05 Juli 2018

Polres Tangsel Ungkap Kasus Kekerasan yang Berujung Pembunuhan Keji dengan Motif Sakit Hati di Pagedangan

Pembunuh Rekan Kerja di Pagedangan Tangerang: Sebelum Dia Habisin Saya, Saya Habisin Duluan
Kamis, 5 Juli 2018 12:46 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Polres Tangerang Selatan (Tangsel) berhasil mengungkap kasus kekerasan yang berujung pembunuhan keji yang terjadi di sebuah bengkel di Jalan Raya Pagedangan, Kampung Kalapa RT 01/05, Kabupaten Tangerang, Senin (2/7/2018) lalu.

Tersangka yang menghabisi korban bernama Iwan Wahyuda (39 tahun) berjumlah dua orang, Sutrisna (33 tahun) dan Anwarudin (37 tahun), yang tak lain adalah rekan kerja korban.

Hasil pemeriksaan tersangka sementara, motif penganiayaan berujung pembunuhan sadis itu adalah rasa sakit hati tersangka terhadap korban, karena sering diancam di tempat kerjanya.

Hal itu disampaikan Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Ferdy Irawan, setelah jajarannya membekuk dua tersangka di Cikande, Serang, Banten.

"Motifnya adalah sakit hati akibat konflik pribadi tersangka dan korban. Pihak korban dianggap sering melakukan intimidasi terhadap tersangka di kantornya," papar Kapolres, Kamis (5/7/2018). 

Sutrisna adalah rekan satu kantor Iwan di sebuah pabrik kasur di Pagedangan. Sutrisna yang menyimpan rasa dendam ke korban, mengambil peran sebagai eksekutor dengan menikamkan belati ke sekujur tubuh Iwan. Sutrisna mengaku melakukan hal keji tersebut karena Iwan sering mengintimadasi dirinya, bahkan sampai mengancam akan melakukan kekerasan fisik.

"Diancem mau diabisin. Sebelum dia abisin saya, saya abisin duluan," ujar Sutrisna yang mengalami luka tembak di kedua kakinya karena melawan petugas.

Tidak terima sering diancam, Sutrisna pun menyiapkan rencana, dua hari sebelum menganiaya korban secara kejam.

Kapolres menjelaskan kronologi pembunuhan berdarah itu. Saat itu sekira pukul 16.00 WIB, Iwan keluar dari tempat kerjanya menggunakan sebuah sepeda motor, menuju arah Legok.
Polres Tangsel ungkap kasus kekerasan yang berujung pembunuhan keji dengan motif sakit hati di Pagedangan, Kabupaten Tangerang.
"Sesampainya di Kampung Kalapa Desa Kadusirung, Iwan sadar sedang diikuti oleh orang lain. Lalu Ia membelokkan kendaraannya ke sebuah bengkel di pinggir jalan untuk meminta pertolongan," jelas Kapolres.

Namun, Sutrisna yang memiliki tato di tangan kirinya, membuntuti Iwan, dan mulai menikam secara membabi buta. Iwan meregang nyawa di Jalan Raya Pagedangan, Kampung Kalapa RT 01/05, Kabupaten Tangerang, Senin (2/7/2018), akibat luka terbuka di hampir seluruh tubuhnya. 

Sebelumnya diberitakan, aksi penganiayaan sadis terjadi di bengkel motor Kampung Kelapa, RT 01/05, Kadusirung, Pagedangan, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Seorang pengendara sepeda motor yang belum diketahui identitasnya tewas setelah ditusuk pria tak dikenal.

Sebelum tewas, antara korban dengan pelaku sempat melakukan aksi kejar-kejaran menggunakan sepeda motor terlebih dahulu.

Salah seorang saksi mata Nurmaya mengatakan, saat kejadian korban sedang melintas, di Jalan Raya Pagedangan dengan mengendarai sepeda motor. Tiba-tiba, korban berhenti secara mendadak di bengkel. "Korban berhenti karena dikejar-kejar oleh pelaku dengan menggunakan sepeda motor. Setelah turun di bengkel, pelaku langsung menusuk korban berkali-kali," kata Nurmaya saksi di lokasi pada Senin (2/7/2018) siang.

Mendapat serangan berkali-kali, korban yang belum diketahui identitasnya itu langsung ambruk ke tanah. Melihat korban berlumuran darah, pelaku langsung kabur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar