10 Agustus 2017

Tidak Memenuhi Unsur Cabul, Sopir Angkot Gerayangi Siswi SD Dibebaskan

Kamis, 10 Agustus 2017 09:27 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Kasus sopir angkot dituduh mencabuli seorang murid SD yang menjadi penumpangnya di Depok, berdasar penyelidikan tidak memenuhi unsur pencabulan. Hal itu dikatakan Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Depok, Iptu Jajang Rahmat.

Iptu Jajang menjelaskan berdasarkan hasil keterangan penyidik saat mengintrogasi korban tidak memenuhi unsur pidana pencabulan yang dilakukan oleh pelaku.

“Pemeriksaan dilakukan dengan memintai keterangan korban terlebih dahulu, hasilnya korban menyebutkan kalau pelaku hanya memegang perut korban sekali,”ujar Iptu Jajang Rahmat, kepada wartawan di Polresta Depok, Kamis (10/8/2017) pagi.

Iptu Jajang menambahkan terduga pelaku IA,42 tahun, atas keterangan korban tersebut tidak dapat dikatakan sebagai perbuatan pencabulan.“Dengan demikian dari pihak korban yaitu keluarga membuat surat pernyataan tidak akan menuntut. Karena tidak memasuki unsur cabul pelaku akan dibebaskan,”ungkap Iptu Jajang

Sementara itu, hal serupa juga diutarakan oleh terduga pelaku Iwan kepada penyidik mengakui yakni hanya sempat meraba perut korban lantaran sambil berpura-pura menanyakan korban lapar. “Setelah pelaku meraba perut korban langsung lompat keluar dari angkot karena ketakutan,”tambahnya.

Sebelumnya, seorang murid kelas V SD di Depok melompat dari angkot jurusan Terminal Depok – Depok 2 di Jalan Baru, Sukmajaya Kota Depok, Rabu (9/8/2017) lalu sekira pukul 13:00 WIB, aksi nekad korban tersebut lantaran sopir angkot diduga memegang tubuh korban.

Peristiwa berawal ketika korban brinisial D baru saja pulang sekolah dan naik angkot yang dikemudikan Iwan, 42 tahun. Awalnya tak ada yang mencurigakan, namun ketika penumpang angkot mulai sepi, pelaku menggerayangi korban yang duduk di kursi depan. Karena ketakutan, korban diam saja ketika tangan pelaku menggerayanginya. Namun tak lama kemudian korban nekat membuka pintu mobil dan melompat dan langsung berteriak meminta tolong warga sekitar.

Massa pun langsung mengamankan Iwan. Lantaran geram, Iwan menjadi bulan-bulanan warga. Tak lama polisi pun tiba di lokasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar