31 Agustus 2017

1.000 Personel Gabungan Diterjunkan untuk Pengamanan Idul Adha 2017 di Jakarta Pusat

Kamis, 31 Agustus 2017 14:19 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Sebanyak 1.000 personel gabungan diterjunkan untuk pengamanan di wilayah Jakarta Pusat pada Hari raya Idul Adha 1438 h/2017. Sebanyak 600 personel di antaranya akan ditempatkan di Masjid Istiqlal.

"Sebanyak 1.000 pasukan terdiri dari unsur TNI, Polri serta Pemkot Jakarta Pusat diterjunkan untuk pengamanan di wilayah Jakarta Pusat," ujar Kasubbag Humas Polres Jakarta Pusat Kompol Suyatno, Kamis (31/8/2017).

Kompol Suyatno melanjutkan, nantinya pengamanan Salat Id akan difokuskan sekitar Masjid Istiqlal, Sawah Besar. "Fokusnya di Istiqlal ada sebanyak 600-an lebih personel sedangkan di Monas 300-an lebih. Kalau di Monas untuk orang-orang yang liburan," ucapnya.

Sebelumnya, ribuan aparat gabungan akan dikerahkan guna menjaga wilayah Jakarta Pusat menyambut perayaan hari raya Idul Adha 1438 Hijriah yang jatuh pada Jumat, 1 September 2017.

Di kawasan ring satu Ibu Kota itu, salah satu tempat yang menjadi pusat perayaan Idul Adha ‎yakni Masjid Istiqlal. Di masjid terbesar se-Asia Tenggara itu, akan diselenggarakan salat Id dan penyembelihan hewan kurban.

Pasukan pengamanan, kata Kompol Suyatno, akan difokuskan di area Masjid Istiqlal. Sebab, tiap tahunnya tempat tersebut akan ramai dikunjungi khalayak ramai. Selain itu, pemimpin bangsa juga diagendakan menunaikan ibadah di sana.

Amankan Idul Adha 2017, Polres Metro Jakarta Utara Siapkan 890 Personel Gabungan

Personel gabungan apel untuk pengamanan Idul Adha di Jakarta Utara. (Foto: Taufik Fajar/Okezone)
Kamis, 31 Agustus 2017 14:14 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Sebanyak 890 personel gabungan dari Polres Metro Jakarta Utara, Kodim 0502/JU, dan Pemkot Administrasi Jakarta Utara akan mengamankan perayaan Idul Adha 1438 Hijriah, di wilayah Jakarta Utara. Pengamanan tersebut dilakukan juga untuk memberikan kenyamanan kepada masyarakat yang hendak pulang kampung atau rekreasi pada libur Idul Adha tahun ini.

"Besok hari Jumat adalah Idul Adha, sehingga hari ini masyarakat sudah mulai melaksanakan kegiatan rekreasi atau pulang kampung mudik. Ini yang menjadi perhatian kami, kelancaran transportasi serta tahap ibadah Idul Adha," ujar Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Dwiyono kepada wartawan, Kamis (31/8/2017).

Kapolres juga menginginkan agar anggota kepolisian untuk mengamankan barang-barang kebutuhan pokok sembako maupun bahan bakar minyak (BBM). Pasalnya, saat libur atau hari raya, konsumsi terhadap BBM dan sembako akan meningkat selama libur panjang.

"Kami juga akan mengamankan malam takbiran karena ini menjadi tugas bersama. Kita juga memiliki kewajiban melaksanakan pengamanan saat masyarakat melakukan salat Idul Adha," katanya.

Pria Lansia Tewas Kehabisan Oksigen Saat Padamkan Api Kebakaran Rumah di Bekasi

Pria Lansia Tewas Kehabisan Oksigen Saat Padamkan Api di Bekasi

Kamis, 31 Agustus 2017 12:17 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Seorang pria lanjut usia tewas kehabisan oksigen saat berusaha memadamkan api yang melahap rumahnya di Perumahan Taman Galaxy Jl. Pulosirih Tengah Blok EB 275 RT 09/14 Kelurahan Pekayon Jaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Rabu (30/8/2017) sekira pukul 15.00 WIB.

Jenazah korban, Yusuf Handoyo Ongko Wijoyo, 76 tahun, kemudian dibawa petugas ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Kepala Unit Reskrim Polsek Bekasi Selatan, Iptu Purwanto mengatakan, peristiwa kebakaran itu diduga berasal dari kompor gas rumah korban. Saat kedua anaknya, LH, 12 tahun dan EH, 10 tahun, hendak keluar rumah untuk membeli makanan, mereka melihat sang ayah sedang memasak ayam di dapur.

Beberapa saat kemudian, tetangga korban ny. H, 49 tahun, mendapati kepulan asap dan lidah api yang menyeruak di rumah Yusuf.

"Saksi dan warga kemudian menghampiri rumah korban untuk melihat kondisi rumahnya," kata Iptu Purwanto saat dikonfimasi, Kamis (31/8/2017).

Iptu Purwanto mengatakan, saat itu warga melihat korban berupaya memadamkan api menggunakan alat seadanya. Warga sekitar kemudian memanggil korban agar segera keluar dari dalam rumah karena lidah api semakin membesar. "Tapi korban terus berusaha memadamkan api menggunakan air melalui sebuah ember. Mungkin tidak kuat menahan kepulan asap, tubuh korban terjatuh pingsan," jelas Iptu Purwanto.

Tak lama tubuh korban terjatuh, kata Iptu Purwanto, material atap rumah langsung rubuh menimpanya. Sementara warga yang melihat kejadian itu, hanya bisa berteriak histeris dan memanggil petugas pemadam kebakaran.

"Warga tidak berani masuk ke rumah itu, karena api semakin membesar," ujarnya.

Kapolsek Bekasi Selatan, Kompol Dedi Wahyudi mememastikan, korban tewas bukan karena terpanggang lidah api yang melanda rumahnya. Meski begitu, ada beberapa bagian di tubuh korban yang mengalami luka bakar akibat insiden tersebut.

"Luka bakar ada di beberapa bagian tubuhnya," kata Kapolsek.

Kapolsek mengungkapkan, sampai saat ini polisi masih mengolah tempat kejadian perkara (TKP) dan menggali keterangan para saksi di lapangan. Petugas juga telah memasang garis polisi, untuk mempermudah penyelidikan di lokasi.

Kapolsek mengatakan, api yang melanda rumah korban juga menyambar rumah warga lainnya yang berada di samping kiri, kanan dan belakang. Hanya saja bagian yang terbakar adalah bagian atap atau tembok yang bersebelahan dengan rumah korban.

"Tapi yang paling parah rumah korban. Rumahnya hangus terbakar," ujarnya.

Menurut Kapolsek, dalam kebakaran tersebut petugas mengerahkan lima armada pemadam kebakaran. Api berhasil dipadamkan sekira satu jam.


Polsek Bojong Gede Tangkap Residivis Jadi Kurir Narkoba

Kapolsek Bojonggede AKP Agus Koster Sinaga.(angga)
Kapolsek Bojonggede, AKP Agus Koster Sinaga

Kamis, 31 Agustus 2017 11:55 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Anggota buser Polsek Bojonggede berhasil menangkap seorang residivis, menjadi kurir narkoba di Jalan Merpati, Pabuaran, Bojonggede, Kamis (31/8/2017).

Kapolsek Bojonggede AKP Agus Koster Sinaga mengatakan anggota buser dipimpin Kanit Reskrim Polsek Bojonggede Iptu Ade Rahmat Sudrajat berhasil menangkap FDL,23 tahun, kurir narkoba saat tengah melakukan transaksi.

“Berkat informasi masyarakat di lokasi TKP memang kerap menjadi tempat transaksi narkoba. Sama anggota dilakukan penyelidikan setelah ada informasi langsung melakukan undercover transaksi dengan pelaku dan berhasil ditangkap,”ujar Kapolsek kepada wartawan, Kamis (31/8/2017).

Kapolsek mengungkapkan pada saat dilakukan penangkapan pelaku sempat mencoba melarikan diri namun bisa ditangkap lantaran di sekitar lokasi sudah dikepung anggota.

“Barang bukti dari terduga tersangka kurir narkoba yang ditangkap disita sebanyak 3 paket plastik bening kecil,”ungkap Kapolsek.

Sementara itu Kanit Reskrim Polsek Bojonggede Iptu Ade Rahmat Sudrajat menambahkan hasil keterangan pelaku sebelumnya juga sempat masuk penjara kasus pencurian. “Waktu usia masih dibawah umur pelaku ini pernah dipenjara kasus pencurian. Pelaku menjual narkoba untuk memenuhi kebutuhan hidup. Lantaran tidak bekerja,” tambahnya.

“Tersangka kita kenakan undang-undang narkotika dengan ancaman diatas 10 tahun penjara.” tutupnya.

Dilaporkan Bunuh Diri, Wanita Muda di Tambelang Bekasi Ternyata Tewas Dicekik Suaminya Sendiri

Istri yang Dibunuh Suami Dikenal sebagai Sosok yang Ramah
Kamis, 31 Agustus 2017 09:21 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Intan Sarni, 20 tahun, tewas diduga dicekik suaminya di rumah mereka di Kampung Pakuning RT 002/001 Desa Sukarapih Kecamatan Tambelang Kabupaten Bekasi, Rabu (30/8/2017).

Karyawati itu ditemukan terbujur kaku di atas tempat tidur kamarnya dengan leher membiru. Namun suami korban, RH, 24 tahun, melaporkan korban tewas karena gantung diri.

 Kasus pembunuhan yang melibatkan pasangan suami istri terungkap berkat kejelian petugas Polsek Tambelang menemukan kejanggalan pada jasad korban yang sebelumnya dilaporkan gantung diri tersebut.

“Korban tewas di atas tempat tidur dengan luka membiru pada bagian leher diduga akibat cekikan,” kata Kapolsek Tambelang AKP Supriyanto.

Pada mulanya pihak keluarga tidak menyadari jika putri ketiga dari empat bersaudara pasangan Akang dan Sopinah yang baru menikah satu tahun lalu tewas dicekik suami sendiri.

Kepada keluarga, tersangka (RH) menyatakan istrinya tewas akibat gantung diri. Kini pihak kepolisian telah mengamankan RH sementara jasad korban menjalani autopsi di RS Kramat Jati guna kepentingan penyelidikan dan penyidikan.


Waspadai Penipuan Modus Santunan Anak Yatim

Kamis, 31 Agustus 2017 08:57 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Dwiyono mengimbau masyarakat mewaspadai segala macam bentuk penipuan dengan berbagai modus operandi. Kapolres menyampaikan hal itu setelah berhasil menangkap seorang perempuan bernama Rheni Ilastama alias Fika, 31 tahun, yang melakukan penipuan dengan modus mengajak pengajian dan menyantuni anak yatim di Pademangan, Jakarta Utara.

"Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat agar berhati-hati dan waspada. Jangan mudah percaya sama orang baru dikenal apalagi melepas barang-barang berharga yang dimiliki," kata Kapolres di Mapolsek Metro Pademangan, Rabu (30/8/2017).

Fika yang merupakan residivis ditangkap polisi setelah menipu tiga orang ibu-ibu anggota pengajian di ITC Mangga Dua. Ketiga korban adalah Rosidah, 50 tahun, Siti Juwariyah, 50 tahun, dan Kani, 49 tahun.

Penipuan berawal ketika ketiga korban tengah makan di rumah makan mal tersebut. Saat itu, Selasa 15 Agustus, pelaku mendatangi korban kemudian mengajak korban untuk menghadiri acara halal bihalal dan santunan anak yatim. Tersangka pun mengajak korban ke ITC Mangga Dua lantai II (RM Pempek Amin) sekira pukul 11.30 WIB dengan maksud mengambil seragam pengajian dalam rangka halal bihalal dan santunan anak yatim di Ancol.

"Pelaku yang residivis ini bukan menghipnotis, tapi memang cara ajakannya bisa meyakinkan ketiga korban. Setelah ketiga korban terpancing, mereka diajak ke suatu tempat untuk mengambil uang Rp150 ribu untuk transport, seragam serta hadiah menarik itu. Sebelum mendapatkannya, ketiga korban harus ikuti kegiatan sosial itu dulu," jelasnya. ‎

Dilantai 4 Mall tersebut, korban kemudian diminta untuk menyimpan barang berharganya di loker yang sudah disediakan. Korban yang sudah masuk perangkapnya, pun memberikan ponsel, perhiasan dan tas beserta isinya di dalam loker tersebut. Pelaku kemudian mengajak korbannya ke Ancol tempat kegiatan sosial yang dikatakan pelaku.

‎"Sesampainya disana, pelaku berpura-pura melakukan persiapan acara, padahal saat itu tak ada acara santunan justru pergi meninggalkan 3 korbannya," papar Kapolres. ‎

Korban pun merasa aneh lantaran pelaku tak kunjung kembali. Para korban pun akhirnya sepakat untuk kembali ke Mall Mangga Dua mengambil barang-barang yang ditinggalkannya yang saat itu sudah hilang dibawa kabur pelaku.

 Merasa tertipu, korban kemudian melaporkan ke Polsek Pademangan. Polisi yang mendapat laporan tersebut segera melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil menangkap pelaku.

Kepada polisi, pelaku mengaku ‎melakukan penipuan tersebut berdua dengan rekannya yang bernama Lia dan Pelaku hanya mendapat bagian Rp13 juta. Sementara yang menjual semua perhiasan adalah Lia.

"Barang buktinya 2 (dua) lembar kuitansi pembelian mas," kata Kapolres.

 Dikatakan Kapolres, pelaku ini merupakan residivis ‎yang pernah diproses hukum pada tahun 2012 di Polres Metro Jakarta Utara dalam perkara yang sama. Atas perbuatannya ‎Rheni dijerat Pasal 378 KUHPidana dengan ancaman kurungan lima tahun penjara.

Polres Metro Jakarta Selatan Ungkap Penipuan Iklan Jual Beli Mobil di Situs OLX

Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Teguh Bismo menjelaskan kasus penipuan jual-beli mobil online melalu situs OLX.co.id, 30 Agustus 2017. TEMPO/NAFI

Kamis, 31 Agustus 2017 08:47 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Polres Jakarta Selatan mengungkap penipuan dengan modus iklan jual-beli mobil melalui situs olx.co.id. Tersangkanya adalah RZ, 33 tahun, yang dibekuk di Jalan Pitara Raya, Kota Depok, pada 28 Agustus 2017. Polisi menyita barang bukti berupa 13 ponsel, 1 laptop, 3 modem, 14 kartu perdana, 2 buku tabungan dan 1 buku catatan.

Kepada polisi RZ mengaku kejahatan itu sudah dia lakukan sejak 2015. Dia awalnya mencari gambar mobil dari pelbagai situs di internet. Gambar itu kemudian digunakan untuk memasang iklan jual beli mobil di OLX. Iklan yang dipasang RZ banyak menarik perhatian karena harga mobil yang ditawarkan sangat murah. Ia berjanji akan mengirim mobil yang diiklankan jika korban sudah mentransfer uang muka antara Rp 1 juta – Rp 5 juta. Selanjutnya korban bisa melunasi pembayaran setelah mobil diterima.

Namun faktanya, setelah korban mentransfer uang muka, mobil yang dijanjikan tidak pernah sampai. Nomor telepon RZ juga tidak bisa dihubungi. “Karena pelaku memang tidak mengirimkan barang,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Bismo Teguh kepada wartawan, Rabu (30/8/2017).

“Pelaku juga mengganti nomor ponsel dan menghapus akunnya di situs tersebut.” tambah AKBP Bismo.

Belajar dari kasus tersebut, AKBP Bismo mengimbau agar masyarakat tidak mudah tergiur dengan tawaran barang murah yang diiklankan di internet.

"Jika belum bertemu langsung dan melihat fisik barang, jangan berikan uang muka," katanya.

AKBP Bismo menekankan pentingnya kehati-hatian saat melakukan jual-beli secara online. Korban-korban RZ kebanyakan tinggal di Jawa Barat dan Jawa Timur. Polisi mulai menyelidiki penipuan ini setelah mendapat laporan dari seorang korban berinisial DP.

Pria itu tergiur dengan iklan RZ yang menawarkan Ford Fiesta seharga Rp 105 juta. Dia kemudian mentransfer uang muka Rp 5 juta. Belakangan, pelaku tidak kunjung mengirim mobil yang diiklankan.

Saat dihubungi, pelaku justru meminta korban mengirimkan dana tambahan sebesar Rp 10 juta. Korban yang curiga kemudian melaporkan kejadian ini kepada kepolisian.

Polisi menjerat RZ menggunakan pasal 378 KUHP tentang penipuan dan perbuatan curang dengan ancaman pidana paling lama 4 tahun penjara.

Lokasi Layanan Mobil SIM Keliling Wilayah DKI Jakarta, Kamis 31 Agustus 2017

Kamis, 31 Agustus 2017 08:41 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Berikut lokasi layanan mobil SIM Keliling Wilayah DKI Jakarta, Kamis, 31 Agustus 2017, terdapat di beberapa lokasi sebagai berikut:

1. Jakarta Pusat: Kantor Pos & Giro, Pasar Baru
2. Jakarta Barat : Citraland Grogol
3. Jakarta Selatan : STEKPI Kalibata
4. Jakarta Utara : Pasar Pagi Mangga Dua
5. Jakarta Timur : Dealer Honda Jl. Dewi Sartika

- Jam operasional: 07:00 s/d 14:00 WIB - SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C. SIM habis masa berlakunya walaupun 1 hari tidak dapat diperpanjangg, SIM dapat diberlakukan kembali dengan proses penerbitan SIM baru sesuai dengan golongan SIM.

30 Agustus 2017

Polisi Tembak Mati Bandar Ganja 225 Kilogram

foto: Illustrasi Okezone
Foto Ilustrasi

Rabu, 30 Agustus 2017 14:51 WIB 
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJSeorang bandar narkoba jenis ganja ditembak mati petugas Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, karena melawan petugas saat ditangkap. Bandar ganja berinisial HSB ditembak di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, saat akan menjemput barang haram berupa ganja seberat 225 kg yang dikirim dari Medan, Sumatera Utara.

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol Suwondo Nainggolan mengatakan tersangka HSB terpaksa ditembak di Cengkareng, Jakarta Barat, saat akan dilakukan pengembangan kasus tersebut. "Tersangka HSB melawan petugas dan berusaha merebut senjata petugas, maka dilakukan tindakan tegas
(penembakan)," ujar Kombes Nainggolan kepada wartawan di  RS. Bhayangkara Tk I  R. Said Soekanto, Kramat Jati, Rabu (30/8/2017).

"Saat ini petugas maaih memburu lima pelaku lainnya yang masih buron yakni Parlin, Pak Ci, Budi, Heri dan Yahmu," tambahnya.

Menurut Kombes Nainggolan, pengungkapan kasus ini berawal pada hari Selasa tanggal 22 Agustus 2017 petugas mendapat informasi dari masyarakat yang tidak mau disebutkan namanya, bahwa ada sebuah truk tronton yang mengangkut ganja dari Medan menuju Jakarta.

Atas informasi tersebut, petugas timsus dan Unit IV Subdit II dibawah pimpinan AKBP Dony Alexander menindaklanjuti informasi tersebut dengan melakukan penyelidikan.

Setelah dilakukan serangkaian penyelidikan, pada hari Jumat tanggal 25 Agustus 2017, petugas mengetahui bahwa truk tronton yang mengangkut ganja tersebut dengan Nopol BK 9853 BE. Selanjutnya pada hari Senin, 28 Agustus 2017 sekira pukul 18.30 WIB, Timsus dan Unit IV Subdit II berhasil melakukan penangkapan terhadap dua orang laki-laki yang mengaku berinisial SM (supir) dan EP (kenek) truk tronton dengan No Pol : BK 9853 BE, selanjutnya dilakukan penggeledahan terhadap truk tronton tersebut lalu ditemukan dan di sita barang bukti berupa 6 (enam) karung berisi ganja total sebanyak 225 kg dan sebuah HP.

"Modus yang digunakan pelaku dengan mengkamuflase bungkusan ganja dengan paket kiriman sendal jepit," terang Kombes Nainggolan.

Petugas kemudian menginterogasi dua laki-laki tersebut, didapatkan keterangan bahwa yang tersangka SM mengangkut ganja tersebut dari Medan atas perintah dari seorang laki-laki bernama Parlin (DPO), sedangkan EP (kenek) hanya diajak oleh tersangka SM untuk menemaninya (tidak tahu mengangkut ganja).

Tersangka juga mengaku ketika sampai di Riau, SM sempat berkomunikasi dengan pemilik ganja dengan sebutan Pak Ci (DPO) dan dengan tersangka Budi (DPO) untuk janjian tempat penyerahan ganja tersebut di Jakarta.

Atas informasi tersebut, petugas segera melakukan control delivery terhadap ganja tersebut dengan membawa truk berisi ganja tersebut ke tempat janjian dengan Budi (DPO), yang selanjutnya diketahui bahwa Budi (DPO) tersebut akan melakukan penjembutan ganja di daerah Cilincing dengan menggunakan mobil. 

Pada Senin 28 Agustus 2017 sekira pukul 21.30 WIB, truk berisi ganja tersebut kemudian diarahkan untuk masuk dan parkir di Garasi Save Logistic Internasional (SLI), Jl. Inspeksi Kirana, RT 02/ 05, Kel. Rorotan, Kec. Cilincing, Jakarta Utara, yang saat itu diikuti dengan masuknya sebuah mobil Toyota Rush Nopol B 1413 KZF yang dikemudikan tersangka HSB bersama dengan tersangka Budi bertugas untuk menjemput
ganja tersebut. Peetugas pun berhasil menangkap tersangka HSB. Namun terhadap laki-laki yang bernama Budi berhasil melarikan diri.

Setelah dilakukan interogasi terhadap tersangka HSB mengaku sejak seminggu yang lalu ia dihubungi oleh Heri (DPO) untuk menyiapkan mobil untuk menjemput ganja sebanyak 6 karung, sampai akhirnya tersangka HSB atas suruhan Heri untuk melakukan komunikasi dengan Budi untuk tempat dan hari penjembutan ganjanya. Tersangka HSB diperintahkan membawa dan menyimpan ganja tersebut di sebuah tempat di daerah Cengkareng, Jakarta Barat.

Kemudian pada hari Rabu (30/8/2017) dinihari tadi sekira pukul 01.30 WIB, Timsus dan
Unit IV Subdit II melakukan pengembangan terhadap jaringan tersangka HSB di Cengkareng, Jakarta Barat, namun saat akan dilakukan pengembangan tersebut, tersangka HSB melawan petugas dan berusaha merebut senjata petugas, maka dilakukan tindakan tegas (penembakan), selanjutnya tersangka di bawa ke rumah sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, namun sekira pukul 04.00 WIB, setelah dilakukan pemeriksaan tersangka HSB dinyatakan meninggal dunia.

Tersangka SM akan dijerat Pasal 114 ayat (2) juncto pasal 132 ayat (1) subsider pasal 111 ayat (2) juncto pasal 132 ayat lebih subsider pasal 115 ayat (2) juncto pasal 132 ayat (1) Undang–Undang Republik
Indonesia No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman mati dan atau penjara seumur hidup. 

145 Anggota Polda Metro Jaya Pensiun Diberi Penghormatan


Rabu, 30 Agustus 2017 12:44 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Idham Azis, memberikan penghormatan dan melepas 145 anggota yang memasuki masa purnatugas alias pensiun kedinasaan, Rabu (30/8/2017). Dalam kesempatan itu, Kapolda juga memberikan penghargaan kepada 47 anggota aktif yang berprestasi.

Kegiatan Wisuda Purnawira Polri dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) itu digelar di depan Gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, hari ini. Sebanyak 145 anggota yang masuk masa pensiun diberikan medali penghargaan atas pengabdiannya selama bekerja. Ratusan anggota yang didampingi istri masing-masing itu, kemudian dilepas diiringi upacara pedang pora.

Dalam kata sambutannya, Kapolda Metro Jaya menyampaikan terima kasih kepada para anggota yang sudah mengabdi hingga memasuki masa pensiun di Polri. "Kami berikan apresiasi dan rasa bangga kepada bapak-bapak, ibu yang memasuki masa purna. Ke depan kita juga akan mengalami bapak-bapak, ibu sekalian. Kita hanya menunggu saja. Saya dan Polda Metro Jaya ucapkan terima kasih," ujar Kapolda.

Dikatakannya, kendati pensiun, namun pengabdian terhadap institusi, bangsa dan masyarakat tidak boleh berhenti.

"Berikan kontribusi meski sudah pensiun. Kepada Brigadir, Pamen, Pama dan PNS harus berbuat baik demi masyarakat. Selamat menempuh kehidupan baru selepas pensiun, dan selamat bertugas kepada rekan-rekan yang masih bertugas," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Kapolda juga memberikan penghargaan kepada anggota yang masih aktif karena berprestasi dalam tugas.

"Saya minta Karo SDM (Kepala Biro Sumber Daya Manusia Polda Metro Jaya), setelah ini langsung tanyakan yang berprestasi di mana mereka mau dinas. Siang ini juga keluarkan TR (telegram rahasia)-nya. Itu ada yang Bripka, saya janji kalau dia bisa masuk SIP (Sekolah Inspektur Polisi) tahun ini. Ini bukti kepada teman-teman, komitmen kita kepada mereka yang berprestasi. Itu bagian dari reward kepada yang berprestasi," kata Kapolda.

Sebaliknya bagi anggota yang melakukan pelanggaran semisal menggunakan narkotika akan ditindak sesuai peraturan. "itu ditindak. Kalau perlu di PTDH (pemberhentian tidak dengan hormat)," tandasnya.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, Polda Metro Jaya menyampaikan rasa terima kasih atas jasa-jasa dan pengabdian kepada ratusan anggota yang masuk masa pensiun itu.

"Ini wujud dari Polda Metro Jaya, terutama pak Kapolda dan jajaran untuk memberikan reward kepada anggota yang telah menyelesaikan tugas sampai purnawira, sampai pensiun," katanya.

Seorang Wanita Dianiaya dan Dirampok Keponakannya Sendiri di Tangsel

ilustrasi
Foto Ilustrasi

Rabu, 30 Agustus 2017 11:10 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Setyaningtias Budi Rahayu, 55 tahun, terluka di beberapa bagian tubuhnya setelah dianiaya oleh Reynaldi alias Aldi, keponakannya sendiri, di rumahnya, Villa Japos, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Selasa (29/8/2017) malam.

Awalnya, Aldi berkunjung ke rumah bibinya di perumahan Villa Japos, Jalan Merpati Blok D8 Nomor 6 Rt 01 RW 08, Kelurahan Jurang Mangu Barat, Pondok Aren, Tangerang Selatan, sekira pukul 15.00 WIB. Sebelum menyerang korban, Aldi sempat diberi makan oleh korban.

"Peristiwanya sendiri terjadi sekira malam hari, terduga pelaku bermaksud silaturahim lalu mengobrol dengan korban dan sempat disuruh makan dulu," kata Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Fadli Widiyanto, saat dihubungi wartawan, Rabu (30/8/2017).

Kapolres mengungkapkan, saat Aldi makan, dia mengatakan kepada bibinya bahwa makanannya tidak enak. Lalu Aldi mengambil gelas di meja makan dan memukul kepala bibinya dengan gelas tersebut.

"Setelah dipukul, korban diseret ke kamar tengah lalu ke kamar mandi. Korban melawan lalu pelaku meminta barang berharga milik korban," ujar Kaplres. Barang berharga yang diminta Aldi adalah gelang emas di tangan Tias dan sebuah ponsel.

Tias awalnya menolak memberikan gelang emasnya, namun Aldi tetap memaksa hingga tiga gelang emas seberat sepuluh gram itu diambil dari Tias. "Habis ambil gelang dan handphone, pelaku langsung melarikan diri dengan sepeda motor. Sampai saat ini, kami masih memburu pelaku," ujar Kapolres.

Tias mengalami luka parah di bagian kepala. Saat ini, Tias masih dalam perawatan intensif di Rumah Sakit Sari Asih Ciledug. Polisi masih menghimpun keterangan lebih lanjut, termasuk alasan Aldi melakukan hal tersebut dan mengambil barang bibinya sendiri.

Perampok dan Pemerkosa Seorang Perempuan di Depok Berhasil Ditangkap

Perampok dan Pemerkosa Karyawati Cantik Ditangkap
Rabu, 30 Agustus 2017 09:43 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Tim Buru Sergap (Buser) Polresta Depok akhirnya berhasil meringkus pelaku pemerkosa dan perampokan terhadap seorang perempuan cantik di Depok, Jawa Barat. Pelaku bernama Baihazi Sakom alias Boy diringkus di tempat persembunyiannya di kawasan Cilebut, Bogor, pada Rabu (30/8/2017) dinihari tadi.

Tim yang menangkap pelaku di bawah pimpinan Kasat Reskrim Polresta Depok, Kompol Putu Kholis.

"Alhamdulillah, berkat doa kita semua dan arahan Bapak Kapolres, yang bersangkutan akhirnya berhasil kami ringkus di wilayah Cilebut, Bogor," kata Kompol Putu Kholis kepada wartawan, Rabu (30/8/2017).

Menurut Kompol Putu, jejak bandit mesum itu terungkap berdasarkan keterangan korban dan petunjuk yang didapat di lokasi kejadian perkara. Sebelumnya, petugas juga membuat sketsa wajah terduga pelaku.

Selain meringkus pria 34 tahun itu, polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya, satu unit ponsel merek Samsung Galaxy Grand Prime, satu buah jam tangan merek Casio LTP 2083 warna silver.

"Selain itu, kami juga menyita alat bantu kejahatan pelaku, yakni satu obeng minus warna hitam, pisau dapur warna gagang hitam dan kain sprei yang ada bercak atau noda sperma," kata Kompol Putu.

Atas perbuatannya itu, Boy pun terancam pasal berlapis yakni pencurian dengan kekerasan dan atau pemerkosaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 365 KUHP Jo Pasal 285 KUHP. "Saat ini pelaku masih terus kami interogasi," katanya.

Mayat Bayi Ditemukan Tersangkut Ranting di Kali Pesanggrahan

Image result for foto mayat bayi mengambang di kali
Foto Ilustrasi

Rabu, 30 Agustus 2017 09:02 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Sesosok mayat bayi ditemukan tersangkut ranting mengambang di Kali Pesanggrahan, Bintaro, Jakarta Selatan, Selasa (29/8/2017) siang kemarin.

 Kapolsek Pesanggrahan Kompol Eko Mulyadi menyampaikan, bayi berjenis kelamin laki-laki itu pertama kali ditemukan petugas UPK Badan Air Kecamatan Pesanggrahan sekira pukul 11.30 WIB Selasa kemarin.

"Ketika petugas sedang membersihkan kali, ada anak-anak yang berteriak bahwa ada bayi mengambang, selanjutnya petugas langsung mengecek dan benar ada sesosok mayat bayi yang mengambang dan tersangkut pada ranting bambu," kata Kapolsek.

Bayi laki-laki yang ditemukan itu berbobot tiga kilogram. Tali pusarnya masih ada, tetapi kulitnya sudah terkelupas. Bayi tersebut diduga dibuang.

"Korban diduga hasil hubungan gelap pelaku atau orangtuanya," ujar Kapolsek. Bayi itu kemudian dibawa ke RS Fatmawati untuk divisum. Polisi tengah mencari orangtua sang bayi.

Kapal "BNI Geosurvey" Terbakar di Galangan Dok Pelabuhan Tanjung Priok

Sebuah Kapal Terbakar di Galangan Dok Kapal Tanjung Priok
Rabu, 30 Agustus 2017 08:11 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Sebuah kapal berukuran besar bertuliskan BNI Geosurvey terbakar di area Galangan 1 Dok Kapal Koja Bahari, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (29/8/2017) malam sekira pukul 19.18 WIB.

Berdasarkan keterangan saksi bernama Fadli kepada petugas Polres Pelabuhan Tanjung Priok, kebakaran berawal ketika aliran listrik untuk penerangan kapal dari panel galangan tiba-tiba padam. Fadli kemudian melapor ke bagian listrik PT DOK, selanjutnya bersama-sama petugas PT DOK mengecek panel.

Namun saat pengecekan panel, saksi melihat kepulan asap hitam yang keluar dari ruang survey.

Hingga pukul 21.30 WIB, api belum dapat dipadamkan. Petugas mengerahkan tujuh unit mobil pemadam kebakaran untuk memadamkan api. Petugas mengalami kesulitan lantaran asap hitam begitu pekat.

Dugaan sementara penyebab kebakaran akibat korsleting listrik di kapal tersebut. Peristiwa masih dalam penyelidikan Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Polres Tangerang Selatan Tangkap 6 Pembacok Nenek Elih Hingga Tewas di Pos Ormas

Enam tersangka pembunuh nenek Elih (73) ditampilkan saat pengungkapan kasus tersebut di Polres Tangerang Selatan, Selasa (29/8/2017).
Rabu, 30 Agustus 2017 07:49 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Petugas Polres Tangerang Selatan akhirnya menangkap 6 tersangka dalam kasus pembacokan yang menewaskan nenek Elih, 73 tahun, yang ditemukan bersimbah darah di Pos Ormas PP di Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel). Tersangka melakukan perbuatan itu karena dendam, namun salah sasaran.

"Mereka mau membalas ada kejadian sebelumnya di warung, salah satu teman mereka diganggu oleh orang yang dari timur. Mereka berkesimpulan orang timur ini anggota salah satu ormas di Tangsel," kata Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Fadli Widyanto di Jalan Promoter, Tangsel, Selasa (29/8/2017).

 Keenam tersangka yang berhasil ditangkap berinisial MBM, 16 tahun, FSL, 21 tahun, M.PRN, 39 tahun, RTO, 26 tahun, SMT, 39 tahun, dan BCRI, 18 tahun.

Kapolres menjelaskan sebelum melakukan pembacokan, para tersangka diketahui berkumpul di depan SPBU Graha Raya, Tangsel. Enam orang ini ingin membalas dendam dengan mendatangi salah satu pos ormas di Serpong. Mereka pun melihat Nenek Elih di dekat pos ormas yang jadi target.

"Karena mereka ada dendam, kemudian mereka bersepakat untuk keliling mendatangi pos ormas ini. Setelah mereka konvoi, mereka mendapati salah satu pos kemudian mereka melakukan perusakan, kebetulan korban ini ada di situ istirahat," lanjutnya.

Para tersangka saat itu tidak tahu bahwa yang mereka aniaya adalah seorang nenek. Saat kejadian, lokasi dalam kondisi gelap.

"Tidak tahu, jadi kondisi gelap sekali sehingga langsung di serang. Setelah ada pemberitaan, mereka baru tahu yang mereka aniaya adalah nenek-nenek dan bukan anggota ormas," ungkap Kapolres.

Kapolres menyampaikan, saat ini pihaknya masih memburu tersangka lain yang diperkirakan berjumlah belasan orang. Salah satunya yang menjadi otak penyerangan yaitu berinisial UB. Jumlah pelaku yang diduga terlibat penyerangan itu terlihat dari rekaman kamera CCTV yang dipasang dekat tempat kejadian perkara.

Berdasarkan rekaman CCTV itu, ada 15 sepeda motor yang masing-masing dikendarai seorang pengemudi serta seorang pembonceng yang kemudian menyerang pos ormas tersebut.

"Ada yang berperan mengemudikan sepeda motor, ada yang menghancurkan pos. Kalau yang membacok korban ada tiga orang, mereka pakai golok semua, ada tiga buah golok," kata Kapolres.

Selain sudah menangkap enam pelaku, polisi juga menyita barang bukti berupa sebilah golok, 3 sepeda motor, pakaian korban, dan sejumlah kardus dengan bercak darah.

Para tersangka dijerat Pasal 340 subsider 338 subsider 170 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati atau seumur hidup.

Lokasi Layanan Mobil SIM Keliling Wilayah DKI Jakarta, Rabu 30 Agustus 2017

Rabu, 30 Agustus 2017 07:35 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Berikut lokasi layanan mobil SIM Keliling Wilayah DKI Jakarta, Rabu, 30 Agustus 2017 terdapat di beberapa lokasi sebagai berikut:

1. Jakarta Pusat: Kantor Pos & Giro, Pasar Baru
2. Jakarta Barat : Citraland Grogol
3. Jakarta Selatan : STEKPI Kalibata
4. Jakarta Utara : Pasar Pagi Mangga Dua
5. Jakarta Timur : Dealer Honda Jl. Dewi Sartika

- Jam operasional: 07:00 s/d 14:00 WIB - SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C. SIM habis masa berlakunya walaupun 1 hari tidak dapat diperpanjangg, SIM dapat diberlakukan kembali dengan proses penerbitan SIM baru sesuai dengan golongan SIM.

29 Agustus 2017

Dua Pencuri Modus Ban Kempis Ditangkap Polsek Metro Tambora

Dua Pencuri Modus Ban Kempis Ditangkap Polisi
Barang Bukti Tas yang dicuri modus ban kempis di SPBU Tambora

Selasa, 29 Agustus 2017 15:03 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Jeanever, 36 tahun, seorang ibu rumah tangga karena harta bendanya di dalam tas hampir menjadi korban aksi kejahatanan jalanan di area SPBU, Jalan Latumenten Raya, RT 05/06, Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Senin (28/8/2017) malam. Dua pelaku yang menggunakan sepeda motor menggunakan modus ban kempes untuk mengelabui korbannya berhasil ditangkap petugas Unit Reskrim Polsek Metro Tambora.

Kedua pelaku yaitu Fathul Khorip, 27 tahun dan Abdul Hanip, 27 tahun, warga Jalan Lan 1 Pejompongan, RT 08/07 no.32, Kelurahan Benhil, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, kini menjalani proses penyidikan di Mapolsek Metro Tambora.

Hal ini diutarakan Kanit Reskrim Polsek Metro Tambora, AKP Antonius saat dihubungi, Selasa (29/8/2017).

AKP Antonius menjelaskan kronologi kejadian berawal saat korban sedang mengendarai mobil. Tiba-tiba melintas pengendara sepeda motor sambil menunjuk ban mobil belakang korban. "Kemudian korban mengurangi kecepatan mobil dan salah satu tersangka memberitahukan bahwa ban belakang mobil murnya kendor dan keluar air," kata AKP Antonius.

Mendengar itu, korban pun menepi di area SPBU dan turun mengecek ban yang dimaksud. Pada saat korban sedang melihat ban belakang, tersangka lainya mengambil barang berharga korban.

"Menurut saksi yaitu sekuriti SPBU yang berada tak jauh dari lokasi kejadian melihat pelaku membuka pintu mobil dan mengambil tas korban," ucap AKP Antonius.

Sepontan sekuriti itu berteriak maling dan berusaha mengejar serta menghadang laju sepeda motor pelaku hingga akhirnya pelaku terjatuh.

"Aiptu Jhoni anggota Buser yang kebetulan sedang mengisi BBM ikut mengejar pelaku dan berhasil mengamankan kedua pelaku di bantu oleh anggota security," ungkap AKP Antonius.

Selanjutnya kedua pelaku, korban dan barang bukti yaitu tas warna hitam merk carlo rino, hp merek Samsung dan sepeda motor Yamaha Soul GT dengan nomor polisi B 3858 PBN dibawa ke Polsek Metro Tambora guna pengembangan dan penyidikan lebih lanjut.

"Pelaku akan dikenakan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara," ucapnya.

Berkas Dinyatakan Lengkap (P21), Pelapor Kaesang Segera Disidang untuk Kasus Ujaran Kebencian


Selasa, 29 Agustus 2017 13:01 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Berkas perkara kasus dugaan ujaran kebencian dan penghinaan terhadap Inspektur Jenderal Polisi Mochamad Iriawan ketika menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya oleh Muhamad Hidayat, yang merupakan pelapor video Youtube Kaesang Pangarep, putra Presiden Joko Widodo, dengan tersangka Muhammad Hidayat dinyatakan telah lengkap atau P21 oleh Kejaksaan Negeri Jawa Barat. Dengan begitu, kasus tersebut akan segera disidangkan.

"Kemarin hari Senin berkas sudah lengkap," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Selasa (29/8/2017).

 Berkas perkara tersebut dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Barat dengan nomor 3938/O.21/Euh.1/8/2017.

"Tersangka dan barang bukti sudah kami kirim ke Kejaksaan Negeri Bekasi," kata Kabid Humas.

Hidayat ditangkap di Bekasi pada 15 November 2016. Ia ditangkap karena telah mentransmisikan video saat Kapolda Metro berdialog dengan massa pengunjuk rasa aksi 411 di depan Istana Negara pada 4 November 2016.

Hidayat diduga mencemarkan nama baik atau menghina dengan cara mengedit pernyataan Kapolda Metro Jaya. Videonya itu diberi judul "Terungkap Kapolda Metro Jaya Provokasi Massa FPI agar serang massa HMI. Ini Buktinya."

Dalam kasus ini polisi menjerat Hidayat dengan Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 ayat 2 UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Hidayat dikenal sebagai orang yang sempat melaporkan putra Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep, ke kepolisan beberapa waktu lalu. Ia menuding Kaesang telah melalukan penistaan agama melalui vlog yang diunggahnya ke Youtube.

Tiga Kapolsek di Polres Tangerang Selatan Diganti

Tiga Kapolsek di Tangsel Diganti
Selasa, 29 Agustus 2017 12:10 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Sebanyak tiga kepala kepolisian sektor (Kapolsek) di wilayah hukum Polres Tangerang Selatan diganti. Acara serah terima jabatan dilaksanakan di halaman Polres Tangerang Selatan di Jalan Promoter No 1, Serpong, Senin (28/8/2017) kemarin oleh Kapolres Tangerang Selatan AKBP Fadli Widyanto

Adapun jabatan Kapolsek yang diserahterimakan adalah Kompol Indra Ranudikarta yang semula menjabat sebagai Kapolsek Pondok Aren diganti oleh Kompol Yudho Huntoro.

Kompol Didik Putra Kuncoro yang semula menjabat sebagai Kapolsek Serpong digantikan oleh Kompol Deddy Kurniawan.

Kompol Tatang Syarif yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Ciputat diganti oleh Kompol Donny Bagus Wibisono.

Selain tiga Kapolsek tersebut, ada empat perwira pertama lain di jajaran Polres Tangerang Selatan yang ikut digantikan yakni Kepala Satuan Intelkam, AKP Gun Gun Gunadi digantikan oleh AKP Febri Nurzam.

Selain itu ada Kepala SPKT Ipda Sulistyo Winardi diganti Ipda Gunawan, Kasi Tipol Ipda Mulyawan Amsyur diganti Ipda Sulistyo Winardi, dan terakhir Kasiwas Ipda Firotalinda digantikan oleh Iptu Budi Yuwono.

Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Fadli Widyanto mengatakan pergeseran jabatan di tubuh kepolisian merupakan hal yang biasa, dan tetap harus bersinergi antara satu dengan yang lain dan berkomitmen untuk menjaga keamanan serta ketertiban di jabatan barunya. "Kapolsek berkordinasi dengan kapolsek yang. Anggota intel memiliki kasat yang baru didukung kasatnya, tunjukan performa kalian," ungkap Kapolres saat memberikan ucapan kepada pada perserta upacara sertijab.

Polresta Depok Buat Sketsa Wajah Pemerkosa Seorang Perempuan di Depok

Sketsa wajah terduga pelaku pemerkosaan seorang perempuan di Depok.
Selasa, 29 Agustus 2017 11:09 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Satuan Reskrim Polresta Depok membuat sketsa wajah pemerkosa seorang perempuan di Depok. Sketsa dibuat berdasarkan keterangan korban.

Kasat Reskrim Polresta Depok, Kompol Putu Kholis mengatakan, sketsa tersebut akan segera disebar ke masyarakat untuk mempermudah perburuan terhadap pelaku.

 "Dari informasi yang kami dapat, ciri pelaku antara lain kulit gelap, rambut pendek, tinggi kurang lebih 160-an cm, perut cenderung buncit," kata Kompol Putu saat dihubungi, Selasa (29/8/2017).

Kasus perkosaan itu terjadi pada Kamis (24/8/2017) dini hari, dengan korban berinisial A. Saat kejadian, A diketahui sedang di rumah seorang diri. Pelaku diketahui masuk ke rumah dengan mencongkel jendela. Setelah masuk ke rumah, pelaku langsung masuk ke kamar A dan mengancam agar tidak teriak. A kemudian diperkosa dalam posisi tangan terikat.

Setelah memperkosa, pelaku mengambil sejumlah barang korban antara lain dua ponsel merek Samsung dan uang Rp 1.000.000 dan melarikan diri lewat jendela yang dicongkelnya.

A dilaporkan sempat mengalami trauma. Namun kini kondisi kejiwaannya sudah berangsur pulih. "Korban sudah bisa memberikan keterangan. Kondisinya sudah jauh lebih baik dibanding waktu pertama kali dievakuasi dari lokasi kejadian," ujar Kompol Putu.

Polda Metro Jaya Gelar Apel Kesiapan Pengamanan Idul Adha 1438 H / 2017

Kapolda Metro Jaya Pimpin Apel Pengamanan Idul Adha
Selasa, 29 Agustus 2017 08:05 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Polda Metro Jaya menggelar apel kesiapsiagaan dalam rangka pengamanan Hari Raya Idul Adha 1438 H / 2017. Sejumlah tim gabungan mengikuti kegiatan yang dilangsungkan di lapangan Ditlantas Polda Metro Jaya, Selasa (29/8/2017) pagi ini.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Idham Aziz bertindak sebagai inspektur upacara. Ada sekitar 1.321 personel gabungan yang mengikuti kegiatan apel ini.

Dalam sambutannya, Kapolda meminta seluruh anggotanya untuk fokus mengawal pergerakan masyarakat dalam libur panjang Idul Adha ini. Hal ini dilakukan agar kegiatan masyarakat dapat berjalan dengan lancar.

"Saya mengucapkan terima kasih rekan-rekan sekalian. Kita akan menghadapi pelaksanaan libur panjang yang mungkin saja pergerakan masyarakat mulai hari Kamis atau mungkin Rabu dimana Idul Adha akan jatuh hari Jumat sehingga liburnya cukup panjang tentu kita semua harus bersama-bersama bisa menjaga mengawal pelaksanaan libur panjang dan pelaksanaan Idul Adha ini berjalan dengan baik tertib dan lancar," ujar Kapolda.
Kapolda  meminta seluruh anggotanya untuk fokus mengawal pergerakan masyarakat dalam libur panjang Idul Adha ini.
Selain itu, Kapolda juga berharap agar kehadiran seluruh anggotanya itu dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Menurut Kapolda, ini tugas mulia yang dilakukan pemerintah yang dapat menjadi bagian dari ibadah masing-masing petugas.

"Keberadaan dan kehadian anggota di lapangan baik itu di stasiun, di terminal bisa di tempat keramaian Ragunan, TMII, Ancol serta di jalur-jalur yang kemungkinan dimanafaatkan masyarakat untuk berlalu lalang harus bisa meyakinkan keberadaan kita di sana," ujar Kapolda.
 Ada sekitar 1.321 personel gabungan yang mengikuti kegiatan apel ini.
Hadir dalam kegiatan ini sejumlah personel gabungan yang terdiri dari pihak kepolisian, TNI, Dinas Perhubungan, Dinas Pemadam Kebakaran, Satpol PP dan sejumlah instansi terkait lainnya. Kendaraan taktis pun terpantau berada di lokasi.

Mengaku Bisa Lepaskan Tersangka Narkoba, Polisi Gadungan Ditembak Polsek Metro Kalideres

Selasa, 29 Agustus 2017 07:45 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Petugas Polsek Metro Kalideres dan Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat berhasil menangkap polisi gadungan dan pasangan selingkuhannya lantaran menipu warga dengan modus menjanjikan bisa membebaskan tersangka yang terlibat kasus narkoba. Polisi gadungan berpangkat Inspektur Satu (Iptu) itu bahkan dihadiahi timah panas karena melawan saat disergap di rumah perempuan selingkuhannya di Kalideres, Jakarta Barat, Senin (28/8/2017).

Perlawanan polisi gadungan bernama Eka Supriyadi, 30 tahun, sia-sia yang berusaha memukul polisi pakai obeng, karena dia terjengkang ditembus pelor. Timah panas itu melubangi kaki kanannya.

 Sementara itu, cewek selingkuhannya Fi, 28 tahun, yang selalu berduet dalam melakukan aksi tipu-tipu langsung menyerah.

“Pak, ampun. Jangan tembak saya,” rengek perempuan berambut seleher ini.

Dari tersangka, petugas Polsek Metro Kalideres menyita uang Rp8 juta diduga hasil menipu, obeng, air soft gun, satu kalung emas, satu kulkas dan satu kompor gas.

Sepak terjang Eka dalam menjalan aksi tipu-tipunya sebagai anggota Polri sekilas meyakinkan. Tubuhnya atletis dan berpenampilan layaknya anggota reserse akan membuat orang percaya jika dia polisi. “Saya percaya, penampilan dan bicaranya kayak polisi,” ujar pasangan suami isri Agus Gunawan dan Ny. Diana, korban penipuan Eka.

Korban (Agus Gunawan dan Ny. Diana) ditipu Eka berawal saat korban meminta bantuan lantaran dua putra mereka terlibat dalam penyalahgunaan narkoba dan ditahan di Polres Metro Jakarta Barat.

“Suami istri ini kenal tersangka lewat perantara Pipit yang berperan mencari calon korban yang keluarganya ditahan polisi karena kasus narkoba,” ujar Kapolsek Metro Kalideres, Kompol Efendi.

Kepada suami istri ini, Eka mengatakan, sanggup membebaskan putra mereka asalkan disediakan uang Rp35 juta. Tanpa curiga Agus dan Ny Diana menyanggupi. Hanya saja setelah uang diserahkan, Eka kembali meminta tambahan Rp35 juta dengan alasan urusannya bocor sehingga rekan-rekannya minta jatah juga.

“Saat itulah korban curiga lalu melapor ke kami,” timpal Kanit Reskrim AKP Syafri Wasdar.

Saat penyerahan uang kedua itu, polisi mengatur siasat untuk menyergapnya. Ketika disergap, tersangka melawan pakai obeng sehingga dilumpuhkan dengan tembakan, sedangkan wanita rekan duetnya menyerah.

“Selain Agus dan Ny Diana, ada juga korban lainnya, yakni Hardi sebesar Rp60 juta dari jumlah yang diminta Eka Rp100 juta,” jelas Kapolsek. 

Dalam melancarkan aksi tipu-tipunya Eka memposting foto-fotonya di akun Facebook. Fotonya mengenakan pakaian atau kaos layaknya anggota reserse, dan biasanya ditunjukkan kepada calon korbannya. Foto-fotonya itu lengkap dengan identitas dirinya sebagai anggota Resmob Polda Metro Jaya berpangkat Iptu Eka Supriyadi SH. Padahal Eka hanya seorang tukang ojek cuma jebolan SMP.

Lokasi Layanan Mobil SIM Keliling Wilayah DKI Jakarta, Selasa 29 Agustus 2017

Selasa, 29 Agustus 2017 07:11 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Berikut lokasi layanan mobil SIM Keliling Wilayah DKI Jakarta, Selasa, 29 Agustus 2017 terdapat di beberapa lokasi sebagai berikut:

1. Jakarta Pusat: Kantor Pos & Giro, Pasar Baru
2. Jakarta Barat : Citraland Grogol
3. Jakarta Selatan : STEKPI Kalibata
4. Jakarta Utara : Pasar Pagi Mangga Dua
5. Jakarta Timur : Dealer Honda Jl. Dewi Sartika

- Jam operasional: 07:00 s/d 14:00 WIB - SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C. SIM habis masa berlakunya walaupun 1 hari tidak dapat diperpanjangg, SIM dapat diberlakukan kembali dengan proses penerbitan SIM baru sesuai dengan golongan SIM.

28 Agustus 2017

Selama 2 Jam, si Jago Merah di Kantor Kemendes PDTT Berhasil Dipadamkan

2 Jam Mengamuk di Kantor Kemendes PDTT, si Jago Merah Dipadamkan
Senin, 28 Agustus 2017 13:57 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Setelah dua jam, amuk si jago merah di Gedung Kemendes PDTT, Kalibata, Jakarta Selatan, akhirnya dapat dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran Jakarta. Belum diketahui penyebab kebakaran di gedung tersebut.

Kasudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Selatan Irwan mengatakan, usai berjibaku hampir dua jam, 20 armada  pemadam kebakaran akhirnya memadamkan api di gedung Kemendes PDTT, Kalibata, Jakarta Selatan, tepatnya di Gedung A, Kantor Direktorat Penyiapan Kawasan dan Pembangunan Transmigrasi.

"Itu yang terbakar instalasi listrik di lantai 4 Gedung A," ujar Irwan saat dikonfirmasi, Senin (28/8/2017).

Menurutnya, meski penghuni gedung tersebut sempat panik dan berhamburan saat terjadinya kebakaran, tak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Selain itu, di area gedung tersebut sudah bisa digunakan kembali. "Tak ada itu (dokumen) yang terbakar, paling ruangannya saja bau asap. Bergantung listriknya, kalau bisa (menyala),  langsung digunakan lagi. Pak Menteri juga baru naik," katanya.

Keroyok Seorang Perempuan Pengendara Mobil, Dua Pria Ditangkap Polisi

Senin, 28 Agustus 2017 12:58 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Petugas Subdit 1 kamneg Sitreskrimum Polda Metro Jaya menangkap SJPP, 42 tahun dan SW, 45 tahun, antaran diduga mengeroyok seorang perempuan bernama Fitri Apriansari Utami, 25 tahun, yang terjadi di seberang gedung WTC Setiabudi, Jakarta Selatan, pada Rabu (23/8/2017) lalu. Kedua pria itu mengeroyok Fitri diduga karena kesal mobil mereka disalip perempuan itu.

"Keduanya kami tangkap di sebuah hotel di Jakarta Utara, Jumat (25/8/2017) lalu," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono kepada wartawan, Senin (28/8/2017).

Kabid Humas menceritakan, pengeroyokan itu bermula saat korban melintas di Jalan Sudirman tak jauh dari gedung Sampoerna Strategis pada Rabu (23/8/2017). Saat itu mobil korban ditabrak dari belakang oleh para pelaku. Tak terima mobilnya ditabrak, korban mengejar dan menghentikan mobil yang ditumpangi para pelaku dan langsung mencaci maki keduanya. Tak terima dicaci maki, kedua pria itu kemudian keluar dari mobilnya dan membalas membentak korban.

"Setelah itu SJPP melempar botol air mineral ke arah korban dan mengenai kepala korban, lalu korban memaki kembali SJPP. Setelah itu SW memegangi korban dari belakang dan terlapor SJPP memukul korban dengan tangan," kata Kabid Humas.

Setelah menganiaya korbannya, lanjut kabid Humas, kedua pria langsung melarikan diri. Sementara korban langsung melaporkan peristiwa yang menimpanya ke Mapolda Metro Jaya. Dalam mengungkap kasus ini, polisi telah memeriksa rekaman CCTV dari gedung sekitar lokasi dan memeriksa empat orang saksi.

Gedung Kemendes PDTT di Kalibata Diamuk si Jago Merah

Gedung Kemendes PDTT Kalibata Diamuk si Jago Merah
Senin, 28 Agustus 2017 10:36 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Sebanyak 20 armada pemadam kebakaran Provinsi DKI Jakarta diterjunkan untuk menjinakkan si jago merah yang mengamuk di Gedung Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Kalibata, Jakarta Selatan.

Kasubbag Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Purwanta mengatakan, pihaknya menerima informasi akan adanya kebakaran di kawasan Kemendes pada Senin (28/8/2017) pagi ini, sekira pukul 09.00 WIB.

Saat ini, petugas kebakaran pun tengah melakukan pemadaman api di lokasi. Ratusan petugas pemadam kebakaran masih berjibaku untuk menjinakkan si jago merah. Dilansir dari akun Twitter @PolsekPancoran, sebanyak 20 unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi kejadian guna memadamkan api.

Truk 3 Sumbu Dilarang Beroperasi di Tol pada Idul Adha tahun 2017


 

Senin, 28 Agustus 2017 08:09 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Direktorat Jenderal (Ditjen) Pehubungan Darat Kementerian Perhubungan mengeluarkan Surat Edaran tentang pengaturan lalu lintas dan pembatasan operasional angkutan barang selama libur panjang Hari Raya Idul Adha Tahun 2017. Aturan tersebut berlaku mulai dari tanggal 31 Agustus - 3 September 2017.

Pada Surat Edaran Bernomor: SE. l6/AJ.201/DRJD/2017 tanggal 24 Agustus 20l7 itu menyebutkan bahwa untuk mendukung kelancaran lalu lintas saat libur panjang Hari Raya Idul Adha tahun 2017/1438 H, dipermaklumkan mulai tanggal 31 Agustus pukul 12.00 WIB sampai dengan tanggal 1 September pukul 12.00 WIB dan tanggal 3 September 2017 pukul 06.00-23.59 WIB mobil barang yang memiliki 3 sumbu atau lebih dilarang beroperasi.

 Adapun Mobil barang tersebut dilarang melintas mulai dari ruas Tol Jakarta - Cikampek - Palimanan - Brebes dan Jakarta - Cikampek - Padalarang - Cileunyi.

Larangan pengoperasian kendaraan angkutan barang sebagaimana yang dimaksud meliputi, kendaraan pengangkut bahan bangunan, truk tempelan, truk gandengan serta kendaraan kontainer dan kendaraan pengangkut barang dengan sumbu lebih dari tiga.

Jika terjadi gangguan arus lalu lintas dan angkutan jalan, maka untuk mengantisipasi kondisi tersebut, perlu segera mengambil langkah-langkah antisipasi dengan berkoordinasi dengan aparat pemerintah, antara lain Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dan Polri.

 Pelanggaran terhadap larangan dan perintah sebagaimana dimaksud dalam ketentuan ini dikenakan sanksi sesuai pasal 282 dan pasal 306 Undang-Undang nomor 22 tahun 2009. tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Lokasi Layanan Mobil SIM Keliling Wilayah DKI Jakarta, Senin 28 Agustus 2017


Senin, 28 Agustus 2017 07:47 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Berikut lokasi layanan mobil SIM Keliling Wilayah DKI Jakarta, Senin, 28 Agustus 2017 terdapat di beberapa lokasi sebagai berikut:

1. Jakarta Pusat: Kantor Pos & Giro, Pasar Baru
2. Jakarta Barat : Citraland Grogol
3. Jakarta Selatan : STEKPI Kalibata
4. Jakarta Utara : Pasar Pagi Mangga Dua
5. Jakarta Timur : Dealer Honda Jl. Dewi Sartika

- Jam operasional: 07:00 s/d 14:00 WIB - SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C. SIM habis masa berlakunya walaupun 1 hari tidak dapat diperpanjangg, SIM dapat diberlakukan kembali dengan proses penerbitan SIM baru sesuai dengan golongan SIM.

Satgas Gerak Cepat (SGC) Rajawali Polres Metro Jakarta Timur Tangkap Delapan Anggota Geng Sepeda Motor Saat Tawuran

Senin, 28 Agustus 2017 07:38 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Satgas Gerak Cepat (SGC) Rajawali Polres Metro Jakarta Timur menangkap delapan anggota geng motor bersenjata tajam, Minggu (27/8/2017). Mereka ditangkap saat tawuran di Jalan Komodor Halim, Makasar, Jakarta Timur.

 Kanit 1 SGC Rajawali Polres Metro Jakarta Timur, Ipda Dodi Kurnia, mengatakan diamankannya delapan kawanan geng sepeda motor itu setelah mendapat laporan ada tawuran. “Dari laporan itu, tim langsung bergerak untuk membubarkan tawuran,” katanya.

Tim yang tiba dilokasi sekira pukul 04:00 WIB, kata Ipda Dodi, mendapati dua kelompok massa yang kala itu tengah bersitegang. Pasukan yang datang, membuat aksi tawuran itu bubar dan para pelaku mencoba melarikan diri.

Tak mau kehilangan tangkapan, Tim Rajawali melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang kala itu menenteng senjata tajam. Akhirnya, anggota menangkap delapan anggota geng sepeda motor tersebut.

“Dari tangan pelaku yang diringkus, kami mendapatkan dua pelaku yang membawa senjata tajam,” ujarnya. Menurutnya, dari hasil pemeriksaan diketahui para pelaku kawanan geng sepeda motor ini yang kebanyakan bukan warga Jakarta Timur. Kawanan geng sepeda motor yang sebagian besar remaja ini, berasal dari daerah Depok dan Jakarta Selatan.

“Keseluruhnya kami amankan untuk dimintai keterangan. Pasalnya, aksi yang dilakukan kawanan ini kerap kali terjadi dan memakan korban,” tambahnya.

 Selain itu, diamankan pula enam unit kendaraan milik kawanan geng sepeda motor. Selain itu, celurit dan parang juga dijadikan barang bukti atas aksi tawuran yang dilakukan gerombolan tersebut.

“Kami akan terus memburu kawanan remaja tersebut yang selama ini kerap membuat ulah di wilayah Jakarta Timur,” pungkasnya.

Tim Vipers Polres Tangerang Selatan Tangkap Tiga Preman Pelaku Pemerasan di Tempat Latihan Mengemudi

Senin, 28 Agustus 2017 07:29 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Tim Vipers Polres Tangerang Selatan menangkap tiga orang laki-laki yang diduga telah melakukan pemerasan di wilayah Pondok Aren. Ketiga pelaku, yakni Adriyansyah, 21 tahun, Parman, 28 tahun, dan Abdul Yusuf, 37 tahun. Ketiganya melakukan pemerasan di sebuah lapangan yang kerap dijadikan tempat belajar mengemudi mobil.

Lapangan yang oleh masyarakat dinamai Lapangan Merah tersebut berada di Kampung Perigi Baru RT 001 RW 004, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan.

 “Lapangan tersebut sering jadi tempat belajar mengendarai mobil," ujar Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Alexander, Minggu, 27 Agustus 2017.

Menurut AKP Alexander, pihaknya mendapat laporan dari masyarakat tentang adanya pungutan liar di tempat itu. Berdasarkan laporan tersebut, pihaknya menerjunkan personel ke lokasi untuk melakukan observasi.

Ternyata tim polisi yang berpura-pura hendak belajar mengemudikan mobil diberhentikan oleh salah seorang dari pelaku dan meminta uang.

"Saat akan masuk Lapangan Merah diminta sejumlah uang, alasannya untuk sewa lapangan. Setelah diminta uang diberikan Rp 10 ribu, tapi pelaku tidak mau malah minta Rp 35 ribu," katanya.

Setelah uang berpindah dan dipegang pelaku, AKP Alexander melanjutkan, jajarannya langsung menangkap tiga orang yang diduga melakukan pungutan liar di lapangan tersebut dengan barang bukti uang Rp 236 ribu.

"Ketiga pelaku dikenakan Pasal 368 KUHP tentang pemerasan dengan ancaman hukuman selama 12 tahun penjara, barang bukti dan ketiga pelaku telah diamankan guna pemeriksaan lebih lanjut," ucapnya.

Sebelumnya juga beredar video di media sosial Instagram dengan akun Seputartangsel yang memperlihatkan yang diduga pelaku sedang melakukan pungutan liar di Lapangan Merah. Lapangan tersebut memang digunakan warga sekitar untuk belajar mengemudi mobil.

Operasi Cipta Kondisi Polsek Metro Kelapa Gading Amankan Belasan Pemuda dan Ratusan Obat Penenang



Senin, 28 Agustus 2017 07:19 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Operasi Cipta Kondisi yang dilaksanakan Polsek Metro Kelapa Gading bersama Polres Metro Jakarta Utara menangkap belasan pemuda dan ratusan obat penenang dari pengendara sepeda motor yang melintas di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Operasi Cipta Kondisi itu dilaksanakan pada hari Sabtu (26/8/2017) sejak pukul 22.00 WIB sampai dengan 24.00 WIB.

Wakapolres Metro Jakarta Utara, AKBP Bhirawa, yang memimpin operasi tersebut mengatakan, razia itu dimulai dengan penyisiran beberapa jalan yang dianggap rawan kejahatan. "Tujuan Operasi Cipta Kondisi ini dengan sasaran operasi pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, pencurian sepeda motor, trek-trekan dan antisipasi tawuran antar warga," kata AKBP Bhirawa saat memimpin apel.

Adapun jalan-jalan yang disisir aparat kepolisian itu adalah Jalan Boulevard Artha Gading Selatan - Jalan Yos Sudarso - Jalan Perintis Kemerdekaan - Jalan Raya Bekasi - Pertigaang IGI - Jalan Pegangsaan Dua - Jalan Raya Gading Pelangi.

Polisi juga sempat melakukan operasi secara stasioner di Jalan Raya Gading Pelangi, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Dari operasi tersebut polisi berhasil menyita 231 butir pil penenang merek Tramadol, mengamankan enam kendaraan sepeda motor tanpa surat-surat hingga mengamankan 10 pemuda yang terkena razia operasi cipta kondisi itu.

"Untuk ratusan pil penenang itu sedang kami selidiki dan terus kami kembangkan," ucapnya.

Enam kendaraan sitaan polisi saat 'Operasi Cipta ondisi':
1. Yamaha Vixion warna hitam, E 2902-QN
2. Satria FU 15 warna putih, E- 2168-PAC
3. Satria FU 15 warba Hitam, E-4604-QB
4. Yamaha Mio J warna putih, E-4013-TP
5. Honda Beat warna merah, E-5029-PAB
6. Yamaha Vixion warna Hitam, E-4081-QU

Daftar Nama Orang yang Diamankan Polisi Saat Operasi Cipta Kondisi:
1. Aruna Bagas kara, 17 thn, karyawan cuci steam
2. Tri Widodo, 14 th, pelajar
3. Rahmad Tulazis, 17 th, pengangguran
4. Rizal Mustopa, 18 th, pengangguran
5. Tomi, 17 th, pengangguran
6. Muh Santoni, 21 th, karyawan swasta
7. Dedi Setiawan, 21 th, kuli
8. Anang maruf, 19 th, karyawan
9. Ricki subagja, 22 th, petugas kebersihan
10. Eri Setiawan, 21 th, office boy
11. Elis Utami, 17 th, pengangguran.

Polsek Metro Kelapa Gading Bekuk Tiga Pelaku Curanmor Modus Iming-imingi Korban dengan Jimat

3 Pria Ini Gasak Banyak Motor setelah Mengiming-imingi Korban Jimat

Senin, 28 Agustus 2017 07:11 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Unit Reskrim Polsek Metro Kelapa Gading membekuk tiga pelaku curanmor dengan modus mengiming-imingi korban dengan jimat jaga diri dan gampang dalam urusan percintaan. Ketiga pelaku yang dicokok yakni HM alias Aco, 27 tahun, Efendi bin Hasan, 23 tahun, ‎dan Syaiful Rachman alias Iful, 41 tahun.Kini mereka ditahan di Mapolsek Metro Kelapa Gading.

 Penangkapan ketiga pelaku berawal dari laporan korban yang mengaku kehilangan sepeda motornya di Jalan Biru Laut Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu (22/7/2017) pekan lalu. Mendapatkan laporan tersebut, Unit Reskrim Polsek Metro Kelapa Gading bergerak melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan saksi-saksi di tempat kejadian perkara. ‎

Berdasarkan hasil penyelidikan, akhirnya tersangka HM, Efendi, dan Iful berhasil ditangkap di Cilincing Jakarta Utara pada Senin (21/8/2017) lalu berikut barang buktinya. "Dalam pemeriksaan diperoleh keterangan bahwa para tersangka sudah empat kali melakukan kejahatan dengan modus penipuan ini di beberapa tempat di Jakarta," ujar Kapolsek Metro Kelapa Gading, Kompol Arif Fazlurrahman, Minggu (27/8/2017).

 Menurut Kompol Arif, aksi pelaku sudah banyak memakan korban. Wilayah operasi ketiga tersangka umumnya di daerah Jakarta Utara dan Jakarta Barat dengan target para pemuda tanggung atau pemuda usia 15-20 tahun.

 "Biasanya pelaku melakukan scanning terlebih dahulu karakter remaja tersebut. Ketika memiliki karakteristik yang mudah dipengaruhi, baru pelaku melakukan aksinya," jelas Kompol Arif.

Dari tangan ketiga pria pengangguran polisi menyita barang bukti berupa empat unit kendaraan bermotor‎ di kediaman pelaku. Sisanya telah dijual tersangka ke penadah di wilayah Jawa Timur dan Lampung.

“Para tersangka dijerat pasal 378 KUHPidana dan Pasal 480 KUHPidana tentang Pencurian dan Penipuan. Ancaman kurungannya di atas 7 tahun," katanya.

25 Agustus 2017

Terpergok Saat Beraksi, Pencuri Spesialis Pecah Kaca Ditembak Polres Metro Jakarta Selatan

Jumat, 25 Agustus 2017 15:35 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan menangkap pelaku pencurian spesialis pecah kaca, NJ, 28 tahun dan MA, 36 tahun di parkiran Resto Tee Box, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Adapun salah satu pelaku ditembak polisi karena kabur saat hendak ditangkap.

Kasubbag Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Purwanta mengatakan, peristiwa berawal saat seorang WNA tengah memarkirkan mobil Daihatsu Teriosnya di parkiran restoran Tee Box, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. 

Kedua pelaku lantas mendekati mobil dan melongok dari jendela luar mobil untuk melihat barang berharga apa saja yang ada di dalam mobil tersebut.

Setelah mengetahui di dalam mobil terdapat barang berharga, katanya, pelaku memecahkan kaca mobil menggunakan potongan busi berwarna putih. Setelah pecah, pelaku menjarah tas milik korban dan barang berharga lainnya.

"Total kerugian mencapai lebih dari Rp10 juta, pelaku NJ yang mengeksekusi, sedang MA yang mengawasi keadaan sekitar dan membawa sepeda motor untuk kabur," ujar Kompol Purwanta saat dikonfirmasi, Jumat (24/8/2017).

Menurut Kompol Purwanta, dalam perjalanan, pelaku membuka isi tas dan memgambilnya, sedang tas tersebut di buang di sungai kawasan Depok. Adapun barang berharga seperti handphone milik korban, dijual ditempat yang berbeda-beda.

"Hasil curian itu lantas dibagi 2 oleh pelaku. Pelaku sudah 4 kali melakukan aksinya di Jakarta Selatan dan Jakarta Barat. Pelaku terpaksa diberikan tindakan tegas terukur pada kaki kananya karena kabur saat ditangkap," tutur Kompol Purwanta.

Sebelumnya, tambah Kompol Purwanta, polisi sempat memberikan tembakan peringatan ke udara, tapi pelaku tetap kabur tak mengindahkannya. Saat ini, pelaku dijerat pasal 363 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan dengan ancaman 7 tahun penjara.

Penjual Jamu di Bekasi Ditemukan Tewas Diduga Korban Pembunuhan

Jumat, 25 Agustus 2017 15:00 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Seorang pria bernama Rizky Rivaldi, 20 tahun, ditemukan tewas di Jalan Raya Kampung Sawah, Kelurahan Jati Melati, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi pada Jumat (25/8/2017) dinihari sekira pukul 02.30 WIB. Rizky yang diketahui sebagai penjual jamu diduga sebagai korban pembunuhan.

"Korban yang pekerjaannya sebagai penjual jamu, ditemukan dalam posisi tengkurap dan sudah tidak bernyawa pagi dini hari tadi," ujar Kasubbag Humas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing di Bekasi, Jumat (25/8/2017) siang.

Kompol Erna mengatakan saat kejadian, di lokasi kejadian masih sepi. Tidak ada orang yang berlalu lalang. Kemudian, kata Kompol Erna, ada saksi yang berada di kafe dekat lokasi kejadian mengaku mendengar teriakan minta tolong.

Saksi pun melihat korban sedang berjalan dan memegang perut. Tak lama kemudian, korban terjatuh.

Kompol Erna mengatakan, korban berjalan dari depan kios jamu dan meninggalkan kios jamu yang masih dalam keadaan terbuka. Adapun jarak dari depan kios jamu sampai tempat korban terjatuh lebih kurang 100 meter.

"Saat itu ada teman korban bernama Adri datang, dan meminta pertolongan warga sekitar. Dia pun segera menelepon pemilik kios dan menghubungi kepolisian," kata Kompol Erna.

Ketika itu, korban sudah tidak bernyawa dan ditemukan luka tusukan benda tajam di bagian tubuhnya, yakni di bagian leher sebelah kiri dan perut sebelah kiri.

Pemilik kios jamu, Mardian, mengatakan bahwa korban baru lima hari bekerja sebagai pegawai di kios jamu miliknya.Sampai saat ini, kata Kompol Erna, kepolisian sudah mencari keterangan saksi-saksi dan masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab tewasnya korban tersebut.

Tabung Gas Meledak, 7 Rumah Hangus Terbakar di Palmerah

Petugas pemadam memadamkan api dalam kebakaran di Palmerah, Jakarta Barat.(yendhi)
Jumat, 25 Agustus 2017 14:46 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Sebanyak tujuh rumah di Jalan Anggrek Nelly Murni RT 11/01 Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat, ludes terbakar. Asal api diduga berasal dari ledakan tabung gas 12 kg di rumah makan padang.

Informasi yang dihimpun,  tujuh bangunan yang terbakar adalah warteg milik Agus, 40 tahun, rumah makan Padang milik Busman, bengkel tambal ban milik Dolar Simamora, 45 tahun, dan empat rumah warga.

Kapolsek Metro Palmerah, Kompol Armunanto mengatakan, dugaan sementara kebakaran terjadi akibat ledakan tabung gas milik warung masakan padang. “Dugaan sementara ledakan gas, tapi perlu pastikan lagi setelah petugas selesai padamkan api,” kata Kapolsek, Jumat (25/8/2017).

Ada beberapa korban luka bakar dan luka ringan akibat kebakaran tersebut. Satu keluarga pemilik rumah makan Padang, yakni Udo, Susan, dan dua balita, menjadi korban."Saat ini korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Pelni," ucapnya.

Polres Metro Bekasi Bekuk Dua Perampok Nasabah Bank Modus Kempis Ban

2 Spesialis Pencuri Uang Nasabah Bank di Bekasi Ditangkap
Jumat, 25 Agustus 2017 14:28 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Petugas Satreskrim Polres Metro Bekasi berhasil menangkap dua dari empat perampok spesialis uang nasabah bank dengan modus kempis ban di Kabupaten Bekasi pada Rabu (23/8/2017) siang. Aksi mereka terbongkar saat menggasak uang nasabah di depan ruko Central Niaga Square, Desa Simpangan, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.

Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Asep Adisaputra mengatakan, dua pelaku yang diamankan bernama Charlye Bonek, 34 tahun dan Angga Junika, 26 tahun. Sedangkan dua pelaku yang masih buron berinisial E dan I.

"Kami masih melakukan pengejaran terhadap dua tersangka lainnya," kata Kapolres kepada wartawan, Jumat (25/8/2017).

Kapolres menjelaskan para pelaku memiliki peran masing-masing. Tersangka Charlye berperan memberikan informasi dan ciri-ciri korbannya itu ke rekannya yang sudah menunggu di luar bank. Saat mobil korban berhenti karena macet atau di lampu lalu lintas, diam-diam Edo menancapkan sebuah busi yang telah dimodifikasi di sandal jepitnya. Seketika ban mobil korban kempis dan pelaku lainnya Angga memberitahukan hal itu ke korban.

"Korban kemudian berhenti untuk mengecek ban mobilnya. Di saat itulah E dan I mengambil uang korban yang disimpan di dalam mobil lewat pintu lain," ujar Kapolres.

Setelah menggasak uang korban, kata Kapolres, tersangka melarikan diri. Setidaknya sudah ada tujuh lokasi kejadian yang mereka lakukan sejak bulan Desember 2016 lalu."Kelompok mereka terorganisir dengan memiliki perannya masing-masing saat mencuri uang nasabah," jelasnya.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Bekasi, AKBP Rizal Marito menambahkan, sebetulnya polisi telah memetakan pola pencurian mereka.Bahkan saat tersangka Angga, E dan I melancarkan aksinya, polisi menangkap Charlye di dalam bank.

"Pertama kita amankan Charlye dulu saat dia memberikan aba-aba ke rekannya," kata AKBP Rizal.

Kepada polisi, tersangka Charlye kemudian membeberkan soal identitas rekannya yang lain. Dari penyidikan itu, polisi berhasil melacak tersangka Angga saat hendak boarding pass di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

"Tersangka A hendak kabur ke kampung halamannya di Bengkulu. Sementara dua pelaku lainnya masih dicari," ujar AKBP Rizal.

AKBP Rizal mengatakan, perbuatan mereka sangat meresahkan para nasabah bank. Untuk itu, Rizal mengimbau kepada nasabah yang ingin menarik uang dalam jumlah banyak, sebaiknya minta pengawalan kepolisian. Pencuri bakal berpikir dua kali, bila nasabah minta pendampingan polisi dalam menarik uang banyak.

 Selain mengamankan tersangka, polisi juga menyita barang bukti berupa satu unit sepeda motor Supra X 125 cc B 6853 CAJ, dua unit ponsel dan dua pasang kaus yang dikenakan tersangka. Sementara sebuah sandal yang dimodifikasi untuk menancapkan busi ke ban mobil korban, masih berada di tangan E.

"Tersangka E merupakan ketua dari kelompok ini sekaligus eksekutor uang nasabah," jelasnya.

Akibat perbuatannya, tersangka Charlye dan Angga bakal dihukum penjara di atas lima tahun sebagaimana Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.

Truk Tabrak Pohon Besar di Cikokol, lalu Lintas Padat

Truk kecelakaan di Cikokol (foto: TMC Polda Metro Jaya)
Jumat, 25 Agustus 2017 08:16 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Sebuah truk mengalami kecelakaan dengan menabrak pohon besar di putaran Cikokol Jalan Imam Bonjol, Kota Tangerang, Jumat (25/8/2017) sekira pukul 07.43 WIB. Akibatnya, arus lalu lintas di Jl. Imam Bonjol arah Tangerang City mengalami kepadatan.

Berdasarkan twitter TMC Polda Metro Jaya, Jumat (25/8/2017), truk berwarna hijau itu terlihat melintang di jalan raya dan ranting pohon terlihat berserekan.Untuk lalu lintas pun terlihat sangat padat karena badan truk menghalangi para pengendara.

Petugas hingga saat ini masih melakukan penanganan dan mengatur lalu lintas di lokasi kejadian.Oleh karena itu, petugas mengimbau bagi pengendara yang melintas dari Jalan Imam Bonjol arah Tangerang City diharapkan berhati-hati. Sementara itu, belum diketahui adanya korban jiwa maupun luka dalam peristiwa kecelakaan tersebut.

Ada Truk Kontainer Kecelakaan, Tol Jakarta-Cikampek Padat Merayap



Jumat, 25 Agustus 2017 07:46 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Lalu lintas di Jalan Tol Jakarta-Cikampek terpantau mengalami kepadatan akibat meningkatnya volume kendaraan menuju arah Cikampek dan adanya kecelakaan yang melibatkan truk kontainer.

Berdasarkan twitter TMC Polda Metro Jaya, Kamis (25/8/2017), situasi lalu lintas Tol Jakarta Cikampek (Japek) KM 08 arah Cikampek padat dan arah Jakarta ramai lancar.

Selain itu, kecelakaan truk kontainer terjadi di Tol Jakarta arah Cikampek tepatnya di KM 50, akibatnya lalu lintas tersendat dan masih penanganan petugas.Sedangkan di Tol Japek KM 01 Halim arah Pancoran padat dan sebaliknya ramai lancar.

Lama Menganggur, Pemuda di Cempaka Putih Nekad Jadi Kurir Narkoba

Ilustrasi
Foto Ilustrasi

Jumat, 25 Agustus 2017 07:35 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Lantaran terlalu lama menganggur, Riko akhirnya nekat menjadi kurir narkoba. Pelaku ditangkap polisi saat menggelar operasi Cipta Kondisi di wilayah Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Kasubbag Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Suyatno mengatakan, Riko mengaku menjalani bisnis haram itu sejak sebulan lalu."Dia sudah lama nganggur," katanya kepada wartawan melalui pesan singkat, Kamis (24/8/2017).

Kompol Suyatno menceritakan, Riko terjaring saat polisi sedang melakukan Operasi Cipta Kondisi di wilayah Cempaka Putih, Jakarta Pusat."Tertangkap ketika operasi cipta kondisi," ucapnya.

Di tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti yakni seberat 2,02 gram narkoba jenis ganja yang disembunyikan dalam bungkus rokok."Satu bungkus kecil terbungkus kertas koran yang diduga berisi narkotika jenis ganja dengan berat bruto 2,02 gram," ucapnya.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, Riko diduga sebagai kurir yang dikendalikan seseorang. Saat ini polisi masih menyelidiki orang yang diduga mengendalikan Riko untuk membongkar jaringan ini.

"Diduga menjadi perantara jual beli, memiliki, menyimpan, menguasai narkotika," katanya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 114 (1) sub 111 (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Gelapkan Mobil Majikan, Sopir Dibekuk Polres Metro Jakarta Selatan

Pria berinisial W ditangkap Polres Jakarta Selatan akibat ulahnya menggelapkan mobil (Foto: Rizky/Okezone)
Tersangka W, pelaku penggelapan mobil majikan dibekuk Polres Metro Jakarta Selatan.

Jumat, 25 Agustus 2017 07:26 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Metro Jakarta Selatan berhasil menangkap seorang pelaku tindak pidana penggelapan mobil Ford Everest yang berpura-pura sebagai sopir.

Kasat Reskrim Polres mETRO Jakarta Selatan, AKBP Bismo Teguh Prakoso mengatakan, pelaku berinisial W sudah beberapa kali melakukan penggelapan mobil. "Dari tahun 2015 pelaku sudah berhasil menggelapkan delapan mobil dengan berpura-pura menjadi sopir sungguhan," kata akbp Bismo kepada wartawan di Polres Metro Jakarta Selatan, Kamis, (24/08/2014).

AKBP Bismo menjelaskan, modus yang digunakan pelaku dalam kasus ini dengan berpura-pura melamar pekerjaan sebagai sopir. "Untuk meyakinkan pelaku menunjukkan identitasnya berupa STTB, SKCK, SIM A, SIM C, dan SIM B1 yang namanya tidak sesuai dengan nama asli. Dia memalsukan sendiri dengan alat scan," tuturnya.

Kemudian lanjut AKBP Bismo, pelaku ikut dengan korban ke Bandara Soekarno Hatta untuk menjemput tamu korban. Kemudian melanjutkan pergi ke Gandaria City, dan pelaku langsung membawa kabur mobil korban.

Hasil dari penggelapan tersebut pelaku menjual mobil ke berbagai kota yang ada di Indonesia. "Ada di Jawa Tengah ada diluar Jawa," ucapnya.

Saat ini, barang bukti seperti dokumen dan mobil Ford Everest sudah diamankan dari tangan pelaku dan dibawa pihak kepolisian.

Wanita Muda Tewas Usai Lompat dari Lantai 26 Apartemen Bellagio

Jumat, 25 Agustus 2017 07:14 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Seorang wanita muda bernama Febrini Wulandari alias Wulan yang tinggal di Apartemen Bellagio, Setiabudi, Jakarta Selatan, nekat melompat dari lantai 26 kamarnya hingga ke lantai 6 apartemen tersebut. Wulan pun ditemukan tewas oleh sekuriti apartemen dengan posisi telentang.

"Berdasarkan rekaman CCTV, korban melompat dari lantai 26. Sebelumnya, korban membawa ember dari lantai 8 ke lantai 26 tersebut menggunakan lift," ujar Kasubbag Humas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Purwanta di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Jalan Wijaya II, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (24/8/2017).

Jasad Wulan saat ini sudah dibawa ke RS Cipto Mangunkusumo untuk keperluan autopsi.

"Korban diduga bunuh diri karena depresi ditinggal ibunya. Dia sudah berulang kali mencoba bunuh diri sebelumnya," kata Kompol Purwanta.

Berdasarkan penuturan ayah korban, Wulan memang sudah lama mengutarakan niat ingin mengakhiri hidup setelah sang ibu lebih dulu meninggal dunia. "Kalau dari penuturan ayahnya, dia itu depresi ditinggal ibunya. Korban sudah lama ingin bunuh diri," imbuhnya.

Model Majalah Dewasa Dijadikan PSK, Seorang Germo Dibekuk Polres Metro Jakarta Selatan

Model Majalah Dewasa Dijadikan PSK, Seorang Germo Dibekuk
Jumat, 25 Agustus 2017 07:07 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Seorang germo berinisial TW, 31 tahun, dibekuk petugas Polres Metro Jakarta Selatan karena mengeksploitasi seorang model majalah dewasa menjadi pekerja seks komersial (PSK). Adapun model tersebut kini dititipkan di safe house guna proses rehabilitasi.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Bismo Teguh mengatakan, TW ditangkap pada Rabu 23 Agustus 2017, saat itu polisi menerima informasi adanya tindak perdagangan manusia terhadap 2 orang berinisial NA, 24 tahun, dan RP, 27 tahun. Salah satu dari dua wanita itu adalah seorang model majalah dewasa.


"Pelaku kami tangkap karena menjadi germo, memperdagangkan orang dan menawarkan jasa PSK. Pelaku kami tangkap di kawasan Jakarta Utara," ujarnya di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Jalan Wijaya II, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (24/8/2017).

Menurut AKBP Bismo, pelaku manawarkan 2 orang tersebut sebagai PSK dengan harga sekali sewa Rp10 jutaan. Terakhir pelaku bertransaksi dengan pelanggannya di kawasan hotel yang ada di Menteng Dalam, Jakarta Selatan.

AKBP Bismo menerangkan, modus pelaku memajang foto-foto 2 anak buahnya itu di sebuah situs, sehingga pelanggannya pun tidak mematok pada sejumlah kalangan saja, apalagi situs tersebut bisa dibuka oleh publik secara luas.

"Setelah germonya dilobi pelanggan, lalu mentransfer uangnya, pelaku menghubungi korban untuk datang ke sebuah hotel yang ditentukan," tutur AKBP Bismo.

Adapun pelaku, kata AKBP Bismo, sudah membuka usaha haramnya itu selama 5 bulanan ini. Kini, kedua anak binaan pelaku sudah dibawa ke safe house guna perawatan dan pembinaan agar tak melakukan perbuatan serupa.

Lokasi Layanan Mobil SIM Keliling Wilayah DKI Jakarta, Jumat 25 Agustus 2017

Jumat, 25 Agustus 2017 07:02 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Berikut lokasi layanan mobil SIM Keliling Wilayah DKI Jakarta, Jumat, 25 Agustus 2017 terdapat di beberapa lokasi sebagai berikut:

1. Jakarta Pusat: Lemhanas RI
2. Jakarta Barat : LTC Glodok
3. Jakarta Selatan : Gedung Sampoerna Jl. Jend. Soedirman
4. Jakarta Utara : Pasar Pagi Mangga Dua
5. Jakarta Timur : TMII

- Jam operasional: 07:00 s/d 14:00 WIB
- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C. SIM habis masa berlakunya walaupun 1 hari tidak dapat diperpanjangg, SIM dapat diberlakukan kembali dengan proses penerbitan SIM baru sesuai dengan golongan SIM.

24 Agustus 2017

Polres Metro Tangerang Kota Ciduk Kombes Gadungan Makelar Calon Akpol

Jajaran Polrestro Tangerang mengamankan tersangka penipuan, Rabu (23/8/207). Tersangka bernama Indra Napitupulu mengaku anggota kepolisian berpangkat Kombes.
Jajaran Polrestro Tangerang mengamankan tersangka penipuan. Dalam melancarkan aksinya tersangka bernama Indra Napitupulu ini mengaku anggota kepolisian berpangkat Kombes Pol. 
Kamis, 24 Agustus 2017 13:06 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Jajaran Polres Metro Tangerang Kota mengamankan tersangka penipuan terhadap calon Akademi Kepolisian (Akpol), Rabu (23/8/207). Tersangka bernama Indra Napitupulu mengaku anggota kepolisian berpangkat Kombes Pol.

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Harry Kurniawan menjelaskan, tersangka dibekuk di kawasan Gerendeng, Kota Tangerang. Kombes gadungan ini sudah menipu sejumlah korbannya, dengan mengaku sebagai makelar calon Akpol.

"Ini modus operandinya tersangka mengaku polisi berpangkat Kombes. Korban yang ditipunya baru diketahui sebanyak tujuh orang," ungkap Kapolres di Mapolres Metro Tangerang Kota, Kamis (24/8/2017).

Menurut Kapolres, korbannya berasal dari wilayah Tangerang dan Medan. Kapolres merinci, ada dua korban dari Tangerang, dan lima korban lainnya dari Medan.

"Kami juga melakukan pengembangan, dan ternyata korban-korbannya masih banyak lagi di daerah lainnya. Korban yang dari Medan sudah membuat laporan ke pihak kami," ucapnya.

Kapolres menyebut, tersangka saat melancarkan aksinya berpenampilan seperti layaknya anggota polisi. Tersangka mengenakan seragam dinas polisi beserta pangkat yang disematkan di pundaknya."Kami masih mencari tahu dari mana dia mendapatkan atribut itu," kata Kapolres.

Kapolres Metro Tangerang Kota juga mengimbau masyarakat agar melapor jika menjadi korban dari tersangka. Sebab, tersangka sudah berkali-kali melakukan aksi tipu-tipu dengan iming-iming bisa memasukkan peserta calon Akpol dengan syarat sejumlah uang yang dipintanya. "Korbannya ditipu hingga ratusan juta rupiah," kata Kapolres.