15 Mei 2017

Pura-pura Melamar Kerja, Mulyawan Curi HP Karyawan

Senin, 15 Mei 2017 14:27 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Mulyawan, 22 tahun, babak belur dihajar massa karena nekat mencuri telepon genggam milik karyawan konveksi di Jalan Kalianyar IV No 29-30, Kalianyar, Tambora, Jakarta Barat. Saat menjalankan aksinya, pria asal Pandeglang, Banten, itu berpura-pura melamar pekerjaan di tempat kejadian perkara (TKP).

Kapolsek Metro Tambora, Kompol Muhammad Syafi'i menuturkan, saat itu korban bernama Uman, 15 tahun, yang bekerja sebagai karyawan konveksi menaruh telepon gengam miliknya di sebelah TV yang berada di tempat kerjanya di konveksi yang beralamat di tempat kejadian perkara (TKP).

"Namun, beberapa saat diketahui HP miliknya telah hilang diduga dicuri oleh orang lain. Mengetahui hal itu, korban kemudian curiga dengan adanya laki-laki (pelaku) yang hari itu juga sebelumnya sempat melamar pekerjaan di TKP," ujar Kapolsek di Jakarta Barat, Senin (15/5/2017).

Kapolsek menambahkan, keeesokan harinya ketika korban dan rekannya pergi jalan-jalan di sekitar Season City, tiba-tiba melihat pelaku, hingga kemudian langsung menangkapnya."Mereka langsung meneriakinya maling. Sehingga dikepung warga dan langsung memukulinya," ucap Kapolsek.

Setelah dilakukan interogasi oleh korban dan para warga, pelaku mengakui telah mencuri HP milik korban saat dirinya melamar pekerjaan di konveksi tersebut.

"Dari kejadian ini untuk pelaku kemudian dibawa ke Mapolsek Metro Tambora guna lidik berikut untuk barang bukti hp korban kemudian ditemukan mengingat sebelumnya telah dijual kepada pembeli yang berada disekitar Angke," ucap Kapolsek.

Menurut Kapolsek, mengingat barang bukti (BB) korban ditemukan dan sangat diperlukan untuk kebutuhan komunikasi sehari-hari, maka permasalahan tersebut diselesaikan dengan musyawarah bersama."Dimana hal tersebut sesuai nota kesepahaman bersama Ketua Mahkamah Agung RI, Jaksa Agung RI, Menteri Hukum dan HAM RI dan Kepala Kepolisian Negara RI. Nilai barang tidak melebihi dari Rp 2,5 juta. Dan atas kejadian tersebut korban tidak akan membuat LP dan tidak melakukan penuntutan terhadap pelaku," ungkapnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar