06 April 2018

Istri Korban Pembunuhan di Pondok Labu Kondisinya Masih Shock Jadi Saksi Kunci Penganiayaan Suaminya

Warga mengerumuni rumah korban perampokan di Pondok Labu, Jakarta Selatan, Kamis (5/4/2018).

Jumat, 6 April 2018 07:02 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Polres Metro Jakarta Selatan masih terus mencari bukti petunjuk untuk mengungkap motif pembunuhan Peltu (Pur) Chunaedi, 83 tahun, (sebelumnya disebutkan kakek berusia 70 tahun), yang tewas bersimbah darah di rumahnya di kawasan Pondok Labu, Jakarta Selatan.

Sejumlah polisi melakukan olah Tempat Kejadian Perkara di kediaman Chunaedi hingga Kamis (5/4/2018) tengah malam. Anjing pelacak juga dikerahkan untuk mencari jejak pelaku.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Indra Jafar mengatakan, pihaknya masih mendalami dengan serius pembunuhan ini dengan mencari saksi-saksi terkait peristiwa itu.

"Masih terus kami dalami. Tim juga sedang bekerja olah TKP dan meminta keterangan dari saksi," kata Kapolres di lokasi kejadian di Komplek TNI AL RT07/06, Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan.

Kapolres mengatakan, saat kejadian, korban masih membaca Al-Quran di ruang tengah. Sementara, sang istri membaca Al-Qur'an di kamarnya. Ia menambahkan, saksi kunci dari peristiwa ini adalah istri Chunaedi. Sang istri sempat keluar dari kamar ketika mendengar suaminya sedang cek-cok dengan seorang pria. Ia juga sempat menyaksikan sang suami dianiaya oleh pelaku.

"Istri sempat melihat ada cekcok, ada tamu ribut dengan korban. Kami belum tahu motifnya apa," ujar Kapolres. Kapolres belum bisa memastikan pelaku yang bertamu itu membuka pintu rumah korban atau dibukakan oleh korban. Polisi hingga saat ini masih mengumpulkan berbagai bukti.

"Orang ini masih didalami apakah korban membukakan pintu atau masuk secara sendiri," kata Kapolres.

Dugaan sementara, pelaku hanya satu orang. Namun, Kapolres menyebut polisi masih mendalaminya. "Tamu sementara diduga satu orang, apakah ada orang lain yang membantu, ini masih didalami," ucap Kapolres.

Menurut Kapolres, pihaknya belum bisa banyak mendapatkan keterangan lain dari Bu Chunaedi. Sebab, kondisi psikologis perempuan berusia 70 tahun ini masih sangat terpukul.

"Kami masih tunggu beliau tenang karena saat ini beliau masih shock," ujarnya. Pihaknya belum mendapatkan petunjuk darimana pelaku masuk ke dalam rumah. Senjata tajam yang digunakan untuk menganiaya pun tidak ditemukan di lokasi kejadian.

"Saat warga datang, pelaku sudah tidak ada di lokasi kejadian. Diduga lari ke arah belakang rumah menuju perkampungan," imbuhnya.

Kapolres mengatakan, korban tewas dengan kondisi penuh luka. Selain kepalanya berulangkali dibenturkan ke dinding, di banyak bagian tubuhnya terdapat luka tusukan. "Luka tusuk mulai dari dada hingga tembus rusuk, tangan, paha dan beberapa bagian lain. Diduga pelaku menganiaya secara membabi buta," imbuhnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar