07 Juli 2017

14 Tahun Ditinggal Mati Istri, Kakek 62 Tahun Cabuli 12 Bocah di Kebayoran Lama


Jumat, 7 Juli 2017 07:34 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Tidak tahan ditinggal mati istrinya 14 tahun silam, seorang kakek berinisial ZU alias Babe, 62 tahun, melakukan pencabulan terhadap beberapa orang anak di bawah umur di wilayah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

ZU merupakan seorang pedagang di pasar malam di kawasan Kebayoran Lama. Anak-anak yang menjadi korban itu memang tidak jauh dari lokasi ZU berdagang.Modus pelaku dalam melancarkan aksinya adalah mengiming-imingi korban dengan uang sebesar Rp 2.000. Korban kemudian diajak untuk naik kendaraan yang dipakainya dalam berjualan.

"Cara memberi uang jajan kepada korban sebesar Rp 2.000," ujar Wakapolsek Metro Kebayoran Lama, AKP Budi Setiyono, kepada wartawan, di kantornya, Jl Praja, Jakarta Selatan, Kamis (6/7/2017) kemarin. 

Dalam menjalankan aksinya, korban diajak ZU naik mobil yang dipakai guna berjualan pakaian di pasar malam, tak jauh dari rumahnya, kawasan Peninggaran, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Ketika di lokasi, tubuh dan kelamin korban diraba-raba.

"Jadi kelamin korban dicolok-colok oleh pelaku, bahkan ada yang sampai berdarah," terang AKP Budi.

Seusai melancarkan aksi, korban diberi imbalan uang sebesar Rp 2 ribu. ZU akhirnya dibekuk setelah warga dan polisi, usai melakukan penjebakan. Selanjutnya, tersangka digelandang ke Markas Polsek Metro Kebayoran Lama.

Menurut AKP Budi, korban ZU mencapai 12 orang dan rata-rata berusia 5 hingga 8 tahun. Semua korban telah dilakukan visum et repertum. Hasilnya positif, terdapat luka lecet pada kelamin masing-masing anak.

Hanya saja, tidak semua melapor ke polisi. Sehingga, polisi masih mengembangkan kasus ini. Mengingat, tidak menutup kemungkinan ada korban lainnya.

"Jadi yang melapor hanya enam anak. Kami menunggu laporan apabila ada korban-korban yang lain," imbau AKP Budi.

Kepada polisi, ZU mengaku nekat mencabuli bocah karena tidak kuasa menahan hasrat seksualnya. Apalagi, ayah dua anak itu sudah menjadi duda sejak 14 tahun lalu.

Aksi bejat tersebut diakuinya, sudah dilakukan sebanyak 10 kali terhadap 10 anak yang berbeda. Korban kebanyakan anak-anak sekitar tempat tinggalnya.Meski demikian, dirinya menolak disebut pedofil. Karena sebelumnya dirinya telah berumah tangga dan memiliki dua anak.

"Itu karena istrinya (ZU) meninggal 14 tahun lalu. Sekitar tahun 2002. Jadi, tidak ada pelampiasan (hasrat seksual) lagi," terang AKP Budi.

Atas perbuatannya, ZU dijerat dengan pasal UU No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Pasal 76 E jo pasal 82 dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar