09 Agustus 2017

Bayi 3 Bulan Tewas Dibunuh Ayah Kandungnya di Apartemen Gading Nias

Rabu, 9 Agustus 2017 21:27 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Seorang bayi berinisial KAA yang masih berusia tiga bulan ditemukan tewas di Tower Dahlia lantai 19, Apartemen Gading Nias, Kelapa Gading, Jakarta Utara. KAA diduga tewas akibat disekap oleh orangtuanya.

"Bayi berumur 3 bulan ditemukan meninggal dunia di Apartemen Gading Nias," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Nasriadi, kepada wartawan, Rabu (9/8/2017).

Pelakunya adalah ayah kandung korban bernama Faisal Amir, 27 tahun.

Faisal pun sudah mengakui perbuatannya telah membunuh darah dagingnya sendiri. Ia mengaku saat itu dirinya sedang kesal dengan anaknya, karena menangis terus dan tidak bisa diam. Ia juga mengaku sedang sakit kepala sebelum kejadian nahas itu.

"Saya khilaf pak, karena lagi pusing dan anak saya nangis terus, jadi saya pukul dan dekap dengan bantal," kata Faisal di Mapolsek Metro Kelapa Gading, Rabu (9/8/2017).

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Dwiyono mengungkapkan, Faisal terbukti menganiaya anaknya tersebut dengan botol bedak dan mendekapnya dengan bantal hingga tewas.

"Pelaku ini sedang pusing, terus anaknya yang masih bayi nangis terus, jadi pelaku jengkel dan langsung memukul badan korban dengan botol bedak dan mendekapnya dengan bantal hingga tewas," ujar Kapolres.

Kata Kapolres, Faisal pun sempat berpura-pura anaknya meninggal karena sakit dengan meminta tolong kepada pemilik dan security apartemen.

"Pelaku ini mau berpura-pura, tapi kami langsung mengetahui karena ada bekas luka pada bayi tersebut," kata Kapolres.

Kapolres mengatakan, Faisal akan dijerat pasal 340, pasal 338 KUHP dan Undang-Undang Nomor 35 tahun 2015 tentang perlindungan anak.

"Dalam pasal 340 pelaku tindak pidana pembunuhan berencana bisa dikenakan hukuman mati atau seumur hidup," ujar Kapolres kepada wartawan di Mapolsek Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (9/8/2017).

Kapolres menjelaskan, pelaku sendiri tidak bekerja dan hanya tinggal berdua dengan sang anak. Sementara, ibu korban berinisial TN yang juga istri pelaku hanya berkunjung sekali dalam sepekan. Urusan pekerjaan jadi alasan sang ibu meninggalkan bayinya.

"Urusan pekerjaan jadi alasan sang ibu meninggalkan bayinya dan Ibu korban pulang seminggu sekali. Jadi hanya pelaku yang tinggal sama korban. Dari pengakuan pelaku mereka menikah tahun lalu, " tuturnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar