07 Juli 2017

Sering Diejek Kurang Gaul, Buruh Pabrik Bunuh Saudara Sepupu di Cibitung

Jumat, 7 Juli 2017 07:01 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Seorang buruh pabrik di Kabupaten Bekasi nekat menghabisi nyawa sepupu menggunakan celurit hanya gara-gara sering diejek korban. Tersangka RY tega melakukan pembunuhan itu terhadap korban EF lantaran kesal kerap disebut kurang pergaulan. Selain itu, EF selalu menunjukkan harta bendanya dan membandingkan dengan harta miliknya. 

”Pelaku dengan sengaja melakukan pembunuhan berencana terhadap sepupunya EF, 24 tahun,” ujar Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Asep Adi Saputra, di Bekasi, Kamis (6/7/2017).

Pelaku RY,22 tahun, diamanankan polisi tanpa perlawanan saat berada di Kampung Cibuntu, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Rabu (5/7/2017) malam. ”Tersangka RY membunuh korban menggunakan celurit yang diayunkan secara brutal ke tubuh EF,” katanya.

Menurut Kombes Asep, terungkapnya kasus pembunuhan berencana ini setelah melewati proses penyelidikan yang cukup panjang. Peristiwa pembunuhan berencana ini terjadi di Jalan Raya KH. Abu Bakar, Desa Setidarma, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi pada Minggu (14/5). 

Saat itu, EF mengajak RY berpesta miras di dekat underpass Tambun. RY ternyata telah menyusun rencana pembunuhan. Ia sudah menyembunyikan sebuah celurit di bagasi sepeda motornya. Tapi RY tidak langsung bertindak pada saat itu juga. Setelah mereka pesta miras, keduanya pulang ke rumah menggunakan sepeda motor masing-masing. Saat melewati Perumahan Metland Tambun, tersangka berpura-pura pisah arah dengan korban.

Tanpa sepengetahuan EF, RY mengambil celurit di bagasi motor dan menyelipkannya di balik pakaian. Saat EF sedang asyik mengendarai sepeda motor, RY langsung membacok kaki korban sampai terjatuh. Korban sempat melakukan perlawanan, namun upayanya sia-sia karena RY kembali membacok korban hingga mengenai tangan dan bagian dada. Korban seketika ambruk di jalanan dan ditemukan warga sudah tewas di lokasi kejadian. "Pelaku membacok korban dengan ganas,” sebut Kapolres.

Polisi yang mendapat laporan langsung bergegas ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian dan menggali keterangan saksi. ”Kami sempat mengalami kesulitan untuk menangkap tersangka, karena minimnya saksi,” tambah Kapolsek Tambun, Kompol Boby Kusumawardhana.

Tersangka juga sempat mengelak mengetahui kasus pembunuhan terhadap saudaranya itu. Meski demikian, polisi tidak hilang akal dan mencari tahu kronologis awal melalui rekan EF. Saat rekan korban diinterogasi rupanya mereka berdua sempat pulang bersama. 

Atas dasar itu penyidik kembali menggali keterangan RY. Setelah beberapa kali diperiksa, RY akhirnya mengakui bahwa dia telah melukai EF hingga meregang nyawa. 

Akibat perbuatannya tersangka dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana, Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dan Pasal 351 tentang Penganiayaan. Tersangka terancam hukuman penjara seumur hidup.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar