17 Mei 2018

Polsek Metro Cengkareng Gerebek Home Industry Miras Jenis Ciu Berkedok Rumah Pengobatan

Polisi teliti barang bukti dari pabrik ciuPolisi teliti barang bukti dari pabrik ciu

Kamis, 17 Mei 2018 03:57 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Pabrik home industri minuman keras (miras) ciu berkedok rumah pengobatan, digerebek anggota Polsek Metro Cengkareng. Dari rumah di Kampung Utan Bahagia , Cengkareng, Jakarta Barat itu, polisi menyita berbagai macam bahan dan alat untuk membuat miras ciu.

Selain itu, polisi juga mengamankan, Bong Jiung, 57 pemilik pabrik ciu.

 “Kami masih memeriksa pemiliknya. Kegiatan home industri miras itu sudah berlangsung cukup lama,” kata Kapolsek Metro Cengkareng Kompol H Khoiri, Rabu (16/5/2018).

Dikatakan Kapolsek, pengungkapan kasus tersebut dari informasi masyarakat, bahwa ada kegiatan pembuatan miras rumahan ciu di Kampung Utan Bahagia, Cengkareng Timur.

Selanjutnya petugas melakukan penyelidikan. Saat digerebek ternyata benar di lokasi petugas menemukan pembuatan miras ciu. Dari rumah tersebut disita 17 drum berisi bahan fermentasi, alat penyuling berupa kompor gas, gentong air, dan selang, 5 dus isi botol aqua tanggung berisikan ciu siap edar. Kemudian alkohol meter, botol kosong (menyerupai botol aqua), tutup botol kosong, plastik dan 1 kardus ragi. Polisi juga menemukan kuali berisikan beras merah, setengah karung gula pasir, 5 tabung elpiji ukuran 15 kg dan 3 kg serta tungku penyulingan berikut kompornya.

Pemilik pabrik Bong Jiung juga diamankan dilokasi. Pria asal Surabaya ini dibawa bersama barang bukti ke Mako Polsek Metro Cengkareng.

Dari keterangan tersangka, untuk membuat ciu tersebut diperlukan beras merah dimasak sampai menjadi nasi.

Setelah didinginkan di atas tampah kemudian dicampur dengan ragi. Selanjutnya dimasukkan ke dalam ember selama 4 hari lalu dimasukan ke drum dengan dicampur air dan gula. Proses selanjutnya didiamkan selama kurang lebih 15 hari (tahap fermentasi).

Setelah ampasnya mengendap ke bawah, air hasil permentasi tersebut dimasukkan ke tempat tungku penyulingan. Selama proses penyulingan sekitar 5 jam, untuk tungku bagian atasnya dikasi air lalu apinya dinyalakan menggunakan kompor gas.

“Hasil uapnya dari tungku tersebut disalurkan menggunakan selang menuju jerigen untuk didinginkan. Begitu dingin selanjutnya dimasukan ke botol dimana satu jerigen bisa menjadi 34 botol, diukur menggunakan alat alkohol meter dengan kadar rata – rata 30 – 40 persen alkohol. Dan dijual seharga Rp.17 ribu perbotolnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar