30 Juni 2017

Mayat Wanita Korban Pembunuhan Ditemukan Mengambang di Kali Barat Pancoran Mas Depok

 Jumat, 30 Juni 2017 18:36 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Sesosok jasad wanita tanpa identitas ditemukan mengambang di kali barat Kodim 0508 Depok, RT.03/011 Mampang, Pancoran Mas, Kota Depok, Jumat  (30/6/2017) pagi.

Mayat wanita tanpa identitas ditemukan sekira pukul 08:00 WIB oleh seorang pengendara yang melintas. Penemuan mayat tersebut langsung diberitahukan kepada petugas penjaga Kodim dan lekas menolong mengangkat jasad korban tengah mengambang di dalam kali.

“Sementara petugas Reskrim Polsek Pancoran Mas yang mendapat laporan segera  TKP. Informasi awal tidak ditemukan identitas pada tubuh korban,” ujar Kasubag Humas Polresta Depok AKP Rahmaningtyas kepada wartawan saat dikonfirmasi.

AKPRahmaningtyas menyebutkan ciri-ciri korban memiliki rambut  potongan laki-laki, mengenakan bra warna hijau terang, dan bawahan daster warna pink motif kartun.

“Penyebab kematian korban belum diketahui. Masih dalam proses penyelidikan anggota Reskrim Polsek Pancoran Mas,” ungkapnya. “Rencana jenasah akan dibawah ke RS Polri Kramat Jati untuk divisum.” katanya.

Polisi menyimpulkan penyebab kematian wanita muda nyaris bugil di Kali Barat, Mampang, Pancoran Mas Kota Depok, sebagai korban pembunuhan.

Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Teguh Nugroho mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan identifikasi oleh anggota,  ditemukan luka dikening korban akibat hantaman benda keras.

“Ada luka sobek dikening korban diduga akibat hantaman benda tumpul. Diduga wanita  berusia 30 tahun tersebut meninggal karena dibunuh,” ujarnya, Jumat (30/6/2017) siang.

Kompol Teguh mengaku jenasah yang masih dalam keadaan segar dan belum kaku diperkirakan waktu meninggalnya belum ada 24 jam.

“Kondisi tubuh korban masih segar belum kaku, diperkirakan meninggal belum lama kurang dari 24 jam,” ungkapnya.

Selain itu untuk mengungkap pasti kematian korban, lanjut Kompol Teguh, mengirim jenasah untuk diotopsi.

“Jenasah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk diotopsi. Barang bukti yang dikumpulkan adalah  bra milik korban warna biru, daster pink corak kartun ,”tutupnya.

“Kepada keluarga yang merasa kehilangan keluarga dan mempunyai ciri-ciri sama seperti korban untuk segera melapor ke Polresta Depok.”

29 Juni 2017

Kecelakaan di Tol Jakarta - Cilampek, Empat Orang Luka-Luka

Kamis, 29 Juni 2017 18:56 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Empat orang mengalami luka saat insiden kecelakaan di ruas tol Jakarta-Cikampek KM 06 arah Jakarta, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi pada Kamis (29/6/2017) pagi.

Dua di antaranya mengalami luka parah sehingga dibawa ke Rumah Sakit Al-Mutazam, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi untuk mendapat pertolongan.

Petugas medis Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek, Galuh Kendrang mengatakan kecelakaan ini dipicu akibat pecahnya salah satu ban pada mobil bak terbuka atau pick-up bermuatan sayuran.

"Ban mobil pickup pecah, sehingga kemudi oleng ke kanan, masuk mobil Daihatsu Terios B 1030 GMF dari belakang menabrak mobil sayur tersebut," kata Galuh pada Kamis (29/6/2017).

Akibat insiden itu, kata dia, empat orang mengalami luka.

Di antaranya kenek mobil pickup bernama Isak mengalami patah tulang di tangan kanannya akibat benturan keras dan penumpang mobil Terios bernama Raifan Sidik,12 tahun, mengalami luka memar di kepala akibat benturan.

Sementara dua orang lainnya adalah sopir Terios luka memar di bagian perut dan anaknya yang perempuan memar di mulut.

"Untuk istrinya enggak apa-apa, cuma enggak mau diperiksa petugas," ujarnya.

Oleh petugas setempat, kata Galuh, seluruh korban dibawa ke rumah sakit terdekat melalui gerbang tol keluar di Bekasi Timur.

Sampai saat ini, mereka masih mendapat perawtan di rumah tersebut.

"Mobil Terios ditumpangi empat penumpang yang merupakan satu keluarga usai pulang kampung ke Jawa, dan ingin kembali ke Tangerang," imbuhnya.

Selain mengalami luka, mobil Terios milik korban juga hancur di bagian depannya akibat menabrak mobil bermuatan sayur.

Oleh petugas, mobil itu dibawa ke Unit Patroli Jalan Raya (PJR) di Jatibening, Pondokgede.

Polisi Tangkap Copet di Stasiun Senen

Kamis,29 Juni 2017 18:36 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Seorang copet asal Bandung, dibekuk polisi ketika beraksi di ruang tunggu Stasiun KA, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (29/6/2017) sore.

“Meski sudah diamankan polisi masih sempat digebuki massa,” tegas Kapolsek Metro Senen, Kompol Indra Tarigan.

Dari tersangka Deni Muhidin, 37 tahun, disita HP berikut dompet berisi uang Rp 35 ribu.

Keterangan yang dihimpun, sekira pukul 15:30 WIB, Andi Ramdani, 31 tahun, pria warga Bogor, Jawa Barat penumpang kereta api kelas bisnis mau berangkat ke Semarang, Jawa Tengah.

Ketika itu korban sedang menunggu d iruang tunggu, dan disaat ada aba-aba kereta jurusan Semarang mau berangkat, Andi bangun dan baris menuju ke satsiun.

Sementara pelaku yang berlagak calon penumpang ikut berbaris, begitu ada kesempatan pria pengangguran itu dengan cepat menempel korban dan mengambil telepon genggam serta dompet.

Namun naas, begitu pelaku beraksi polisi yang sudah mengamati dari belakang, langsung menangkap tersangka.

Begitu pelaku ditarik dari puluhan calon penumpang yang sedang antri masuk, tiba-tiba mereka bubar begitu mengetahui ada copet . Massa sempat menghakimi tersangka namun segera diselamatkan polisi.

Copet itu segera diamankan ke kantor polisi, sedang korban yang buru-buru berangkat segera meninggalkan lokasi kejadian.

Dari data di kepolisian, diduga kuat copet itu sering beraksi di stasiun. “Pelaku kelompok Bandung, juga sudah pernah beraksi di Stasiun Senen dan Stasiun Tanah Abang,” ujar Kompol Indra Tarigan.

28 Juni 2017

Kesal Karena Ulah Paman, Kakak - Adik Pukul Paman Hingga Tewas di Kramat Jati

Rabu, 28 Juni 2017 19:11 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Kesal dengan ulah paman yang mengendarai sepeda motor mondar-mandir sambil memainkan gas, dua keponakan ini naik pitam. Adik kakak ini memukuli dan menghantam pamannya dengan batu bata hingga korban tewas.
Inilah yang dilakukan Yusril Izha Mahendra, 17 tahun, dan kakaknya Sahrul Ramadhan, 24 tahun, terhadap pamannya Anwar Sanusi, 46 tahun. Keduanya mengeroyok korban di Jalan Batu Tulis Batu Ampar, Kramatjati, Jakarta Timur, pada Sabtu (25/6/2017) lalu.
Kapolsek Metro Kramatjati Kompol Supoyo mengatakan, pengeroyokan yang berujung maut tersebut terjadi Sabtu (25/6/2017) itu, bermula saat Yusril yang tengah nongkrong di pinggir jalan kesal melihat amannya. Pasalnya, saat itu Anwar naik motor sambil memainkan gas yang membuat bising. “Karena hal itu, pelaku menegur korban,” kata Kapolsek, Rabu (28/6/2017).
Diceritakan Kapolsek, dari teguran itu membuat kesal korban. Sempat terjadi cekcok antar keduanya, hingga akhirnya sang kakak Sahrul datang dan terjadilah aksi pengeroyokan. “Pamannya langsung dipukuli . Satu pelaku memukul dengan menggunakan batu bata yang mengenai pelipis kanan korban,” ujar Kapolsek.
Kemungkinan besar, kata Kapolsek korban meninggal akibat luka lebam di bagian belakang kepalanya. Terlebih, pengakuan pelaku, keduanya membanting korban hingga menghantam aspal. “Karena luka lebam itulah yang membuat korban menghembuskan nafas terakhirnya di rumah sakit,” tambah Kapolsek.
Tertangkapnya pelaku, lanjut kapolsek, setelah pihaknya menerima laporan dari istri korban Nurhasanah, 40 tahun, atas pengeroyokan tersebut. Dari laporan yang disampaikan Selasa (27/6/2017) kemarin, pihaknya langsung bergerak untuk meringkus pelaku. “Keduanya baru kami ringkus Rabu (28/6/2017) pagi di rumah rekannya di kawasan pintu 2 TMII tanpa adanya perlawanan,” ungkapnya.
Yusril mengaku tak berniat membunuh pamannya. Pasalnya, usai melakukan pemukulan, ia sempat membawa pamannya ke klinik untuk mendapatkan pertolongan. “Saya nggak niat membunuh, saya juga sudah membawanya ke klinik untuk diobati,” ujarnya.
Menurutnya, ia cukup kaget begitu mendengar kabar pamannya dilarikan ke RS Polri Kramatjati atas lukanya. Sejak dibawa ke rumah sakit, ia juga sempat menjenguk pamannya yang dirawat diruang ICU. “Waktu kemarin saya juga sudah minta maaf, tapi sekarang saya malah dilaporkan ke polisi,” ungkapnya.

Saat ini, kedua kakak beradik ini mendekam di ruang tahanan Polsek Metro Kramatjati. Keduanya akan dijerat dengan pasal 170 KUHP ayat 2 karena menyebabkan korban meninggal dunia. Adik kakak ini akan dipenjara selama 12 tahun atas perbuatan yang dilakukannya

Kecelakaan Dua Mobil di Gerbang Tol Halim, Jakarta Timur

Rabu, 28 Juni 2017 18:48 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Traffic Management Centre Ditlantas Polda Metro Jaya menginformasikan telah terjadi kecelakaan di ruas jalan tol Halim, Jakarta Timur,  Rabu (28/6/2017).

Lewat akun twitternya, TMC menyebut kecelakaan ini terjadi pada dua unit kendaraan. Laka Lantas ini terjadi setelah Gerbang Tol (GT) Halim menuju arah Pancoran.

"15:16 Kecelakaan 2 Mobil selepas GT Halim arah Pancoran masih penanganan Petugas Polri lalin tersendat," kicau akun @TMCPoldaMetro.

  • Namun hingga kini belum diketahui adanya korban jiwa atau tidak.

Edarkan Ganja Saat Lebaran, Dua Pria Ditangkap Polsek Cimanggis

Rabu, 28 Juni 2017 18:21 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Anggota buser Polsek Cimanggis, Depok, meringkus pengedar ganja di Jalan Raya Pekapuran Sukatani, Tapos, Kota Depok, Rabu (28/6/2017) pagi. Petugas menyita puluhan bungkus paket ganja siap edar dari tangan pelaku.
Suasana Lebaran dimanfaatkan pelaku untuk mengedarkan ganja. Kapolsek Cimanggis, Kompol Agung mengungkapkan namun berkat informasi warga pelaku yang akan melakukan transaksi ditangkap.
“Situasi yang sepi dimanfaatkan pelaku untuk melakukan transaksi ganja. Hasil penyamaran anggota buser dipimpin Kanit Reskrim Polsek Cimanggis Iptu Suparno pelaku ditangkap,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (28/6/2017) saat dikonfirmasi.
Dari tersangka Hadiyatna alias Demang, 40 tahun, dan Izzy,22 tahun, keduanya warga Bekasi dan Jakarta Timur disita 18 paket kecil ganja yang perpaket seharga Rp 50 ribu.
Berdasarkan pengakuan dari pelaku, ganja itu diperoleh dari bandar besar insial O yang kini masih dalam pengejaran petugas.
“Bandar besarnya masih kita kejar. Pelaku yang ditangkap kerap transaksi di pinggir Jalan Pekapuran dan sudah cukup meresahkan masyarakat sekitar. Selain mengedarkan para pelaku mengkonsumsi daun haram tersebut”tambahnya.
Kapolsek menghimbau kepada masyarakat untuk dapat bersinergi dengan aparat dalam menjaga lingkungan untuk tetap aman dan kondusif.
“Jika melihat ada kejadian tindakan kejahatan maupun kecelakaan masyarakat dapat langsung melaporkan ke anggota atau anggota Bhabinkamtibmas di wilayah masing-masing supaya dapat langsung ditangani dengan cepat,”tutupnya.
Kedua pelaku telah melakukan tindak pidana penyalahgunaa narkotika tertuang dalam pasal 114 (1), 111 (1), 127 (1) huruf a UU RI No.35 Tahun 2009 tentang narkotika ancaman pidana diatas 10 tahunan.

22 Juni 2017

Ratusan Sopir Bus di Terminal Pulogebang Jalani Tes Urine



Kamis, 22 Juni 2017 11:44 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) dan Direktorat Reserse Narkoba (Dit Resnarkoba) Polda Metro Jaya melakukan tes urine terhadap ratusan sopir bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) di Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur.

Hal itu dalam rangka mewujudkan mudik aman dan nyaman kepada warga Jakarta yang hendak pulang ke kampung halaman.


Direktur Lalu Lintas (Dir Lantas) Polda Metro Jaya Kombes Pol Halim Panggara mengatakan, ada sebanyak 200 sopir bus yang diperiksa kesehatannya, khususnya terkait penggunaan narkoba dan alkohol.

"Berbagai upaya pemerintah mengamankan pemudik ada dengan program mudik bareng. Tapi yang paling utama ya pengemudinya itu," tutur Dir Lantas di Terminal Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (22/6/2017).

Dir Lantas melanjutkan, kegiatan yang merupakan bagian dari Ops Ramadaniya Jaya 2017 itu telah dilakukan sejak 19 Juni 2017 dan akan terus digelar secara acak hingga 4 Juli 2017. "Ini kita kalau tiap hari akan ketahuan jadi dari Polda sendiri cari waktu. Kalau dari BNNP DKI cek setiap hari di terminal," jelasnya.
Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta
Senada dengan Dir Lantas, Dir Resnarkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Nico Afinta menuturkan, pengecekan urine tidak hanya dilakukan di Terminal Pulo Gebang. Yang paling diperhatikan adalah terminal besar yang menyediakan bus keluar kota seperti salah satunya Terminal Kampung Rambutan.

"Kita melakukan tes urine pada pegendara yang akan berangkat khususnya pengemudi AKAP. Kita pastikan setiap pengendara dalam kondis sehat. Pengemudi harus selalu meyakinkan dirinya bebas narkoba dan bertanggung jawab terhadap penumpang," ujar Kombes Nico. 

"Awak bus yang terbukti positif menggunakan dan menyimpan narkoba usai tes urine, akan ditindak secara hukum," tegas Kombes Nico Afinta.

Tergantung dari barang buktinya, bila barang bukti ditemukan diatas satu gram untuk shabu kemudian ada ganja pasti kami proses, harus diproses sampai pidana. sedangkan nanti apabila ditemukan hanya sisa pakai atau barang bukti dibawah ketentuan maka maka yang bersangkutan harus dikirim ke rumah sakit rehabilitasi,” katanya.

Dir Resnarkoba menyebutkan, operasi serupa juga akan dilakukan di beberapa stasiun, pelabuhan dan bandara. “Jadi, tidak hanya pengemudi bus saja, mungkin nanti juga kepada pilot, masinis, dan nahkoda karena mereka bertanggungjawab kepada para penumpang,” pungkasnya. 

Pasangan Suami Istri di Ciracas Nekat Bakar Diri

Korban tengah dievakuasi dari lokasi kejadian. (ist)
Kamis, 22 Juni 2017 11:03 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Pasangan suami istri (pasutri) ditemukan terbakar di dalam rumahnya di kawasan Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (22/6/2017) dinihari. Polisi menduga peristiwa tersebut merupakan aksi bakar diri yang dipicu malalah rumah tanggga.

Pasangan suami-isteri itu adalah Prasetyo, 38 tahun dan Sumiati, 35 tahun. Keduanya dilarikan warga ke Klinik Sejahtera untuk mendapat pertolongan.
Lokasi kejadian. (ist)
Saat ini, aparat Polsek Metro Ciracas sedang minta keterangan sejumlah saksi termasuk tetangga dan kakak si istri. Sejumlah barang bukti yang disita di antaranya kasur busa, guling dan korek api.

Polisi menduga hal ini, kasus bakar diri. Diduga penyebabnya masalah rumah tangga.Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan

Informasi yang diperoleh, peristiwa terjadi pada Kamis (22/6/2017) sekira pukul 03:40 WIB. Saat itu, warga dikejutkan dengan teriakan kesakitan dari rumah pasangan itu. Warga yang datang ke lokasi mendapati suami istri terbakar.

Kejadian itu bermula sekira pukul 02:30 WIB, saat si istri pulang kerja dari sebuah kafe. Ia mendapati suaminya berada di depan rumah. Pria 36 tahun itu mengajaknya makan bersama dengan tujuan berbaikan kembali.

Namun ajakan itu ditolak. Wanita yang capek pulang kerja itu bahkan mengusirnya. Tak terima diusir, pria itu menyatakan akan kembali lagi.

Benar saja, sekira pukul 03:15 WIB, pria itu kembali. Ia mengetuk minta dibukakan pintu. Tak lama, pintu dibuka wanita. Keduanya terlibat obrolan di depan pintu itu. Tapi tanpa disangka, si suami menuangkan cairan dalam plastil putih yang diduga bensin. Cairan itu mengenai tubuh keduanya.

Pria itu pun menyalakan api dari korek yang dibawanya. Dalam sekejap, api membakar pasangan itu. Teriakan kesakitan membuat tetangga berdatangan lalu memadamkan api. Keduanya dilarikan ke Klinik Sejahtera, tak jauh dari rumah mereka.

Tips Mudik Pakai Sepeda Motor


Kamis, 22 Juni 2017 10:11 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Menjelang hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriyah pada 25 Juni 2017 mendatang, warga Ibu Kota tengah bersiap-siap pulang ke kampung halaman untuk merayakan lebaran bersama sanak keluarga.

Kesiapan transportasi pun diperlukan untuk menunjang keselamatan bagi para pengendara maupun penumpangnya. Saat ini kendaraan roda dua atau sepeda motor masih menjadi favorit masyarakat. Namun, kendaraan ini kerap kali mengalami kecelakaan. Banyak faktor yang membuat keselamatan terganggu, salah satunya pengaman yang tidak cukup baik.

Oleh karena itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono memberikan tips untuk pemudik yang ingin pulang ke kampung halaman dengan menggunakan sepeda motor.

1. Kirim Sepeda Motor Via Pos
Kabid Humas menyebutkan sebaiknya masyarakat tidak menggunakan transportasi sepeda motor. Sebab tingkat keamanannya kurang baik. Ia menyarankan agar kendaraan roda dua itu untuk dikirim melalui pos dan pemudik bisa menggunakan bus untuk mudik lebaran.

"Mudik naik sepeda motor, sebaiknya (sepeda motor) dikirim melalui pos dan yang bersangkutan naik bus. Kalau jalan naik jarak jauh," katanya, Kamis (22/6/2017).

2. Jangan Bawa Banyak Barang
Menurutnya, dengan membawa barang yang cukup banyak seperti kayu-kayu atau bahkan membuat bagasi sendiri di sepeda motor maka itu dapat menimbulkan hal yang tidak di inginkan.

3. Jangan Kelebihan Penumpang
Kendaraan sepeda motor memang selaiknya digunakan untuk dua orang. Oleh karenanya Kabid Humas menghimbau agar pemudik tidak membawa penumpang atau sanak keluarga lebih dari anjuran pabrik.

"Jangan menambah untuk orang naik. Sehingga bisa sampai 5 orang (penumpang). Spesifikasi (penumpang) kan dari pabrik ga segitu. Nantikan bisa berpengaruh itu," paparnya.

4. Jika Mengantuk, Segera Istirahat
Apabila pengendara sudah mulai terasa kantuk dan lelah. Ia menyarankan sebaiknya untuk beristirahat agar dapat menjaga stamina untuk berkendara dengan aman dan nyaman.

"Kemudian kalau mengantuk ia (pemudik) berhenti. Jangan dipaksakan naik sepeda motor, jangan di tengah-tengah jalannya ya pinggir aja. Sehingga hati-hati. Pokoknya kalau ada rasa capek berhenti. Lalu, cari jalan yang terang jangan sampai terkena lubang atau sebagainya, " katanya.

Polsek Tangerang Tangkap Pengedar Shabu di Serpong


Aparat Polsek Tangerang berhasil menangkap Pengedar narkotika jenis sabu berinisial R, 56 tahun, di Perumahan Paku Jaya Permai, Serpong Utara, Kota Tangsel.
Kamis, 22 Juni 2017 08:03 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Pengedar narkotika jenis sabu yang biasa beraksi di Tangerang berinisial R, 56 tahun, ditangkap aparat Polsek Tangerang di Perumahan Paku Jaya Permai, Blok A 16 No 32, RT04/05, Kelurahan Paku Kaya, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangsel. Dari Tangan pelaku diamankan paket sabu dan putau dengan total seberat 69 gram yang dibungkus dalam sejumlah plastik bening untuk siap edar.

Kapolsek Tangerang, Kompol Ewo Samono mengatakan, penangkapan R berawal dari informasi masyarakat terkait adanya peredaran narkotika di sebuah rumah yang dihuni oleh pelaku di Perumahan Paku Jaya pada Senin (19/6/2017).

Dari informasi itu, kemudian Anggota Resmob Polsek Tangerang yang tengah observasi wilayah langsung melakukan penyelidikan ke lokasi.

“Sekira pukul 19.00 WIB Tim Resmob memeriksa identitas R dan dilakukan penggeledahan. Petugas pun menemukan sebuah tas pinggang warna abu-abu yang di simpan di bawah meja dapur. Setelah dibuka ternyata di dalamnya berisikan narkotika jenis shabu dan putau,” kata Kapolsek, Kamis (22/6/2017).

Adapun total berat barang bukti sekira 69 gram, diantaranya satu bungkus plastik klip bening berisi shabu ukuran besar seberat  40 gram, dan 9 gram sabu yang dibungkus dalam 9 platik kecil. Sedangkan putau dibungkus bungkus plastik klip bening ukuran besar berisikan seberat 20 gram.

“Kita juga sita seperangkat alat hisap sabu (bong) terbuat dari botol kaca bekas minuman dan satu buah timbangan digital warna hitam,” jelas Kapolsek.

Kebakaran di Kebayoran Lama, Satu Bocah SD Tewas

Kamis, 22 Juni 2017 07:26 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Kobaran api menyambar ruko di dekat Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (22/6/2017) dinihari.

Kasudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) Jakarta Selatan, Irwan memaparkan, kobaran api terjadi sekira pukul 03.30 WIB. “Yang terbakar semacam kontrakan, dibawahnya penampungan buah kelapa di dekat Pasar Kebayoan Lama,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (22/6/2017).

Irwan menambahkan, phaknya menerjunkan sekira 21 unit mobil pemadam. Hingga saat ini, petugas juga masih melakukan pendinginan di lokasi.“Pengerahan 21 unit. Situasi pendinginan,” sambungnya.

Diperoleh informasi, satu orang meninggal dunia dalam kebakaran tersebut. Korban bernama Agus Gunawan, 11 tahun, yang √§kan naik kelas V Sekolah Dasar (SD). “Korban Agus Gunawan, naik kelas V SD,” tandasnya.

Selama Ramadan 2017, Ratusan Preman Ditahan Polda Metro Jaya


Kamis, 22 Juni 2017 06:55 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Jajaran Polda Metro Jaya menggelar Operasi Cipta Kondisi selama Ramadan 1438 H, terhitung mulai 26 Mei-21 Juni 2017. Dalam operasi tersebut, sebanyak 2.016 preman jalanan diamankan.

"Kami mengamankan 2.016 orang. Tapi yang ditahan sebanyak 249 orang karena terdapat bukti-bukti yang cukup untuk dilakukan penyidikan," ujar Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Mochamad Iriawan di kantornya, Jakarta, Rabu (21/6/2017).

Kapolda menuturkan, para tersangka ditangkap lantaran mengganggu ketertiban masyarakat. Mereka juga kedapatan membawa senjata tajam, senjata api, dan benda-benda membahayakan lainnya.

"Kita tahu banyak kejadian di antaranya beberapa pemuda yang melakukan penganiayaan, serta kami melakukan operasi preman di beberapa tempat keramaian, seperti pasar, toko, kendaraan, kereta api dan bus," kata dia.

Dari operasi itu, polisi menyita barang bukti berupa 46 bilah senjata tajam berbagai jenis, 3 unit senjata api, 4 unit mobil, 50 unit sepeda motor, 2 unit sepeda, 28 ponsel, 4 unit hard disk, dan sejumlah perhiasan.

Polisi juga menyita narkoba berupa 4 linting ganja, 2 amplop isi ganja, 2 kg ganja, 60 lembar plastik klip hitam, 4 plastik bening kristal, 4 unit timbangan gram, 1 strip tramadol, 6 paket sabu, 36,4 gram sabu, 1 bungkus plastik sabu, 1,06 gram ganja, dan 356 butir ekstasi.

"Kami akan lakukan operasi ini terus menerus hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri," tegas Kapolda.

21 Juni 2017

Polda Metro Jaya Luncurkan Aplikasi untuk Cek Pajak Kendaraan

Polda Metro Luncurkan Aplikasi untuk Cek Pajak Kendaraan
Rabu, 21 Juni 2017 13:57 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya membuat terobosan baru dengan meluncurkan aplikasi untuk mengecek pajak kendaraan bermotor. Aplikasi ini memudahkan masyarakat untuk mengetahui berapa nilai pajak kendaraan yang harus dibayarkan.

"Kalau dulu kita punya layanan SMS 1717 untuk mengecek jenis kendaraan, tetapi sekarang sudah tidak bisa digunakan lagi. Sebagai penggantinya sekarang kita memiliki aplikasi Cek Ranmor & Pajak DKI Jakarta," jelas Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Halim Pagarra dalam sambutannya dalam acara peluncuran aplikasi di Samsat Jakarta Selatan, Jl Jenderal Sudirman Kavling 55, Jakarta, Rabu (21/6/2017).


Aplikasi tersebut, untuk sementara ini dapat diunduh oleh pengguna handphone berbasis android melalui playstore. Sementara untuk pengguna iPhone, bisa menelusurinya via website.

"Dengan adanya aplikasi dan website untuk mengecek kendaraan dan pajak DKI Jakarta ini, diharapkan dapat memberikan kemudahan kepada masyarakat yang ingin mengecek data-data kendaraan dan juga pajak yang harus dibayarkan," ungkapnya.

Direktur Lalu Lintas mengatakan, hanya pemilik kendaraan yang dapat mengecek data kendaraan dan pajak kendaraan melalui aplikasi tersebut. Sebab, pada aplikasi tersebut, masyarakat harus mencantumkan NIK kendaraan.

"Hanya pemilik yang sah yang dapat mengecek data-data dan pajak melalui aplikasi ini," sambungnya.

Ia berharap, dengan adanya aplikasi ini, dapat mengurangi jumlah penunggak wajib pajak kendaraan. "Sehingga kita bisa membantu Pemda DKI Jakarta dalam meningkatkan pendapatan daerah dari pajak kendaraan," lanjutnya.

Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Badan Pajak dan Kendaraan DKI Jakarta Edi Sumantri, Kepala Bidang Pendapatan Daerah BPK Daerah DKI Jakarta Rias Askaris, Kepala Cabang PT Jasa Raharja DKI Jakarta Delya Indra.

Sementara itu, Kasie STNK Subdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Bayu Pratama yang mendampingi Kasubdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya mengatakan, cara penggunakan aplikask tersebut sangat mudah.

"Untuk pengguna handphone berbasis android bisa mendowload di playstore, sementara pengguna iPhone bisa mencari di mesin pencarian google dengan mengetik 'Cek Ranmor DKI' pada mesin pencarian, nanti muncul link-nya samsat-pkb.jakarta.go.id," ujarnya.

Hanya dengan membubuhkan 4 digit pelat nomor kendaraan dan huruf di belakang dan NIK, lalu klik tombol 'proses', maka data-data kendaraan dan info nilai jual serta pajak kendaraan langsung keluar.
"Termasuk data berapa denda atas keterlambatan yang harus dibayarkan dan juga bisa diketahui apakah kendaraan tersebut terkena pajak progresif atau tidak," ujar Bayu.


Aplikasi ini sejalan dengan program e-Samsat. Masyarakat yang sudah mengetahui berapa pajak yang harus dibayarkan tinggal membayar ke gerai ATM Bank DKI. "Sehingga masyarakat tidak perlu lagi mengantre di kantor Samsat untuk membayar pajak tahunan," tandasnya. 


Polres Metro Jakarta Pusat Tangkap Kuli Bangunan Bawa Senjata Air Softgun

Razia Sahur on The Road, Kuli Bangunan Ditangkap karena Bawa Air Softgun
Rabu, 21 Juni 2017 13:04 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Petugas Polres Metro Jakarta Pusat menangkap dua pria yang kedapatan membawa senjata air softgun, di depan Thamrin City, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (21/6/2017) dini hari. Pria yang bekerja sebagai kuli bangunan itu  ditangkap saat polisi menggelar patroli gabungan skala besar, dalam rangka antisipasi gangguan kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat), terutama terkait Sahur On The Road (SOTR).

Ada dua orang yang kami tangkap karena membawa air softgun. Pertama Fatur Rohman,27 tahun, tukang bangunan di proyek City Work, Karet Tengsin. Lalu Musliadi, 29 tahun, warga Jalan Kesederhanaan, Taman Sari, Jakarta Barat," tutur Kapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Suyudi Ario Seto ketika dihubungi, Rabu (21/6/2017).
Kapolres Jakpus Kombes Suyudi Ario Seto sedang meriksa air softgun yang terjaring.(silaen)
Keduanya langsung diamankan untuk dimintai keterangan. Tak hanya air softgun, beberapa orang juga terjaring membawa senjata tajam lainnya dan narkoba, yaitu Gunawan Madamar, 21 tahun, tukang parkir yang membawa sebilah pisau. Warga Rusun Petamburan, Jakarta Pusat itu langsung diamankan.

Selanjutnya, Sofyan, 26 tahun, juga warga Petamburan, membawa satu paket sabu. Sedangkan Dio Fernandes, 24 tahun, warga Pondok Cabe, membawa satu paket sabu.

"Patroli gabungan ini kami lakukan di seluruh titik rawan Jakarta Pusat. Hasilnya, kami amankan delapan kendaraan roda dua dan satu roda empat, karena tidak dilengkapi surat-surat," papar Kapolres.

Patroli gabungan yang dipimpin Kapolres itu juga mengamankan 22 orang, karena membawa narkoba, senjata tajam, dan air softgun.

Dalam razia itu, petugas melibatkan 306 personie terdiri TNI 105 personel, dan Polri 201 personel. Razia berskala besar itu langsung dipimpin Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Suyudi Ario Seto. Sebelum menuju sasaran, terlebih melakukan apel di Taman Monas, sekitar pukul 00:00 WIB, hingga 03:00 WIB.

Unit Polri dengan mengandalkan Tim Alpha Pus (TAP), sedang TNI hanya memantau jika ada anggotanya yang terlibat akan diselesaikan oleh kesatuannya. Dalam arahan itu, Kapolres membeberkan ada delapan wilayah yang perlu diantisipasi dan dilakukan penindak lanjutan.

Dalam operasi berskala besar itu Kapolres membagi dua tim yaitu Tanah Abang, Menteng, Gambir, langsung dipimpin Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Suyudi Ario Seto. Sedangkan, wilayah Kemayoran, Senen, Johar Baru, Cempaka Puti dan Gambir, dikendalikan Kapolsek Metro Gambir AKBP Ida Ketut.

“Sasaran operasi itu diprioritaskan Sahur On The Road dan senjata api serta teroris, Kami akan terus melakukan operasi hingga usai perayaan Idul Fitri” ujar Kapolres.

Sudah 7 Perampok di SPBU Daan Mogot Ditangkap, Polisi Duga Ada Pelaku Lain

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono
Rabu, 21 Juni 2017 11:42 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Polisi telah menangkap tujuh tersangka perampok yang menembak hingga tewas Davidson Tantono, 31 tahun, di SPBU Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat beberapa hari lalu.

Menurut polisi komplotan tersebut merupakan spesialis perampok dengan modus gembos ban."Komplotan ini kelompok rampok. Mereka sudah beraksi sebanyak 23 kali," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan, Rabu (21/6/2017).

Kabid Humas menjelaskan, kelompok itu tiap kali beraksi selalu mempunyai rencana yang matang. Mereka saling berbagi peran dalam menjalankan aksinya.

"Mereka ada yang bertugas mengintai, menggembosi ban, membuntuti korbannya, dan menjadi eksekutor," kata Kabid Humas.

Menurut Kabid Humas, kelompok itu selalu mempersenjatai diri dengan senjata api. Mereka membawa senjata api untuk digunakan saat keadaan terdesak."Kami masih mendalami mereka mendapat senpi ini dari mana," ucap Kabid Humas.

Dalam kasus ini, polisi sudah meringkus tujuh orang tersangka pelaku, yakni DTK, TP, M, RCL, NZR, IR, dan SF. IR dan SF tewas ditembak lantaran melawan saat ditangkap.

Polisi menduga, masih ada pelaku lainnya dalam perampokan yang disertai penembakan itu. Untuk itu, tim dari Subdit Resmob dan Ranmor Polda Metro Jaya masih di lapangan untuk melakukan pengejaran.

Kasus perampokan di SPBU Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat, terjadi pada 9 Juni 2017. Perampokan itu menewaskan Davidson Tantono. Pelaku menggasak uang tunai sekitar Rp 350 juta yang baru diambil Davidson dari bank.

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Gagalkan Peyeludupan Satwa Asal Papua

Polres Tanjung Priok Gagalkan Peyeludupan Satwa Asal Papua
Rabu, 21 Juni 2017 08:37 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Aparat Polres Pelabuhan Tanjung Priok berhasil mengagalkan penyelundupan 49 ekor ular dari Papua. Hewan-hewan itu disita dari seorang penumpang KM Ciremai yang berlayar dari Manokwari, Papua Barat, dengan tujuan Tanjung Priok, Jakarta.

Penumpang yang ditangkap itu berinisial JS, 30 tahun. “Penumpang itu tidak memiliki dokumen,” kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Roberthus Yohanes De Deo, Selasa (20/6/2017).

Menurut Kapolres, pelaku menyembunyikan hewan-hewan itu dalam dus karton dan menitipkannya kepada petugas keamanan di KM Ceremai. "Satwa-satwa ini rencana akan dijual ke komunitas pencinta satwa di Bandung," kata Kapolres.

Ular yang diseludupkan itu ada beberapa jenis. Sebanyak 29 ekor berjenis green tripyton, 10 jensi patola , dan 5 jenis albertisigold. "Ular jenis monopohon, monotanah, albertisiblack, phyton olive, dan brontri masing-masing 1 jenis," kata Kapolres.

Menurut Kapolres, kepolisian telah bekerjasama dengan Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) dan Balai Karantina untuk mengindentifikasi satwa-satwa itu. “Nanti BKSDA yang menilai apakah itu termasuk hewan dilindungi atau bukan," katanya.


“Pelaku melanggar undang-undang tentang konservasi sumberdaya alam dan undang-undang tentang karantina hewan.”pungkas Kapolres.

Lokasi Layanan Mobil SIM dan STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Rabu 21 Juni 2017

Rabu, 21 Juni 2017 08:29 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Berikut lokasi layanan mobil SIM & STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Rabu, 21 Juni 2017 terdapat di beberapa lokasi sebagai berikut:

1. Jakarta Pusat
SIM : Kantor Pos Pasar Baru
STNK : Lapangan Banteng

2. Jakarta Barat
SIM : LTC Glodok
STNK : LTC Glodok

3. Jakarta Selatan
SIM : Pospol Kalibata
STNK : Pospol Kalibata

4. Jakarta Utara
SIM : Jembatan 3 Pluit
STNK : Graha Gapembri, Kelapa Gading

5. Jakarta Timur
SIM : Dealer Honda Jl. Dewi Sartika 
STNK : Pasar Induk Kramat Jati

- Jam operasional: 07:00 s/d 14:00 WIB

- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C. SIM habis masa berlakunya walaupun 1 hari tidak dapat diperpanjangg, SIM dapat diberlakukan kembali dengan proses penerbitan SIM baru sesuai dengan golongan SIM.

- STNK Keliling hanya untuk proses perpanjangan pertahun, untuk proses perpanjangan lima tahunan, balik nama atau ganti plat nomor agar mendatangi ke Kantor Samsat yang terdekat.

Wakapolda Metro Jaya Minta Pemudik Waspadai Kejahatan Modus Hipnotis

Wakapolda Minta Pemudik Waspadai Modus Hipnotis
Rabu, 21 Juni 2017 08:23 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Suntana menghimbau pada para pemudik untuk selalu berhati-hati selama melakukan perjalanan. Khususnya, untuk mencegah tindak kriminal yang 'musim' pada saat arus mudik lebaran di terminal.

"Jangan percaya sama orang yang menawarkan sesuatu, baik minuman, karena itu bisa saja upaya pelaku kejahatan untuk menghipnotis kita," katanya saat ikut melakukan kunjungan ke Terminal Kampung Rambutan bersama Menteri Perhubungan dan Gubernur DKI Jakarta, Selasa (20/6/2017) kemarin.

Wakapolda meminta, agar para penumpang angkutan mudik, untuk lebih peka terhadap keadaan di sekelilingnya. "Jadi kenali para penumpang di sebelah kiri kanan Anda," ungkapnya.

Selain itu, Wakapolda mengingatkan kembali para penumpang untuk selalu menjaga dan mengawasi barang bawaan saat mudik. "Saya ingin mengingatkan penumpang untuk hati-hati terhadap barang bawaan. Jangan meninggalkan barang bawaan pada saat Anda di tempat istirahat atau di rest area," tandasnya.

Kebakaran Rumah di Pantai Indah Kapuk, 2 Orang Tewas


Rabu, 21 Juni 2017 08:10 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Kebakaran melanda sebuah rumah yang berada di kawasan Pantai Indah Kapuk, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (21/6/2017) dinihari. Dilaporkan ada 2 orang yang tewas akibat kebakaran tersebut.

"Iya benar ada dua orang meninggal," kata Kanit Reskrim Polsek Metro Penjaringan, Kompol Rahmat Sujatmiko kepada wartawan, Rabu (21/6/2017).

Rumah yang terbakar itu berada di Perumahan Pantai Indah Kapuk Mediterania Jalan Camar Elok 4 No 23 RT 09/06, Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara. Kompol Rahmat mengatakan kebakaran itu terjadi sekira pukul 01.00 WIB.

Korban diketahui pasangan suami istri bernama Noerbaiti, 55 tahun dan Luhut Pakpahan, 51 tahun. Jasad keduanya kemudian di evakuasi petugas ke RSCM untuk dioutopsi.

Menurut Kompol Rahmat, api diduga berasal dari salah satu kamar di rumah tersebut. Dua orang penghuni rumah yang juga suami istri diduga karena terlelap tidur. Namun terkait penyebab kebakaran tersebut, Kompol Rahmat mengaku pihaknya masih menyelidikinya. "Sedang kita selidiki," ucapnya.

Tim Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan Gelar Razia Narkoba di Kereta Komuter

Rabu, 21 Juni 2017 07:54 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Tim Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan menggelar razia narkoba di kereta komuter. Operasi yang baru pertama kali ini untuk mengantisipasi peredaran narkoba yang memanfaat situasi mudik Lebaran.

Razia yang dilaksanakan pada Selasa, 20 Juni 2017 siang itu  cukup mengejutkan penumpang. Petugas yang menyebar ke seluruh gerbong menggeledah satu persatu penumpang kereta.


Dalam razia ini, polisi tidak menemukan pengedar maupun penumpang yang membawa narkoba. Namun petugas memberikan stiker sebagai bentuk kampanye perang melawan narkoba.

Sipr LP Cipinang dan LP Pemuda Tangerang Jadi Kurir Narkoba Ditangkap Polda Metro Jaya

Hasil gambar untuk foto penangkapan tersangka narkoba
Rabu, 21 Juni 2017 07:34 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Penyidik Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya berhasil membongkar dua kasus jual beli narkotika yang melibatkan sipir dari LP Cipinang dan LP Pemuda. Mereka diketahui melakukan penyelundupan narkoba jenis sabu untuk para narapidana.

Berdasarkan keterangan resminya, kasus pertama terungkap di tempat kejadian perkara (TKP) yang berada di depan rumah sakit Persahabatan, Pulogadung, Jakarta Timur pada 24 Maret 2017 lalu.

"Untuk TKP kedua, kami berhasil mengamankan di depan Pasar Induk Tangerang, Banten pada 3 April 2017 lalu. Oknum sipir yang terlibat dalam kasus yang terjadi di dua tempat dan waktu yang berbeda," kata Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol Nico Afinta di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (20/6/2017).

Dari hasil interogasi, kata Kombes Nico, didapatkan tersangka berinisial KHD alias Bogel adalah Sipir di LP Cipinang. Menurutnya ia berperan sebagai kurir pengantar narkoba.Sedangkan yang satunya lagi, berinisial MS alias Sule yang merupakan kurir gang bertugas menemui Bogel. Adapun dari tangan kedua tersangka, berhasil menyita barang bukti sabu seberat 510 gram.

Sementara itu, untuk kasus kedua TKP yang berada di Tangerang, Kombes Nico menyebutkan pengembangan dilakukan berdasarkan dari penangkapan seorang pelaku berinisial HS yang berperan sebagai kurir mengantarkan sabu ke oknum Sipir LP Pemuda Tangerang.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa petugas tidak hanya menangkap HS tetapi dua lainnya yakni RM alias Ramston Malau dan AG alias Armanta Ginting.

Berdasarkan interogasi RM merupakan sipir LP Pemuda Tangerang Lapas Kelas II Pemuda, Banten.

"Setelah kita telusuri yang bersangkutan merupakan orang suruhan dari seorang napi kasus Narkoba dari LP Pemuda nerna Armanta Ginting yang juga kita tangkap,", sambungnya.

Adapun dalam penangkapan HS dan RM penyidik telah menyita barang bukti sabu seberat 33,10 gram. Sedangkan dari tersangka AG pihaknya menemukan bukti 4 plastik berisi sabu seberat 20,65 gram di kamarnya.

20 Juni 2017

Polres Metro Jakarta Pusat Amankan 93 Peserta SOTR

Polres Jakarta Pusat menggelar jumpa pers terkait sekelompok remaja yang bawa senjata tajam saat sahur on the road.
Selasa, 20 Juni 2017 13:45 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Sebanyak 93 remaja peserta Sahur on The Road (SOTR) diamankan aparat saat operasi cipta kondisi di wilayah Jakarta Pusat. Dari 93 remaja yang diamankan terdapat 8 orang yang kedapatan membawa senjata tajam.

Polisi akan melakukan tindakan tegas terhadap kedelapan remaja tersebut. Sedangkan remaja lainnya setelah dilakukan pendataan dan pembinaan kemudian dipulangkan ke rumah.  

"Delapan orang kedapatan membawa senjata tajam," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Suyudi Ario Seto, Selasa (20/6/2017).

Polres Metro Jakarta Pusat sedang gencar menggelar razia, buntut dari adanya aksi geng motor yang kerap beraksi seperti di Kemayoran dan Tanah Abang beberapa waktu lalu.

"Mereka semua katanya berniat melakukan SOTR, tapi malah bawa senjata tajam. Ini mau sahur atau membunuh," katanya.

Kini para pemuda yang terbukti membawa senjata tajam dijerat dengan Undang-Undang Darurat nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman selama 10 tahun penjara.

Pelaku Perampokan Sadis di SPBU Daan Mogot Ternyata Beraksi Bersama Pacarnya

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono
Selasa, 20 Juni 2017 13:20 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Komplotan perampokan dengan senjata api yang menewaskan Davidson Tantono, 31 tahun, di SPBU Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat berhasil diringkus Polda Metro Jaya. Dalam penangkapan tersebut, pimpinan atau 'kapten' perampokan berinisial S.F.L (sebelumnya disebut SP) terpaksa ditembak mati karena membahayakan keselamatan petugas dengan merebut senjata petugas saat dilakukan pengembangan kasus.

Selain S.F.L dalam perampokan sadis tersebut juga melibatkan satu wanita berinisial R.C.L yang merupakan pacar dari pelaku utama S.F.L. Wanita berumur 36 tahun tersebut berperan sebagai penyedia tempat berkumpul para komplotan yang diketahui telah beraksi di 23 tempat tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengungkapkan bahwa pelaku R.C.L ditangkap bersama pelaku lainnya N.Z.R atas interogasi dari S.F.L di daerah Blambangan, Banyuwangi, Jawa Timur.

"Pelaku R.C.L berperan sebagai pacar dari S.F.L, dan menyediakan tempat berkumpul untuk para pelaku sebelum dan sesudah melakukan aksi. Pelaku juga menyediakan tempat tinggal bagi para pelaku selama beraksi di Jakarta," jelas Kabid Humas kepada wartawan, Selasa (20/6/2017).

R.C.L ditangkap bersama barang bukti 3 buah handphone merek Samsung, 3 buah handphone merek Nokia, uang tunai senilai Rp6 juta yang diduga merupakan hasil kejahatan dan jaket yang digunakan pacarnya S.F.L saat melakukan kejahatan.

Polisi Tembak Mati 'Kapten' Perampokan Sadis di SPBU Daan Mogot

Polda Tembak Mati Eksekutor Perampokan Sadis di SPBU Daan Mogot
Selasa, 20 Juni 2017 13:00 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Penyidik Gabungan Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Barat menembak mati pimpinan atau 'Kapten' perampokan yang menewaskan Davidson Tantono, 31 tahun, di SPBU Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Jumat (9/6/2017) lalu. 

Pelaku ditembak mati oleh petugas di kawasan Banyuwangi, Jawa Timur, karena berusaha merebut senjata dan melawan petugas yang mengawalnya.


Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rudy Heriyanto Adi Nugroho mengatakan, pihaknya terpaksa menembak mati tersangka karena melawan saat sedang dikembangkan.

"Tersangka atas nama SP ini melakukan perlawanan dengan merebut senjata api anggota. Kemudian anggota melakukan tindakan tegas dan terukur dengan menembak yang bersangkutan, karena dikhawatirkan membahayakan keselamatan petugas dan masyarakat lainnya," katanya.

Kombes Rudy menegaskan, SP sebelumnya ditangkap di Banyuwangi, Jawa Timur. Kemudian, tersangka diminta menunjukkan senjata api yang digunakan untuk menembak korban. "Tersangka mengaku membuang senjata api di jalan bypass Sidoarjo," ungkapnya.

Tetapi, pada saat hendak menunjukkan senjata api, SP bertingkah mencurigakan. Dia kemudian hendak mencabut senjata api anggota yang mengawalnya.

"Saat hendak menunjukkan tempat, dia mau mencabut senjata api anggota sehingga ditembak secara tegas dan terukur," tegasnya.

Dia melanjutkan, sampai saat ini pihaknya masih melakukan pengejaran kembali terhadap pelaku lainnya. "Kita berharap pelaku lainnya bisa kita tangkap dalam waktu dekat ini," pungkasnya. 

Sebelumnya, polisi telah menangkap 4 pelaku, yang satu di antaranya ditembak mati. Dengan ditangkapnya SP, total tersangka yang sudah ditangkap berjumlah lima orang. 

Tim Patriot Polres Metro Bekasi Kota Amankan 7 Pemuda Sedang Pesta Miras

7 Pemuda Pesta Miras di Bekasi Diamankan Tim Patriot
Selasa, 20 Juni 2017 09:08 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Tim Patriot Polres Metro Bekasi Kota mengamankan tujuh pemuda yang tengah berpesta minuman keras di Jalan Bintara Raya, Kota Bekasi, Selasa (20/6/2017) dinihari. Dari lokasi, polisi mengamankan miras jenis ciu sebanyak 2 liter.

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Hero Henrianto Bachtiar mengatakan, ketujuh pemuda tersebut ditangkap di sebuah warung di Jl Bintara Raya, Kota Bekasi pada Selasa (20/6/2017) dinihari sekira pukul 01.20 WIB.

"Dari keterangan penjual, miras tersebut adalah mirah oplosan yang dibeli dari saudara Risqon," ujar Kapolres.

Polisi kemudian menggeledah rumah kontrakan Risqon. Di sana, didapati tujuh kantong besar masing-masing ukuran 2 liter miras jenis ciu. "Kami juga mengamankan pengoplos miras bernama Dwi," imbuh Kapolres.

Kemudian ketujuh pemuda dan penjual miras oplosan tersebut dibawa ke Mapolrestro Bekasi Kota berikut tujuh kantong miras.

Tempat Usaha Pembuatan Mebel di Kolong Fly Over Kranji Terbakar

Selasa, 20 Juni 2017 08:23 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Kebakaran menghanguskan tumpukan kayu mebel, kursi, meja, dan lemari di kolong jembatan layang Kranji, Bekasi Barat, Senin (19/6/2017) malam. Banyaknya bahan yang mudah terbakar membuat api sulit dipadamkan.

Belum diketahui penyebab pasti kebakaran tempat usaha pembuatan sekaligus penjualan mebel tersebut. Api baru berhasil dipadamkan setelah lima unit mobil dinas pemadam kebakaran datang ke lokasi.


Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian di perkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Polres Metro Jakarta Timur Tangkap Pencuri Rumah Kosong di Pulogadung


Selasa, 20 Juni 2017 07:42 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Polres Metro Jakarta Timur menangkap satu dari dua pencuri rumah kosong (rumsong) di Pulogadung, Jakarta Timur. Pada penangkapan pelaku bernama Kastono itu, polisi sempat mengeluarkan tembakan peringatan.

Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Andry Wibowo mengungkapkan kejadian ini berawal saat mendapatkan laporan dari warga setempat bahwa ada pencurian di kediaman Ernie Muliani. Mendapatkan laporan tersebut, aparat langsung menuju lokasi dan ternyata pelaku masih ada di dalam rumah. Bahkan, pelaku sempat tak menyerah saat melancarkan aksinya.

"Pertama-tama pelaku tidak menyerah akhirnya membuang tembakan peringatan, akhirnya pelaku menyerah," kata Kapolres kepada wartawan, Senin (19/6/2017) kemarin.

Namun, sayangnya satu pelaku berhasil melarikan diri. Dan saat ini masih dalam pengejaran aparat kepolisian.

"Namun temannya berhasil kabur melarikan diri," ucap Kapolres.

Aksi pencurian itu sendiri menggunakan modus dengan merusak gembok pagar rumah lalu masuk melalui jendela kamar dengan merusak jendela dan teralis. Setelah itu, pelaku mengacak-acak kamar dan mengambil barang korban.

Dalam penangkapan itu, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa, satu unit sepeda motor, satu unit TV, 5 buah jam tangan perempuan, uang Rp. 400 ribu, satu buah linggis, satu buah kunci L dan satu buah obeng min.

"Untuk saat ini pelaku ditangkap dan amankan barang bukti," tutup Kapolres.

Polda Metro Jaya Sita 30 Senjata Tajam Peserta Sahur di Jalan

Polisi sita 30 senjata tajam peserta sahur di jalan
Selasa, 20 Juni 2017 07:29 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Aparat Polda Metro Jaya menyita sedikitnya 30 senjata tajam dari empat kelompok pemuda yang melasanakan kegiatan sahur di jalan-jalan Jakarta, Selasa (20/6/2017) dini hari.

Wakil Kepala Polda Metro Jaya, Brigadir Jenderal Polisi Suntana, di Jakarta, Selasa dini hari, sebagaimana dikutip dari antaranews.com mengatakan, itu hasil patroli polisi di Jakarta Pusat, Jakarta Barat, dan Jakarta Timur, Selasa dini hari.

"Karena banyak masih anak-anak juga di antara mereka, besok akan kami libatkan KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia)," ujar Wakapolda, dalam pernyataan video yang disiarkan secara langsung Pusat Tata-kelola Lalu-lintas Polda Metro Jaya.

Wakapolda mengatakan, penyitaan senjata tajam itu juga untuk mencegah tawuran antara peserta sahur di jalan, sebagaimana pernah terjadi pada 16 Juni lalu di Jakarta Pusat.

"Saya sudah mengimbau sejak awal, lebih baik gencarkan sahur di masjid, jangan di jalan," ujarnya.

Lokasi Layanan Mobil SIM dan STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Selasa 20 Juni 2017


Selasa, 20 Juni 2017 07:17 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Berikut lokasi layanan mobil SIM & STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Selasa, 20 Juni 2017 terdapat di beberapa lokasi sebagai berikut:

1. Jakarta Pusat
SIM : Kantor Pos Pasar Baru
STNK : Lapangan Banteng

2. Jakarta Barat
SIM : LTC Glodok
STNK : LTC Glodok

3. Jakarta Selatan
SIM : Pospol Kalibata
STNK : Pospol Kalibata

4. Jakarta Utara
SIM : Jembatan 3 Pluit
STNK : Graha Gapembri, Kelapa Gading

5. Jakarta Timur
SIM : Gereja HKBP Kramat Jati Jl. Raya Bogor No. 7 
STNK : Pasar Induk Kramat Jati

- Jam operasional: 07:00 s/d 14:00 WIB

- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C. SIM habis masa berlakunya walaupun 1 hari tidak dapat diperpanjangg, SIM dapat diberlakukan kembali dengan proses penerbitan SIM baru sesuai dengan golongan SIM.

- STNK Keliling hanya untuk proses perpanjangan pertahun, untuk proses perpanjangan lima tahunan, balik nama atau ganti plat nomor agar mendatangi ke Kantor Samsat yang terdekat.

19 Juni 2017

Sidak di Pasar Grogol, Ditemukan 4 Makanan Mengandung Bahan Kimia Berbahaya

Senin, 19 Juni 2017 14:11 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Polres Metro Jakarta Barat bekerjasama dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Jakarta mengecek Pasar Grogol, Jakarta Barat. Hasilnya, empat makanan diketahui mengandung bahan kimia berbahaya.

"34 sampel makanan yang diperiksa, hasilnya empat yang makanan mengandung bahan berbahaya. Tiga makanan mengandung pewarna tekstil Rhodamin B, satu makanan mengandung formalin," ujar Wakasat Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Slamet, kepada wartawan di Pasar Grogol, Jakarta Barat, Senin (19/7/2017).


Makanan yang mengandung Rhodamin B adalah kue mangkok, pacar cina basah, dan pacar cina kering. Sedangkan tahu bakso merek Unyil mengandung formalin.

"Temuan ini kita akan tindak lanjuti, karena mereka hanya menjual. Kita akan kembangkan barang tersebut berasal dari mana," ucap Kompol Slamet.

Kompol Slamet mengatakan, tujuan operasi agar masyarakat mendapat makanan berkualitas menjelang lebaran. Operasi ini akan dilakukan di beberapa tempat lainnya.

"Agar masyarakat menjalankan ibadah puasa dan lebaran dengan rasa aman. Karena, makanan mengandung bahan kimia berbahaya bagi tubuh," ucapnya.

Jelang Lebaran, Kapolri Minta Jajaran Waspadai Ancaman Terorisme


Senin, 19 Juni 207 12:48 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian meminta jajarannya mewaspadai ancaman terorisme, khususnya menjelang Idul Fitri 2017.

Menurut Kapolri, ancaman teror tidak bisa diremehkan meskipun potensinya saat ini belum terlihat. Oleh karena itu, ia meminta jajarannya proaktif dan mendeteksi dini ancaman teror.

"Terkait ancaman terorisme, saya perintahkan jajaran untuk proaktif cegah dan deteksi potensi terorisme," kata Kapolri dalam sambutannya pada Gelar Pasukan Operasi Ramadniya 2017 di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Senin (19/6/2017).

Selain itu, Kapolri juga meminta jajarannya untuk mengantisipasi tindak kejahatan jalanan saat musim mudik. Misalnya premanisme, jambret, copet, pencuri, dan perampokan rumah kosong.

Kapolri berharap masyarakat merasa aman dan nyaman pada saat melaksanakan liburan Lebaran. "Kita harus jamin keamanan dan kenyamanan masyarakat," ucap Kapolri.

Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Ramadniya 2017 ini dilakukan di lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Sebanyak 1.896 personel gabungan dari TNI, Polri, dan Satpol PP turut serta dalam upacara ini. Tak hanya itu, seluruh jajaran Polda juga turut melaksanakan apel ini. Lebih dari 170 ribu personel gabungan TNI, Polri, Satpol PP di seluruh Indonesia turut dalam apel gelar pasukan ini.

Tiga Pengedar Ganja Dibekuk Polres Tangerang Selatan

Wakapolres Tangsel Kompol Bachtiar Alponoso saat menunjukan barang bukti narkoba jenis ganja dari tiga tersangka yang berhasil dibekuk petugas. (anton)
Senin, 19 Juni 2017 09:40 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Petugas Satuan Reserse Narkoba Polres Tangerang Selatan (Tangsel) berhasil meringkus tiga orang pengendar narkotika jenis ganja seberat 713,9 gram siap edar di tempat terpisah di wilayah Kelapa Dua, Kabupatem Tangerang, Provinsi Banten.

“Kami berhasil membekuk tiga tersangka pengedar narkoba jenis ganja dengan barang bukti total 713,9 gram siap edar di tiga tempat terpisah,” kata Wakapolres Tangsel Kompol Bachtiar Alponso didampingi Kasat Narkoba, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Agung Nugroho.

Menurut Wakapolres, penangkapan ketiga tersangka tersebut berawal penangkapan itu berawal dari informasi warga sekitar yang mengatakan bahwa di kawasan tersebut kerap dijadikan kumpul anak muda dari wilayah lain yang diduga sering dijadikan salah satu tempat bertransaksi narkoba.

Dari informasi tersebut, kemudian dilakukan penyelidikan dan melakukan razia hingga berhasil menangkap tersangka PA, 24 tahun, warga Kelapa Dua, yang terjaring razia di salah satu jalan di kawasan Kelapa Dua. Dari saku celana tersangka ditemukan barang bukti tiga linting ganja siap pakai.

Petugas kemudian menintrogasi serta menanyakan perihal ganja yang ada di kantong celana terssangka.Hasil pemeriksaan dan penyelidikan ternyata narkoba jenis ganja diperoleh dari rekannya yaitu AP,26 tahun, yang bertempat tinggal di perumahan Binong Permai, Kel. Binong, Curug .

Mendapat informasi tersebut, petugas langsung mendatangi rumah AP dan berhasil meringkus di dalam rumah tanpa perlawanan dengan barang bukti sekitar 21 paket ganja kering siap edar.

Setelah meringkus AP berikut barang bukti, kata Wakapolres, tersangka mengakui bahwa barang itu diperoleh dari FWD, 28 tahun, warga sekitar yang tak jauh dari rumah tersangka AP.

Petugas pun langsung mendatangi rumah dan menangkap FWD serta menemukan sekira 10 bungkus paket narkoba jenis ganja siap edar.

“Total barang bukti narkoba jenis ganja kering siap edar dari tiga pelaku sekitar 713,9 gram, “ ujarnya.

1.896 Personel Ikuti Apel Gelar Pasukan Operasi Ramadniya 2017

1896 Personel Ikuti Apel Gelar Pasukan Operasi Ramadniya 2017
Senin, 19 Juni 2017 09:16 WIb
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Apel gelar pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Ramadniya 2017 digelar di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Senin (19/6/2017) pagi ini. Ada sekitar 1.896 personel mengikuti apel tersebut.

Operasi Ramadniya merupakan giat operasi penganti operasi ketupat dalam rangka pengamanan  Idul Fitri 1438 Hijriyah/2017.

Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto,  mengatakan apel gabungan dihadiri anggota TNI, Polri dan Kementerian Perhubungan. Pasukan berkuda juga disiagakan Polri dalam apel gelar pasukan.

“Gelar pasukan dihadiri 1.896 personel TNI, Polri dan instansi terkait,” ujarnya di lokasi.

Kadiv Humas menjelaskan, terdapat sekitar 170.000 pesonel gabungan yang disiagakan dalam operasi Ramadniya 2017. Operasi ini dilakukan untuk menghadapi potensi ancaman tindak kriminal, termasuk ancaman teror. Selain keamanan, apel gelar pasukan juga dilaksanakan dalam rangka pengamanan arus lalu lintas mudik selama Idul Fitri. 
Kegiatan ini untuk mengantisipasi gangguan kemanan.
Dalam apel, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian akan bertindak sebagai inspektur apel.

Gara-Gara Knalpot Bising, Dua Warga Bekasi Duel Hingga Tewas

Duel Maut di Bekasi
Senin, 19 Juni 2017 07:55 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Deny Andhaka Tumboimbela, 36 tahun, tewas setelah berduel dengan tetangganya sendiri, Wiliam Tuilan, 26 tahun, di Pondok Melati, Kota Bekasi. Warga Kompleks Kologad Bawah, RT 05 RW 09, Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi itu merenggang nyawa dengan sejumlah luka senjata tajam. Ironisnya, kasus tersebut hanya dipicu masalah sepele. Wiliam mengaku tidak terima ditegur karena knalpot sepeda motornya bising.

"Pelaku enggak terima ditegur sama korban, saat menyalakan sepeda motor dengan knalpot keras," kata saksi, Yuli, Bekasi, Minggu 18 Juni 2017. Teguran itu rupanya berbuntut panjang. Keduanya terlibat percekcokan, hingga akhirnya Wiliam mengambil sebilah parang dan mengayunkan ke arah Deny.

"Korban langsung dibacok dan mengenai ketiak tangan kirinya. Sampai nyaris putus," ungkap Yuli. Alhasil, bapak dua anak itu langsung tersungkur ke tanah. Ia sempat ditolong warga. Namun, saat hendak dilarikan ke Rumah Sakit Masmitra, Jatimakmur, nyawa Deny tidak tertolong lagi.

Menurut keterangan warga sekitar, Deny dan Wiliam sempat terlibat duel maut. Mereka juga sempat dilerai dan didamaikan tokoh masyarakat setempat. "Sebelum tarawih mereka sempat ribut juga, tapi didamaikan. Bahkan sempet dibawa ke Polsek biar damai. Tapi usai itu, malah ribut lagi sampai begini dah," ucap Ida, warga lainnya.

Sementara, Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Erna Ruswing Andari mengatakan, Wiliam sudah ditangkap di rumahnya oleh jajaran Polsek Pondok Gede, tidak lama setelah kejadian. "Pelaku dan barang bukti sudah diamankan oleh Polsek Pondok Gede, warga juga menjelaskan pelaku memang sering berbuat onar di lingkungan," ungkap Kompol Erna.

Kompol Erna menambahkan Deny tewas akibat luka senjata tajam di bagian ketiak kiri sepanjang 30 cm, dan luka di punggung sepanjang 15 cm. Jenazah Deny kemudian dibawa ke RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur untuk dilakukan outopsi

Polisi juga menyita barang bukti sebilah parang yang digunakan Wiliam untuk melukai Deny. Atas perbuatan tersebut, Wiliam terancam Pasal 354 KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan kematian dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

Polda Metro Jaya Keluarkan Surat Edaran Berisi Himbauan Tidak Takbir Keliling

Polda Metro Jaya Keluarkan Edaran Larangan Takbir Keliling
Foto Ilustrasi

Senin, 19 Juni 2017 07:41 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Polda Metro Jaya mengeluarkan Surat Edaran yang berisi himbauan Kamtibmas Pelaksanaan Takbir Malam Idul Fitri 1438 H/2017. Dalam himbauan yang ditandatangani Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan mengimbau pelaksanaan malam takbiran di wilayah hukum Polda Metro Jaya agar tidak melaksanakan takbir keliling.

Kepala Bidang Humas (Kabid Humas) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono membenarkan surat himbauan tersebut. Namun, Ia menegaskan bahwa edaran itu bukan bermaksud melarang masyarakat Jakarta melakukan takbir keliling.


"Bukan larangan takbir keliling, tetapi imbauan untuk takbir dilaksanakan di masjid atau musala masing-masing lingkungannya," kata Kabid Humas kepada wartawan, Minggu (18/6/2017).

Surat himbauan yang dikeluarkan 16 Juni 2017 itu diteruskan kepada seluruh Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Surat tersebut juga ditembuskan ke Kapolri, Seluruh Kapolres di jajaran Polda Metro Jaya, Ketua MUI DKI Jakarta dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DKI Jakarta.

Kabid Humas menegaskan, pihaknya akan menindak tegas bagi warga yang masih tetap melakukan takbir keliling. "Kita akan tindak tegas, apalagi yang mengganggu ketertiban," ujarnya. 

Menurutnya, imbauan ini dikeluarkan bukan untuk melarang namun mencegah timbulnya hal-hal yang tidak diinginkan. Pihaknya juga telah menyebarkan keseluruh wilayah untuk segera ditindak lanjuti.
Selain itu, akan ada penyekatan juga ditiap-tiap wilayah. Nantinya pemimpin wilayah seperti kapolres dan kapolsek juga melakukan pencegahan. 


"Kami sudah minta kesluruh jajaran bisa ditemukan ada pelanggaran langsung ditindak dan bila ada keramaian seperti konvoi bisa langsung dialihkan," pungkasnya.