16 Mei 2017

Sambut Ramadhan 1438 H, Polres Metro Jakarta Utara Musnahkan 16.421 Botol Miras

Jelang Ramadan Polres Jakut Musnahkan 16.421 Botol Miras
Selasa, 16 Mei 2017 11:34 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Menyambut bulan suci Ramadhan 1438 Hijriyah yang tinggal beberapa hari lagi, jajaran Polres Metro Jakarta Utara memusnahkan minuman keras (miras) sebanyak 16.421 botol. Hal ini dilakukan sebagai antisipasi munculnya kriminalitas di saat puasa Ramadhan.

Acara pemusnahan dilakukan Selasa (16/5/2017) pagi tadi di halaman Mapolres Metro Jakarta Utara Jl. Yos Sudarso, Tanjung Priok, yang dihadiri Dandin 0502 Jakut, perwakilan Wali Kota Jakut, perwakilan Kejari Jakut, tokoh masyarakat dan agama dari MUI dan FPI. Pemusnahan miras menggunakan dua unit buldoser.

Sedikitnya 16.421 botol miras dimusnahkan.
"Menjelang bulan Ramadan dan perayaan Hari Raya Idul Fitri kalau tidak diantisipasi akan menimbulkan tingkat kriminalitas tinggi. Mereka berani karena miras," kata Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Dwiyono.

Kapolres mengatakan pemusnahan miras ini sebagai upaya memerangi penyakit masyarakat (pekat) sehingga diharapkan muncul situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif.

"Ini sebagai permulaan kami untuk memerangi pekat ini. Ini sebagai awal agar ke depan situasi Kamtibmas bisa kondusif. Jangan sampai generasi muda kami jadi korban karena miras atau juga korban penyalahgunaan narkoba," ujarnya.

Kapolres meminta agar seluruh elemen masyarakat bersinergi untuk memberantas penyakit masyarakat tersebut. Kapolres meminta masyarakat untuk memberikan informasi bila ditemukannya penjual miras di bulan Ramadhan.

Kapolres juga meminta agar masyarakat tidak melakukan sweeping karena dapat menimbulkan kekisruhan. "Kami ajak seluruh elemen masyarakat untuk bisa bersinergi memberantas pekat ini. Silakan diinformasikan penjual miras di bulan Ramadhan ini akan kami tindak tegas, termasuk narkoba juga. Jangan sampai masyarakat melakukan sweeping. Yang nanti bisa kontraproduktif, yang menimbulkan situasi Kamtibmas yang tidak baik," ungkapnya.

Menurut Kapolres, seluruh Polsek jajarannya siap untuk bertindak terhadap setiap laporan masyarakat. "Setiap kali ada melihat, mendengar, secepatnya diinformasikan ke polsek terdekat. Jangan ragukan komitmen kami. Silakan tokoh masyarakat, tokoh pemuda, untuk membantu kami memberantas pekat," ucapnya.

Selain pemusnahan miras, jelang bulan puasa ini juga diamankan 454 orang yang terjaring operasi premanisme. Sebanyak 60 orang ditahan karena terbukti melakukan tindak kriminal. "Selain operasi miras, kita lakukan operasi premanisme. Kita sudah amankan 454 orang. 60 orang kita tahan berkaitan dengan kepimilikan sajam, pemalakan dan kriminalitas lainnya," tuturnya. 



1 komentar:

  1. Pak Polisi saya mau komplain kenapa yg ditangkap atas kasus penistaan agama hanya yg menistakan agama mayoritas saja, sedangkan orang-orang yg menistakan agama minoritas dibiarkan berkeliaran, kapan Pak Polisi jalan-jalan ke yahoo answer bagian Agama & Kepercayaan, disitu Agama minoritas dilecehkan dan dihina habis-habisan. Tolong Pak Polisi basmi penista agama di Indonesia, basmi tanpa ada yg melaporkan. Terima kasih.

    BalasHapus