22 April 2018

Penabrak Temannya Hingga Tewas Usai Pesta Miras Dibekuk Saat Menyeberang di Pelabuhan Bakauheni

Lokasi kejadian tabrak lari

Minggu, 22 April 2018 08:21 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Tim gabungan Sat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat dan Unit Reskrim Polsek Metro Tambora menangkap tersangka penabrak lari yang mengakibatkan Dheky Parnarindha, 32 tahun,  meninggal dunia. Pelaku tidak lain adalah rekan korban sendiri. Tersangka atas nama Kamsin, 35 tahun, dibekuk Sabtu (21/4/2018) dini hari di Pelabuhan Bakauheni, Lampung.

Penangkapan dipimpin oleh Kanit Krimum Sat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKP Rulian Syauri atas perintah Kasat Reskrim Polres Metro Jakbar AKBP Edy Suranta Sitepu. 

“Pelaku dengan sengaja membunuh rekannya dengan modus tabrak lari,” kata Kapolsek Metro Tambora, Kompol Ivertson Manosoh, Minggu (22/4/2018).

Berdasarkan keterangan pelaku, lanjut Kapolsek, dia tega menabrak rekannya hingga meninggal dunia karena pelaku kesal dengan korban saat memainkan gas sepeda motor di depan mobilnya hingga menimbulkan suara berisik.

Kejadian sendiri pada Kamis (19/4/2018) dini hari dimana Dheky dan pelaku bersama teman-temannya diantaranya Evi Dwi Rahayu, 18 tahun, Tiara Safitri, 17 tahun, Dede, Imam, dan Cungkring berkumpul di kompleks Jembatan Gantung, Penjaringan, Jakarta Utara untuk berpesta minuman keras.

Pada pukul 03.00 WIB mereka pergi dari lokasi dengan konvoi di jalanan. Dheky mengendarai sepeda motor Kawasaki Ninja jalan paling depan, disusul Imam berbocengan Honda CB dengan Cungkring. Kemudian Kamsin mengendarai mobil Suzuki Ignis bersma Evi. Sedangkan Tiara dan Dede berada paling belakang menumpang ojek.

“Ketika melintas di Jalan Kopi depan Bank Victoria, Roa Malaka, Tambora, terjadi permasalahan dimana korban (Dheky) dan Imam berhenti di tengah jalan menghalangi mobil pelaku sembari memainkan gas sepeda motor dengan suara keras berulang kali,” kata Kapolsek.

Tindakan mereka memancing amarah Kamsin yang langsung menancap gas, pertama menabrak motor yang dikendarai Imam dan Cungkring kemudian menabrak motor yang dikendarai Dheky.

“Korban (Dheky) terpental membentur trotoar hingga meninggal dunia. Sementara dua temannya selamat hanya luka-luka,” beber Kapolsek.

Bukannya memberikan pertolongan, pelaku justru meninggalkan rekannya tergeletak bersimpah darah di pinggir jalan. Panik, pelaku meninggalkan mobilnya di wilayah Penjaringan, Jakarta Utara. Sementara dirinya melarikan diri menuju Lampung.

Polisi menyita sejumlah barang bukti berupa 1 unit Suzuki Ignis silver metalik R-9278-QK milik pelaku, 1 unit motor Kawasaki Ninja hitam A-5054-MV milik korban, 1 unit motor Honda CB 150 hitam G-3607-WQ milik saksi, dan pakaian korban. Pelaku di jerat Pasal 338 KUHP subsider Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang pembunuhan, atau dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain dengan ancaman 15 tahun penjara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar