain yang ada di rumah majikannya itu.

"Setelah mengambil uang, para pelaku pura-pura tidak terjadi kejadian. Lalu meninggalkan lokasi," katanya.

Zul diketahui pergi menggunakan menaiki motor Yamaha milik korban. Sedangkan Yanto pergi menggunakan mobil APV yang biasa ia gunakan mengantar barang.

Kapolres menambahkan, keduanya juga sempat bertemu lagi seusai Zul membuang pisau dapur yang ia gunakan di daerah Kapuk, Penjaringan. Saat bertemu, Zul membagi uang yang dibawanya kepada Yanto sebesar Rp 1 juta.

"Yanto kemudian pulang dan cerita kepada istrinya. Mereka lalu kembali ke rumah korban dan melaporkan ke polisi, sambil berpura-pura tidak tahu," ujarnya.

Akibat perbuatannya, Zul dikenakan Pasal 338 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dan atau 365 ayat (3) KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Sedangkan Yanto dikenakan Pasal 55 KUHP juncto 56 KUHP juncto 365 ayat (3) KUHP dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar