20 Februari 2018

Polres Metro Jakarta Barat Tangkap Komplotan Curanmor Sadis Bersenjata Api, Satu Pelaku Tewas Ditembak


Selasa, 20 Februari 2018 12:42 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Polres Metro Jakarta Barat berhasil menangkap komplotan pencuri kendaraan bermotor (curanmor) sadis yang kerap beroperasi di daerah Palmerah, Jakarta Barat.

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Hengki Haryadi mengatakan komplotan yang sudah lama jadi target operasi ini dapat mencuri sepeda motor minimal 10 unit dalam sehari. "Dua orang ini hasil pemeriksaan sudah banyak melakukan aksi di Jakarta Barat dan kalau kepepet dia tidak segan-segan menembak korbannya. Hari ini, kami tangkap dan sehari minimal 10 kendaraan bermotor," kata Kapolres di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (20/2/2018).

Kapolres menjelaskan, pada awalnya polisi menangkap dua orang pelaku Hendri dan Tamrin di kawasan Palmerah usai beraksi pada Senin (19/2/2018) kemarin. Penangkapan kedua pelaku dapat dilakukan setelah polisi memetakan daerah rawan curanmor.

Kapolres menyebut di wilayah hukum Polres Metro Jakarta Barat ada lebih dari 100 titik rawan curanmor. Penangkapan dapat dilakukan petugas dengan melakukan operasi tertutup. "Kami petakan di Jakarta Barat titiknya curanmor Palmerah, Kalideres, Cengkareng. Ada 125 titik rawan curanmor. Hari ini terbukti anggota Reskrim Polres Metro Jakarta Barat saat melaksanakan tugas patroli tertutup berhasil menangkap tangan pelaku curanmor dengan senjata api ada 2 orang," ungkapnya.

Pelaku bernama Hendri ditembak hingga tewas karena melawan dan berusaha melarikan diri. Polisi menyita senjata api yang digunakan pelaku untuk beraksi.

Setelah dilakukan pengembangan, polisi menemukan sebanyak 7 unit sepeda motor hasil curian. Namun, polisi juga menemukan ada banyak STNK dari pelaku.

Tak seperti komplotan curanmor lainnya, komplotan ini menjual motor hasil curian ke daerah Tangerang, Banten.

Dalam pengembangan kasus, dua pelaku lain ditangkap yakni Zaenal dan Apipudin yang berperan sebagai penadah sepeda motor curian.

"Ini ada perubahan pola yang katanya dijual di Karawang sekarang di Tangerang," tutur Kapolres.

Kapolres mengatakan, STNK yang ditemukan tersebut asli. Polisi akan menyerahkan STNK tersebut kepada para pemiliknya. Berdasarkan KTP yang dipunya, para pelaku diketahui berasal dari daerah Lampung. Komplotan ini juga mengaku mendapatkan senjata api dari Lampung. Para pelaku ini kerap bertukar peran dalam menjalan kan aksinya.

"Pelaku dari keterangan dari KTP dari Lampung. Sementara pengakuan tersangka (senpi) dari Lampung. Mereka ini komplotan, jaringan terkadang mereka ganti dari pilot dan eksekutor. Jadi pilot yang jalankan kendaraan," beber Kapolres.

Kapolres mengatakan curanmor jadi kasus terbanyak kedua yang ada di wilayah hukum Polres Metro Jakarta Barat setelah kasus narkoba. Dia mengatakan waktu rawan kasus curanmor ini ada di rentang pukul 00.00-06.00 pagi. Kapolres pun mengatakan pihaknya tak akan segan menindak tegas para pelaku kejahatan yang mengancam keselamatan warga maupun petugas.

"Kami tidak akan main-main, pelaku melawan akan kami tindak tegas. Kalau memang melawan kami berikan tindak tegas pada pelaku," tegasnya.

Atas perbuatannya, ketiga pelaku dijerat pasal 365 KUHPidana dan UU Darurat nomor 12/1951. Mereka terancam hukuman penjara maksimal 20 tahun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar