26 April 2018

Polresta Depok Tangkap 7 Perampok

Ungkap Kawanan Pembacok Pembeli Nasi Goreng di Depok, Polisi Amankan 7 Pemuda Pesta Miras di Tapos

Kamis, 26 April 2018 07:27 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Resort Kota (Polresta) Depok mengamankan 7 orang pemuda, yang diduga terkait atas kasus pencurian dengan kekerasan (curas) menggunakan celurit sekaligus pemerasan, yang terjadi terhadap dua orang di dua tempat berbeda di Depok, yakni Pancoranmas dan Beji, Selasa (24/4/2018) dinihari lalu.

Ke-7 pemuda yang sebagian masih remaja itu diamankan dari sebuah rumah di Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos, Depok, Rabu (25/4/2018) sore. Saat rumah digrebek petugas, ke 7 orang tersebut diketahui sedang berpesta minuman keras (miras). Mereka kemudian digelandang ke Mapolresta Depok, untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Hal itu dikatakan Kapolresta Depok, Kombes Pol Didik Sugiarto, di Mapolresta Depok, Rabu (25/4/2018) malam. 

"Dari hasil penyelidikan Polresta Depok atas dua kasus curas dan pemerasan yang terjadi dalam malam, menuju ke satu rumah di daerah Jatijajar, Tapos, Depok," kata Kapolres.

Di sana, kata Kapolres, pihaknya melakukan penggerebekan dan mendapati 7 orang pemuda yang sedang berpesta miras. "Mereka kita duga terkait dengan kasus pencurian dengan kekerasan serta pemerasan yang terjadi di Pancoran Mas dan Beji, secara hampir bersamaan," katanya.

Menurut Kapolres, di rumah itu selain menemukan miras, pihaknya juga mendapati senjata tajam jenis celurit yang diduga sebagai alat yang digunakan pelaku untuk melakukan tindak pidana di Pancoranmas dan Beji, Selasa dinihari lalu.
Perampok di Depok Ditangkap
"Kemudian ke-tujuh orang ini kami bawa ke Polresta Depok dan masih dilakukan pemeriksaan intensif oleh penyidik," kata Kapolres.

Dalam waktu 1x24 jam setelah diamankan dan diperiksa, tambah Kapolres, dari ke 7 pemuda itu penyidik akan menentukan siapa saja dari mereka yang telah melakukan tindak pidana di Pancoeranmas dan Beji, sesuai alat bukti yang ada.

"Tapi setidak-tidaknya dari penyelidikan awal, kelompok ini melakukan dua kejahatan pada Selasa dini hari. Alat bukti yang kami dapat diantaranya rekaman CCTV dan sajam yang digunakan pelaku, serta keterangan beberapa orang dari mereka," katanya.

Menurut Kapolres, saat ini tim penyidik masih melakukan pendalaman untuk dikembangkan, apakah ada peristiwa tindak pidana lain yang sudah dilakukan kelompok ini atau tidak. "Jadi penyidik punya waktu 1 kali 24 jam untuk menentukan siapa di antara mereka yang dijadikan tersangka sesuai alat bukti," katanya.

Kapolres mengatakan saat diinterogasi sepintas kelompok ini diduga bukanlah geng sepeda motor. "Untuk sementara kelompok mereka ini hanya komunitas atau kumpulan di satu wilayah, yang nyatanya diduga berbuat tindak pidana. Kami masih dalami untuk pastikan adakah hubungannya kelompok mereka dengan geng motor," katanya.

Sebelumnya Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Bintoro menuturkan bahwa tiga orang kawanan perampok bercelurit yang mengendarai Honda Beat warna pink dan menodong serta membacok korbannya di warung nasi goreng di Jalan Dewi Sartika, Pancoranmas, Depok, Selasa dinihari lalu, ternyata tidak hanya beraksi disana saja saat jtu.

Kawanan ini diduga kuat juga melakukan aksi lanjutan di sebuah warung kopi di Beji, Depok, selang sekitar 15 sampai 30 menit setelah beraksi di Pancoranmas, Depok.

"Sebab dari hasil pendalaman kami, peristiwa penodongan dengan celurit untuk mendapatkan barang berharga korban, juga terjadi di Beji, Depok, di hari yang sama dan hanya berselang 15 sampai 30 menit setelah peristiwa di Pancoranmas," kata Kompol Bintoro.

Menurut Kompol Bintoro jika di Pancoranmas, Depok, pelaku membacok korban di dada dan perut serta berhasil mendapat uang Rp 50.000, maka di Beji Depok, kawanan ini berhasil mendapatkan HP jenis Oppo dari korban yang ditodong dan diancam celurit.

"Jadi dari sejumlah fakta itu, teridentifikasi pelaku di dua kejadian itu adalah orang yang sama," kata Kompol Bintoro.

Menurutnya dari hasil rekaman CCTV dari lokasi kejadian di Pancoranmas, Depok, para pelaku sudah mulai teridentifikasi pihaknya.

"Identitas para pelaku sudah kami kantongi. Kami masih dalami lagi untuk mengungkap kasus ini. Yang jelas modus dan cara yang mereka lakukan di dua peristiwa itu sama," kata Kompol Bintoro.

Dimana, tambahnya, pelaku menodong celurit ke korban ntuk meminta dan mendapatkan barang berharga korban, serta melukai korban jika melawan.

"Apakah para pelaku merupakan geng motor atau bukan, masih kami dalami dan masih coba dipastikan lagi," kata Kompol Bintoro.

Sebelumnya, kawanan perampok bersenjata tajam, jenis celurit, beraksi di warung tenda nasi goreng di Jalan Dewi Sartika, Pancoranmas, Depok, tepatnya di samping pusat perbelanjaan Transmart, Selasa (24/4/2018) dinihari sekira pukul 01.15 WIB.

Tiga pelaku yang datang dengan berboncengan Honda Beat warna pink, merampok dan melukai Syaifullah Abdurrahman, 22 tahun, yang sedang memesan nasi goreng di sana. Syaifullah tercatat merupakan warga Jalan Kemiri Jaya, Kelurahan/Kecamatan Beji, Depok.

Akibatnya Syaifullah sempat terkena sabetan celurit di dada dan perutnya. Salah seorang pelaku membacok dada dan perut Syaifullah, sebelum merampas dompet korban serta uang Rp 50 Ribu dari tangan korban. Usai beraksi dan melukai korbannya, para pelaku kabur tancap gas.

Kapolsek Pancoranmas Kompol Roni Wowor menuturkan aksi pencurian dengan kekerasan atau perampokan, terhadap Syaifullah ini, mengakibatkan korban mengalami luka bacok di dada kiri dengan 3 jahitan, serta luka bacok di perut kiri bawah, hingga 4 jahitan.

Korban, kata Kapolsek, sempat tak sadarkan diri setelah kejadian, sebelum akhirnya dilarikan warga ke RS Fatmawati, untuk mendapat perawatan.

Menurut Kapolsek dalam peristiwa ini pihaknya sudah memeriksa tiga saksi yang ada di lokasi kejadian, serta keterangan korban. "Ini untuk mengidentifikasi ke tiga pelaku," kata Kapolsek, Rabu (25/4/2018).

Selain itu, menurut Kapolsek, pihaknya juga tengah mencari ada tidaknya CCTV di sekitar lokasi kejadian. Diharapkan kata dia ada rekaman CCTV berisi gambar wajah pelaku untuk memudahkan pihaknya mengidentifikasi pelakunya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar