06 April 2018

Polres Metro Bekasi Kota Menahan Dua Penjual Miras Oplosan di Kota Bekasi, Dijual Rp 15.000 Per Plastik

Polisi Menahan Dua Penjual Miras Oplosan di Kota Bekasi, Dijual Rp 15.000 Per Plastik
Jumat, 6 April 2018 15:01 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Polres Metro Bekasi Kota menangap dan menahan dua penjual minuman keras (miras) oplosan di Jatiasih, Kota Bekasi, Rabu (4/4/2018) malam. Kedua pelaku bernama Ugi, 32 tahun dan Nischa Romadoni, 30 tahun, kini mendekam di sel tahanan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Indarto mengatakan, Ugi merupakan pemilik kios jamu di Jalan Raya Jatimekar RT 02 RW 12, Jatiasih. Sedangkan Nischa pemilik kios di Kampung Benda RT 09 RW 03, Jatiasih. Mereka dibawa ke kantor polisi berkat informasi kerabat korban bahwa sebelum meninggal dunia mereka membeli miras itu di kios milik pelaku.

“Kedua pelaku telah menjual minuman memabukkan itu selama satu tahun. Satu kantong plastik miras yang dioplosnya dijual seharga Rp 15.000, dengan keuntungannya Rp 5.000 per kantong plastik,” kata Kapolres di Mapolres Metro Bekasi Kota, Kamis (5/4/2018) kemarin.

Menurut Kapolres, para pelaku meracik miras hanya mengandalkan perkiraan saja, bukan mengacu pada standar minuman keras yang legal. Dalam ramuannya terdapat kandungan alkohol hingga 70 persen yang biasa digunakan sebagai antiseptik luka luar.

Oleh mereka, miras oplosan itu kemudian dijual ke beberapa agen penjual jamu di sekitar lokasi. 

Selain menahan tersangka, penyidik juga menyita barang bukti berupa 71 bungkus plastik miras oplosan, lima kardus sachet minuman suplemen, dua botol sirup, dua liter akohol 70 persen, satu galon air mineral, satu ember, dan uang tunai Rp 261.000.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestro Bekasi Kota, AKBP Dedy Supriadi mengatakan, penyidik masih memburu satu pelaku lagi bernama Ali Marhatis alias Brewok.

Brewo merupakan peracik miras yang bekerja di toko jamu milik Nischa. “Saat rumahnya digerebek, dia sudah tidak ada. Petugas sudah mengidentifikasi ciri-cirinya,” kata AKBP Dedy.

Menurut AKBP Dedy, tujuh orang asal Pondok Gede dan Bekasi Selatan meregang nyawa usai menenggak miras produksi mereka. Ketujuh korban itu bernama M Ridwan, Arifin, Abi Abustian, Supriyo, Anissa, Bernik, dan Ardiansyah.

Meski demikian, polisi masih menunggu hasil autopsi terhadap jenazah tujuh korban. Autopsi dilakukan guna membuktikan apakah penyebab kematian korban ada kesamaan dengan bahan baku miras yang dibuat tersangka.

“Korban meninggal karena mengalami kerusakan di organ pernapasan dan hati, ini sedang dicek dengan kandungan miras yang dibuat pelaku,” katanya.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 204 KUHP juncto Pasal 359 KUHP dengan ancaman penjara di atas lima tahun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar