17 Juli 2018

Polres Metro Bekasi Tembak Tiga Perampok Sepeda Motor

Tiga Perampok Ambruk Diterjang Peluru di Bekasi, Satu Tewas
Selasa, 17 Juli 2018 09:06 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Tiga dari sembilan perampok sepeda motor bersenjata api di Kampung Jagawana, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi terkapar diberondong polisi, Minggu (15/7/2018) dini hari. Satu orang di antaranya tewas di tempat karena proyektil menembus dada kirinya, sedangkan dua pelaku lagi mengalami luka tembak di bagian betis kanan karena berusaha kabur.

Wakapolres Metro Bekasi AKBP Luthfie Sulistiawan mengatakan, tersangka yang ditembak mati polisi berinisial AN (23 tahun), sedangkan pelaku yang ditembak kaki kanannya berinisial ES (21 tahun) dan MF (29 tahun). Sementara enam tersangka lainnya berinisial AM (30 tahun), N (40 tahun), SN (28 tahun), A (48 tahun), JY (32 tahun) dan S (29 tahun) langsung pasrah saat diamankan petugas.

"Polisi terpaksa melumpuhkan tersangka AN, ES dan MF karena mereka melawan petugas, kalau tidak dilumpuhkan sangat mengancam nyawa petugas dan masyarakat," kata Wakapolres di kantornya, Jalan Ki. Hajar Dewantara, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Senin (16/7/2017). 

Menurut Wakapolres, AN ditembak dada kirinya karena berusaha melawan petugas. Saat diamankan, AN diminta polisi untuk menunjukkan lokasi persembunyian senjata api rakitan jenis revolver yang biasa digunakan untuk beraksi. Saat mencari pistol di semak belukar di Kampung Jagawana, Bripka Tomy Febyantoro mencurigai gelagat AN yang hendak mengambil pistol miliknya.

Benar saja, saat pistol telah dikuasainya AN tengah membidik anggota lain Bripda Yudhistira. Dengan kesigapannya, Bripka Tomy Febyantoro berhasil meletuskan proyektilnya lebih dulu ke dada kiri AN.

Melihat rekannya tertembak, tersangka ES dan MF rupanya memanfatkan peluang itu dengan berusaha melarikan diri. Tembakan peringatan yang dilepas petugas diacuhkan tersangka. Hingga akhirnya petugas menembak ke bagian bawah dan peluru mendarat di betis kanan mereka berdua. 

"Kami sudah tekankan kepada anggota agar menindak tegas pelaku kejahatan, mereka diperbolehkan menembak tersangka bila melakukan perlawanan," tegasnya.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi, AKBP Rizal Marito menambahkan, sembilan tersangka ditangkap di tiga tempat berbeda namun di waktu yang cukup bersamaan.

Awalnya, penyidik mengamankan NA dan ES di Kafe Pasar Elok, Kecamatan Cikarang Utara pada Minggu (15/7/2018) pukul 00.15 WIB.

Penangkapan mereka berkat informasi masyarakat bahwa NA kerap melakukan pencurian sepeda motor disertai kekerasan. Dari penggerebekan itu, polisi menemukan dua sepeda motor Honda Beat tanpa dokumen kepemilikan resmi, satu paket kecil narkotika jenis sabu beserta sepucuk senjata airsoft gun.

"Saat diamankan di lokasi pertama, NA dan ES tidak melakukan perlawanan. Petugas kemudian melakukan pengembangan untuk menangkap pelaku lainnya," ujarnya.

Berdasarkan keterangan tersangka, petugas kemudian bertolak ke Kampung Jagawana, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi. Sekitar satu jam kemudian, petugas membekuk enam tersangka berinisial AM, N, SN, A, JY dan MF di rumahnya masing-masing.

"Di sana petugas menemukan lima unit sepeda motor tanpa dokumen lengkap, yakni tiga unit sepeda motor Honda Beat, satu unit Yamaha Fino dan satu unit Honda CBR 150," jelasnya.

Pengembangan petugas kemudian berlanjut dengan penangkapan tersangka S tanpa perlawanan di rumahnya di Kampung Jagawana Kongsi RT 01/02 Desa Sukarukun, Kecamatan Sukatani. Kepada polisi, beberapa tersangka mengaku terakhir mencuri sepeda motor warga di Kampung Bulak Indah, Desa Karangasih, Cikarang Utara, Minggu (16/7/2018) dini hari.

Saat itu, mereka menggasak sepeda motor Honda Beat milik Kurnia Dirahmat saat diparkir di teras rumahnya.

"Kami langsung menindaklanjuti laporan korban dengan menangkap para pelaku. Rupanya beberapa dari mereka baru saja mengambil motor korban," kata AKBP Rizal.

Menurut AKBP Rizal, para pelaku terutama AN merupakan residivis dengan kasus yang sama. Mereka kelompok pencuri sepeda motor yang tidak segan melukai korbannya bila melakukan perlawanan.

"Mereka selalu dibekali senjata airsoft gun, bila ada perlawanan mereka akan melepas tembakan ke korban," imbuhnya.

Selain mengamankan tersangka, penyidi juga menyita barang bukti berupa sepucuk senjata api rakitan jenis revolver beserta empat butir peluru kaliber 9 mm, dua kunci letter T, 14 anak kunci letter T, dua kunci pas, sebilah obeng, sepucuk senjata airsoft gun, empat plat nomor, tujuh unit sepeda motor, dan satu paket sabu beserta alat hisapnya bong.

Akibat perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan yang bakal dihukum penjara di atas lima tahun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar