04 April 2018

Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya Gulung Kawanan Pencuri yang Biasa Beraksi di Rumah Kosong

kawanan pencuri --silaen
Rabu, 4 April 2018 19:20 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Komplotan pencuri yang kerap beraksi di rumah kosong (rumsong) dibekuk. Tujuh pelaku ini ditangkap anggota Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya di lokasi berbeda selama Maret 2018.

Tujuh pelaku yang ditangkap yakni SA (43), JY (50), AR (50), SRI (39), DN (46), QIM (27), RY. Sementara satu tersangka lagi bernama Kirun sebagai kapten pencurian telah meninggal akibat sakit jantung sebelum ditangkap.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP Ade Ary, menjelaskan komplotan ini telah menjalankan aksinya sejak setahun belakangan di beberapa wilayah sekitar Jakarta dan Tangerang.

Salah satu pencurian yang pernah dilakukan yakni di Perumahan Taman Giri Loka, Serpong, Tangerang, pada 23 Februari 2018.

“Kami banyak menerima laporan pencurian rumah kosong kemudian melakukan penyelidikan dan observasi,” kata AKBP Ade di kantornya, Rabu (4/4/2018).

Dalam menjalankan aksinya komplotan ini terlebih dahulu berkumpul untuk melakukan perencanaan yang matang dan membagi tugas serta peran. Setelah itu, mereka mencari target sasaran dengan menyusuri perumahan elit menggunakan mobil mewah yang mereka sewa. Untuk memastikan rumah korban kosong pelaku biasanya turun untuk berpura-pura menanyakan alamat, jika tidak ada jawaban dan rumah dalam kondisi terkunci serta lampu rumah menyala maka dipastikan rumah tidak berpenghuni.

“Sasaran mereka memang perumahan elit yang kosong ditinggal penghuninya,” kata AKBP Ade.

Setelah melakukan pencurian dengan mencongkel jendela atau pintu rumah korban, mereka mengambil sejumlah harta benda yang bernilai jual dan mudah dibawa. Hasil kejahatan mereka jual kemudian uang di bagi rata, sebagian digunakan untuk foya-foya. Setelah itu mereka akan berpencar untuk menghindari kejaran petugas.

“Keterangan pelaku, mereka beraksi saat siang hari,” ucap AKBP Ade.

Setelah melakukan penyelidikan, polisi menangkap SA dan JY di Tanah Tinggi, Kota Tangerang pada Minggu (4/3/2018).

Dalam kelompok itu, SA bertugas eksekutor sementara JY adalah penadah hasil curian. Kemudian AR dan DN di bekuk di Jalan Pramuka, Subang, Jawa Barat pada 9 Maret 2018. AR bertugas memastikan rumah kosong dan eksekutor sementara DN sebagai sopir dan pemantau lokasi. Tersangka SRI sebagai penyedia alat kejahatan dan penjual barang hasil curian ditangkap di Grobogan, Jawa Tengah, Minggu (11/3/2018).

Di hari sama, kembali ditangkap tersangka QIM di Grobogan, Jawa Tengah, yang berperan mengawasi lokasi saat Kirun dan Birin (DPO) beraksi. Terahir, tersangka RY ditangkap di Jalan Jeruk Manis, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (14/3/2018).

Sementara Kanit V Subdit Jatantas Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kompol Gulam, menjelaskan Kirun yang disebut sebagai otak kejahatan komplotan ini atau sebagai kapten telah meninggal saat akan dilakukan penangkapan.

“Kirun pada saat itu kabarnya baru berada di rumah sakit untuk berobat. Setelah kami cek ke RS yang dimaksud ternyata yang bersangkutan baru saja meninggal karena sakit jantung,” kata Kompol Gulam.

Selain untuk berfoya-foya, lanjut Kompol Gulam, hasil kejahatan juga diakui pelaku telah habis untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari.

Kini, para pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan ancaman hukuman penjara paling lama tujuh tahun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar