06 Juli 2018

Wanita Beli Tiket Pesawat Senilai Rp 89 Juta Pakai Bukti Transfer Palsu, Ditangkap Polsek Metro Kembangan

Wanita Ini Beli Tiket Pesawat Senilai Rp 89 Juta Pakai Bukti Transfer Palsu

Jumat, 6 Juli 2018 07:02 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Seorang wanita, FN (39 tahun), penghuni Apartemen Green Palm Residence, Jakarta Barat, ditangkap petugas Polsek Metro Kembangan karena melakukan penipuan. Modusnya, pelaku berpura-pura memesan tiket pesawat, Selasa (2/7/2018). Tetapi, setelah tiket itu dipesan, FN justru membayar tiket tersebut dengan tanda bukti transfer palsu. 

"Pelaku melakukan penipuan tersebut dengan cara awalnya pesan tiket penerbangan kepada korban (PT Obaja Tour and Travel) dengan tiga kali penerbangan," tutur Kapolsek Metro Kembangan Kompol Supriadi, Kamis (5/7/2018).

"Pelaku saat itu melancarkan aksinya bermula ketika saudara FN, Aina, telah memberikan rekomendasi terhadapnya. Selain itu ia pun berikan nomor handphone korban kepada FN," ujar Kapolsek lagi.

Setelah itu, lanjut Kapolsek, korban langsung dihubungi oleh FN. FN pun memesan tiket penerbangan sebanyak tiga kali pemesanan. "Tujuan Sidney-Jakarta untuk dua orang senilai Rp 28.950.000, dan tujuan Pontianak-Jakarta untuk sembilan orang sebesar Rp.34.206.000," katanya. 

Pelaku juga memesan tiket tujuan Jakarta-Osaka-Jakarta untuk tiga orang senilai Rp 26.130.000.

"Akhirnya ditotal Rp 89.286.000," kata Kapolsek.

Kapolsek menjelaskan, setelah FN berpura-pura melakukan pembayaran, pelaku mengirim pesan WhatsApp berupa bukti transfer palsu.

"Aksi pelaku terbongkar usai korban mengecek ke rekeningnya dan ternyata pembayaran belum masuk," ucap Supriyadi lagi. Setelah mengetahui dirinya ditipu, korban melaporkan FN ke Polsek Metro Kembangan.

"Pelaku (FN) rupanya menipu korban dengan ketikan sendiri dalam bukti transfernya," ujar Kapolsek.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Metro Kembangan Iptu Dimitri Mahendra, mengatakan, setelah mendapat laporan dari korban, petugas langsung bergerak menangkap FN.

"Pelaku (FN) sudah kami amankan ya bersama barang buktinya antara lain tiga lembar bukti penerbangan, dan juga bukti percakapan di via whatsapp antara korban dan pelaku," ucap Iptu Dimitri.

Akibat ulahnya, FN dijerat dengan Pasal 378 KUHP. Dia diancam hukuman penjara empat tahun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar